Jangan Bersedih! Ramai Sepi Bersama Saat Pandemi Corona

Sebuah dering pendek pertanda pesan baru masuk ke aplikasi WhatsApp saya. Ya, Tuhan! Betapa kagetnya saya saat mengetahui salah seorang teman dinyatakan orang dalam pemantauan (ODP) corona. Yang lebih membuat saya prihatin, sang teman sedang merantau untuk menuntut ilmu. Jauh dari saudara, apalagi orangtua. Beruntungnya hidup di zaman 4.0, kabar ini tersiar cepat di kalangan teman-teman, sehingga saya tetap bisa menanyakan perkembangan dan silaturahmi setiap hari dengannya walau secara virtual. Ahhh, tenanglah, kawan! Ramai Sepi Bersama kita hadapi saat pandemi corona :)

Jangan Bersedih! Ramai Sepi Bersama Saat Pandemi Corona.

Assalaamu'alaikum, Mama..

Pernah membayangkan kejadian di atas? Jujur, saya nggak pernah membayangkan sampai pada akhirnya membaca pesan tersebut. Penyakit Covid-19 nyata adanya, begitu dekat dengan kita! Kabar baik dari berita tersebut, sang teman masih (tampak) tenang. Ia merespon kabar yang tersiar di grup WhatsApp.

"Iya sekarang aku disuruh isolasi mandiri selama 14 hari (hingga 28 April 2020). Kalau dalam 14 hari makin parah, aku balik lagi ke rumah sakit. Yaa mungkin akan dirujuk. Doain ya biar nggak tambah parah", begitu balas pesannya memberi kabar kepada kami.

Kabar mengejutkan lainnya datang kepada saya tiga hari sebelum puasa. Kali ini dari keponakan yang mengabarkan ayahanda meninggal dunia. Sang ayah sedang berada di kampung halaman bersama para adik dan keponakannya. Sementara itu, para anaknya tinggal di Jakarta.

Sungguh saya bingung harus bagaimana pada saat itu. Ingin bersama mereka yang tertimpa kesulitan pun tak mungkin rasanya karena pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Di masa pandemi ini ada idiom bilang, (kalau bisa) jangan sakit dan meninggal sekarang karena protokolernya sulit. Akan tetapi, semua yang terjadi kehendak Sang Pencipta. Tidak ada yang bisa kami lakukan untuk mencegahnya. 

2020 Tahunnya Pandemi Corona

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut Covid-19. Virus corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian (sumber alodokter.com). 

Untuk mencegah penularan virus corona, para tenaga kesehatan menyarankan masyarakat untuk melakukan karantina selama 14 hari. Periode 14 hari ini berkaitan dengan mekanisme virus menyerang sel dan bereplikasi di dalam tubuh manusia.

Penjelasan singkat tentang penyakit Covid-19, mulai dari transmisi penyakit, gejala yang timbul, hingga tindak pencegahannya. (dok. freepik)
 

Epidemi corona pertama kali terjadi di negara China pada akhir Desember 2019. Melalui droplet manusia, virus ini menyebar begitu cepat ke berbagai negara, sehingga badan kesehatan dunia (WHO) menyatakan adanya pandemi corona. Sejumlah negara menerapkan sistem lockdown. Hampir seluruh negara kewalahan menghadapi corona, tak terkecuali Indonesia.

Di Indonesia sendiri pasien pertama yang terverifikasi corona muncul pada akhir Februari 2020. Dari kasus yang muncul tersebut, pemerintah segera melakukan tracking, sesiapa saja yang pernah kontak dengan pasien. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona. Akan tetapi, virus ini bermutasi begitu cepat. Hingga tulisan blog ini tayang (7 Mei 2020) sudah terdapat 12.438 kasus kasus positif Covid-19 di Indonesia, 2.317 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan 895 orang meninggal dunia. Guna mencegah penularan Covid-19, di beberapa daerah di Indonesia menetapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Jakarta sebagai jumlah penderita terbanyak menetapkan PSBB hingga 22 Mei 2020.



