Byurgerjkt, Ketika Burger Pasar Naik Kelas

Assalaamu'alaikum...

Siapa yang suka belanja kebutuhan harian di pasar tradisional?
Tahu, nggak mam? Pasar tradisional kini bukan hanya sebagai tempat bertemunya pembeli dan penjual barang kebutuhan sehari-hari. Pasar tradisional juga bisa menjadi tempat nongkrong #zamannow. Nggak percaya? Coba deh, mampir ke Pasar Cipete! Selain berbelanja kebutuhan harian, Mama juga bisa nognkrong dan nyicipin burger ukuran besar di kedai Byurgerjkt. Seperti apa rasa dan rupanya? Tjusss, lanjut bac postingan aku!

Byurgerjkt, Ketika Burger Pasar Naik Kelas
Byurgerjkt, Ketika Burger Pasar Naik Kelas

Fyi, penduduk asli menyebut Pasar Cipete Selatan sebagai pasar inpres. Lokasinya strategis. Terletak di pojok perempatan (hook) yang menghubungkan wilayah Jalan Cipete Raya, Jalan Jeruk Purut, dan Jalan Raya Pangeran Antasari Blok M-Pondok Labu. Letak Burgerjkt ada di pojok pintu masuk pasar. Persis di seputaran parkiran motor.

Karena iseng, Jumat sore kami mencari tampat nongkrong bareng abang dan para keponakan. Anak lanang tentu sepaket donk sama saya, hehehe. Kalau dilihat tampak depan, Byurgerjkt memang tidak memiliki lahan yang sangat luas. Yaa namanya juga kedai satu bangunan dengan pasar tradisional. Meski demikian, pengunjung tetap merasa nyaman saat berada di dalam kedai. Bahkan, jika sudah berada di dalam kedai, pengunjung bisa lupa deh kalau mereka lagi di dalam pasar tradisional. Serasa makan di restoran cepat saji yang berada di mall-mall terkemuka. Hohoho ^^ Mungkin ini yang dinamakan burger pasar naik kelas ;)

Byurgerjkt tampak depan saat malam hari (dok. Intagram @byurgerjkt)

Begitu masuk pintu restoran cepat saji, pengunjung akan langsung berhadapan dengan dapur dan meja tempat memesan makanan. Semacam meja bar gitu yang memanjang. Karena datang berempat, kami sengaja memilih makanan berbeda agar bisa saling mencicipi. Sambil menunggu pesanan jadi, pengunjung bisa melihat proses masak secara langsung Byurgerjkt. Mau makan di area situ juga boleh, si. Cuman yaa buat saya nggak enak aja gitu asap-asapan. So, kelar pesan dan bayar makanan, kami langsung naik ke lantai 2. Tempat makan.

Penampakkan dapur Byurgerjkt yang diambil dari sisi tangga. Begitu masuk pintu restoran cepat saji, pengunjung akan langsung berhadapan dengan dapur dan meja tempat memesan makanan.

Sebelum sampai ke lantai 2, di pertengahan tangga ada spot foto yang instagramable. Mengusung konsep hijau, Byurgerjkt menyediakan background tanaman menjalar ke atas untuk area foto. Jangan lupa untuk mengenakan baju berwarna kontras (selain hijau), ya kalau mau pepotoan di sini. Biar lebih catchy aja gitu ;)

Lantai 2 menjadi area khusus untuk makan. Harap diperhatikan, ya mama. Semuanya self srevice. Kalau mau saus, tinggal ambil di pojokan tempat yang telah tersedia. Jika sudah selesai digunakan, harap kembalikan lagi ke tempat asal karena pengunjung lain juga akan memakai saus. Pun begitu saat menuangkan saos. Jangan harap ada piring kecil. Langsung aja, tuangkan saos di alas kertas byurger atau dicampur di dalam isian byurger.

Salah satu sudut tempat makan di Byurgerjkt.