Dunia Digital dan Kenormalan Baru Saat Pandemi Corona

Tidak ada satu orangpun yang menyangka apa yang terjadi pada kuartal pertama tahun 2020 ini. Pandemi, ekonomi melambat, keterbatasan akses dan ruang gerak kehidupan, hingga mereka yang harus pergi secara tiba-tiba untuk selamanya. Kalau dipikir, kejadian-kejadian yang beruntun itu sulit masuk nalar manusia karena terjadi begitu cepat. Akan tetapi, manusia memiliki daya adaptasi yang kuat. Di tengah keterbatasan, muncul kenormalan baru saat pandemi corona untuk menyesuaikan keadaan. 

Pandemi corona terjadi di era 4.0 di mana dunia digital berkembang dengan pesat. Sistem komunikasi dan informasi pun bisa diakses dengan mudah. Menurut saya, masih ada sisi baiknya juga corona terjadi di era sekarang. Perkembangan dunia digital memudahkan kami untuk beradaptasi dengan adanya kenormalan baru.

Walau terpisah jarak, untungnya ada internet yang bisa menyatukan kami. #SilaturahmiSetiapHari bisa jalan terus walau dilakukan secara vitrual.
Salah satu bentuk kenormalan baru yang berhubungan dengan dunia digital adalah kita bisa silaturahmi setiap hari walau secara visual. Kalau dikaitkan dengan dua kejadian di atas, saya nggak tau bakal seperti apa bentuk dukungan kepada mereka yang berduka di tengah pandemi ini. 

Melalui silaturahmi virtual, saya bisa tahu perkembangan kesehatan sang teman, termasuk mendengar cerita runutnya menjadi ODP dan kehidupannya sebagai ODP. Di silaturahmi visual pula, saya bisa menanyakan kabar keponakan-keponakan saya pasca ditinggal orang tua untuk selamanya. Biar bagaimanapun, perasaan sendiri perlahan bisa merusak seseorang, bahkan menimbulkan penyakit baru. Makannya, saya bersyukur bisa silaturahmi visual setiap hari walau terpisah jarak. Silaturahmi yang bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun.

Tidak hanya soal silaturahmi visual, melalui perkembangan dunia digital, saya pun bisa berselancar di dunia maya untuk mencari resep makanan baru, mencari ide bermain bersama anak, belajar hidroponik untuk mengisi waktu luang, ikut kuliah online, bekerja dari rumah, juga memesan makanan di luar. Paling tidak, banyak ragam kegiatan yang bisa saya lakukan di rumah seiring perkembangan dunia digital di masa pandemi ini.

Kegiatan #dirumahaja nggak jauh dari laptop dan gawai. Aku tetap bersyukur karena yaa masih ada variasi kegiatan yang bisa dilakukan di rumah.
IM3 Ooredoo Mendukung #SilaturahmiSetiapHari Saat Pandemi Corona

Ngomongin kenormalan baru dan perkembangan dunia digital di masa pandemi, pastinya langsung donk terpikir sama yang namanya jaringan internet. Kuota internet. Beberapa teman saya mengeluhkan pulsa internetnya membengkak selama pandemi corona. Bagaimana tidak, untuk terhubung dengan dunia luar, semua mengandalkan internet. Bagaimana dengan saya? Alhamdulillah saya masih on track. Pun pernah nambah kuota hanya sekali saja. Artinya nggak jebol banget kuotanya. Hehehe.

Nah, kalau udah ngomongin kuota internet, saya langsung inget sama IM3 Oreedoo. Gimana nggak inget coba? Saya pelanggan IM3 Ooredoo sejak SMA. Di saat orang-orang ngerasa paket internetnya cepet habis saat pandemi corona #dirumahaja, buat saya nggak terlalu berdampak. Coba, deh kamu telusuri aneka paket internet yang sedang ditawarkannya, salah satunya Freedom Kuota Harian.

Kuota internet habis saat berselancar? Tenang, Freedom Kuota Harian ada fitur "Pulsa Safe" yang bikin aktivitas berselancarmu di dunia maya nggak bikin boros pulsa.
Apa yang ditawarkan dari Freedom Kuota Harian? Menurut informasi yang saya dapat di situs IM3 Ooredoo, ternyata pada Freedom Kuota Harian punya:

  1. Kuota lebih besar hingga 28 GB, artinya kita bisa menikmati kuota hingga 1 GB setiap harinya.
  2. Tidak ada pembatasan, maksudnya kita bisa memakai kuota internet selama 24 jam. Nggak ada tuh sistem di mana kuota hanya berlaku dari pukul 00-06 misalnya.
  3. Pulsa safe. Kuota internet habis? Gak perlu takut pulsa utama kesedot banyak karena kamu tetap bisa berselancar dengan fitur "pulsa safe". 
  4. Internetan sambil beramal sebab IM3 Ooredoo akan mendonasikan Rp 2.000 untuk membantu menanggulangi Covid-19 dari setiap pembelian paket Freedom Kuota Harian.
Gimana, gimana? Banyak kan keuntungannya? Makannya, silaturahmi setiap hari saya jalan terus walau secara virtual berkat IM3 Ooredoo. Silaturahmi nggak cuman sama keponakan dan teman yang tertimpa musibah, tapi juga sama mamah, kaka-kakak, abang-abang, dan teman lainnya yang berhubungan dengan kerjaan. Ngentengin kebosanan #dirumahaja pokoknya maah kalau internet lancar. 

Oh, ya.. Apakah kamu pernah lihat iklan Kunto Aji bersamaYura Yunita, Sal Priadi, dan Baskara Putra (Hindia)? Itu, lho yang lagi pada main video call-an sama keluarga masing-masing. Kalau saya inget banget sama iklan televisi tersebut, apalagi liriknya .... "Selama kau ada, aku tak apa. Apapun yang terjadi tidak apa". 

My sissy. Nanti kalau pandemi berakhir, kita ngemall lagi ya. Sekarang yang penting #silaturahmiSetiapHari walau secara virtual. Kalau kata anthem Ramai Sepi Bersama, "Selama kau ada, aku tak apa. Apapun yang terjadi tidak apa" :)

Kenapa saya inget banget sama iklan tersebut? Soalnya lagunya easy listening dan video klipnya kekinian banget. Pokonya kalau denger iklan tersebut semacam nggak boleh terlewati oleh saya. Paling nggak ya menoleh dulu. Hehehe. 

Kalau kamu belum engeh sama iklan tersebut, coba tonton deh videonya di bawah ini. Ini merupakan iklan IM3 Ooredoo yang memperkenalkan produk terbaru mereka, Fredoom Kuota Harian.


Aku seneng banget liat TVC-nya. Di video ini menjelaskan, walau #dirumahaja kita tetap bisa terhubung dengan dunia luar, berkarya, dan berpikiran positif. Satu hal lagi, walau nggak kemana-mana, silaturahmi setiap hari tetap yang terpenting walau dilakukan virtual. Lihat aja, berkat silaturahmi setiapp hari, keempat musisi tersebut bisa menghasilkan karya #darirumahaja! Mereka nggak ada yang ketemu tatap muka satupun. 

Melalui video ini, IM3 Ooredoo ingin aja kita untuk semangat hadapi hari esok. Kita nggak sendirian, lho! Walau pandemi entah sampai kapan, PSBB selalu diperpanjang, yang penting #silaturahmisetiaphari walau secara virtual. Sekarang kan udah ada video call atau aplikasi apapun untuk bertatap muka lewat virtual. Mau nelepon saat sahur, berbuka puasa, atau waktu senggang lainnya, bisa aja kita lakukan selama ada Freedom Kuota Harian dari IM3 Ooredoo.

Yaa masa kuota 28 MB cuman buat telponan doang? Tentunya dengan kuota hemat IM3 Ooredoo ini, kita juga bisa berselancar di dunia maya. Seperti yang kubilang di atas, Mama Riyadh bisa mencari resep makanan baru, ide bermain bersama anak, belajar hidroponik untuk mengisi waktu luang, ikut kuliah online, bekerja dari rumah, juga memesan makanan di luar dengan paket Freedom Kuota Harian. Bukan cuman beraktivitas dari smartphone, saya pun menggunakan layanan paket Freedom Kuota Harian untuk tethering ke komputer atau laptop!

Dengan Freedom Kuota Harian, mama Riyadh juga bisa mencari ide bermain bersama anak. Biar gimanapun variasi kegiatan penting banget untuk kesehatan mental bersama.
Yuk, move on dari kesulitan saat pandemi. Kamu nggak sendiri. Akan tetapi,  buat mama Riyadh selama masih bisa silaturahmi setiap hari walau secara virtual, hal itu udah ngebantu banget kurang-kurangin suntuk, apalagi buat yang berduka. Gimana cara mengaktifkan paket Freedom Kuota Harian? Paket dapat diaktifkan melalui *123# atau melalui aplikasi myIM3. Freedom Kuota Harian 28GB dari IM3Ooredoo bikin #SilaturahmiSetiapHari tetap terjalin tanpa takut kehabisan pulsa. Ramah Sepi Bersama Saat Pandemi Corona.

Kepada temanku yang pernah berstatus ODP, alhamdulillah kini berangsur pulih dan semoga sehat selalu. Kepada keponakan-keponakan, stay strong becoz life must go on!

Tidak ada yang lebih penting dari silaturahmi. Setiap hari tetap terhubung dengan Freedom Kuota Harian 28 GB.


12 komentar

  1. Judulnya asyik kak bikin yang baca yang tadinya down jadi semangat bangkit ya karena memang nggak ada yang nyangka dan kebetulan. Udah diatur oleh Tuhan

    BalasHapus
  2. AKu belum pernah beli kuota harian, karena kan biasanya lebih mahal dari kuota bulanan yang aku beli. Tapi ini okay banget tawarannya jadi pengen cobain. Nanti kali ya, pas kuota bulanan Habis. Soalnya pembelian kuota jadi membengkak sejak #dirumahaja

    BalasHapus
  3. Walauoun harus dirumah saja berarti bukan berarti ga bisa ngapa2in ya mbak Nisa. Kita masih bisa silaturahmi via online, belanja coba resep baru dengan adanya dunia digital. Thanks mbak atas sharingnya.

    BalasHapus
  4. Saya pengguna setia IM3 Ooredoo, lebaran tahun ini silaturahmi virtual melalui provider ini alhamdulillah lancar

    BalasHapus
  5. Bersyukur meskipun kita harus melakukan social/physical distancing selama covid ini, ada layanan jaringan internet yang memungkinkan kita untuk tetap bisa berkomunikasi dan menjalin silaturahmi ya. Nggak kebayang kalau nggak ada internet bisa mati gaya aku, apalagi aku harus ngajar secara online.

    BalasHapus
  6. Sekarangkan jamannya sudah canggih ya, walaupun kita tak bisa berkumpul dengan keluarga tapi kita bisa melakukan silaturahminya via online. Yang paling penting sih kuotanya ada ya kak.

    BalasHapus
  7. Ya ampun berlangganan sejak remaja. Setia bgt yaah. Eh, iya iklannya ku juga suka, easy listening dan pesannya kuat hangat bgt gt loh. membesarkan hati dan skrg ini pesan2 perhatian jaga semangat itu penting bgt yaaaa saling menguatkan.

    BalasHapus
  8. Situasi sekarang memang membuat kita harus beradaptasi dengan keadaan. Bener-bener banyak sekali kebiasaan yang harus berubah, termasuk kebiasaan bertemu secara langsung, jadi saling menyapa secara online

    Dan semuanya butuh kuota internet yang kenceeeng dan hemat
    Untung ada IM3Ooredoo ya yang mengerti kebutuhan ini

    BalasHapus
  9. Suka banget dengan campaign yang dijalankan sama IM3 Ooredoo ini. Mengerti sekali apa yang kita butuhkan untuk silaturrahmi di masa pandemi seperti saat ini.

    Entah hidup yang seperti ini akan sampai kapan ya.

    BalasHapus
  10. Kuota internet menjadi kebutuhan utama saat pandemi ini ya. Kalo ada bonus freedom kuota harian seperti ini, pasti sangat membantu kegiatan kita semasa WFH

    BalasHapus
  11. Aku juga pakai Indosat OOredoo nih, emang nyaman bgt selama pandemi, koneksinya lancar bgt

    Btw, aku salfok sama ruang tamunya, cakeep bangeet.

    BalasHapus
  12. Sekarang silaturahmi jadi mudah dengan IM3 Ooredoo ya kak. Aku pun pengguna IM3 dari zaman SMA tapi belum pernah coba paket kuota harian.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkomentar dengan sopan :)