Selesai makan, yaa bereskan kembali tempat makannya. Sampah-sampah dibuang ke tong sampah yang sudah disediakan. Jangan sampai tempat bekas kita duduk nampak kotor karena nanti akan digunakna oleh tamu restoran selanjutnya. Makan di Byurgerjkt, pengunjung diajak sama-sama untuk menjaga kebersihan dan ketertiban tempat makan.

Wkkwwkw fotonya ngeblur. Niatnya mau foto dengan whole background Byurgerjkt, apa daya terlalu jauh ngambilnya jadi ngeblurrrr.

Menu Makanan di Byurgerjkt

Apa yang membuat Byurgerjkt nampak berbeda dibanding restoran cepat saji burger yang ada? Toping burger jawabnya! Byurgerjkt menyediakan beragam toping burger. Pengunjung bisa pilih sendiri padu-padan topingnya, bisa juga langsung pesan nama burgernya. Waaah soal ukuran maaah nggak perlu diragukan. Gede bage alias gede banget! Buat saya, kalau udah makan burger di Byurgerjkt, nggak usah makan malam lagi, deh! :D

Wkwkwwk si anak kecil ampe bingung mau gigit dari mana. Gede banget porsinya!

Apa yang kami pesan? Di sini ada dua burger yang direkomendasikan oleh pramusaji Byurgerjkt: The Samurai dan Sexyback Rib. The Samurai (Rp 58.000) ini semacam burger ala jepang sebab topingnya terdiri dari unagi a la plancha, teriyaki sauce, aioli, nori, daun selada, jamur krispi. Rasanya gimana? Norinya berasa banget! Beneran gede burgernya karena saya sampai kerepotan buat menggigitnya. LOL. Buat yang doyan asin, cocok pesan The Samurai.

Buat yang doyan asin, The Samurai (Rp 58.000) ini cocok banget karena perpaduan antara unagi a la plancha, teriyaki sauce, aioli, nori, daun selada, jamur krispi

K-Pop Sensation (Rp 45.000) yang berisi gochujang aoili, mentimun, potongan ayam goreng, dan selada.
 Lain halnya dengan Sexyback Rib (Rp 65.000) yang terdiri dari 36 hours braised shortribs, homemade bbq sauce, crispy union, dan coleslaw. Selain kedua burger, kami juga memesan K-Pop Sensation (Rp 45.000) yang berisi gochujang aoili, mentimun, potongan ayam goreng, dan selada. Juga pesan Chi-chi (Rp 52.000) yang terdiri dari daging sapi, bawang bombay yang dikaramelisasi, bawang putih yang diolah, keju, selada, potongan daging sapi asap (beef bacon), acar ala Byurgerjkt.

Sexyback Rib (Rp 65.000) yang terdiri dari 36 hours braised shortribs, homemade bbq sauce, crispy union, dan coleslaw.

Chi-chi (Rp 52.000) yang terdiri dari daging sapi, bawang bombay yang dikaramelisasi, bawang putih yang diolah, keju, selada, potongan daging sapi asap (beef bacon), acar ala Byurgerjkt.

Kalau mama nggak mau pesan burger, juga ada snacking semacam kentang goreng, sayap ayam yang digoreng dan dibumbui saus BBQ, mac-serati (deep fried mac and cheese), chicken little fingers, kulit ayam krispi (chicken skin), kentang goreng dengan bumbu keju leleh (cheesee byurfries). Soal minum, mama bisa pilih teh manis (hangat/es), teh tawar (hangat/es), air mineral, lemon tea, juga rootbeer cap Badak.

Es teh manis dan kentang goreng untuk minuman dan side dish.


Seperti aturan di restoran yang sudah saya sebutkan di atas, selesai makan, kami langsung membereskan tempat dan sisa makanan. Ternyata makin sore, makin rame euy. Maklum aja kala itu Jumat sore yang mana bertepatan dengan orang-orang kantoran selesai beraktivitas.

Gimana, tertarik makan ke sini? Langsung aja datang ke restorannya, ya!

Kami yang menghabiskan sore di Byurgerjkt.


Byurgerjkt
Jalan Pangeran Antasari Raya 
PD Pasar Jaya No 10, RT 9 RW 11, Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta 12430
Telepon: (021) 27654988
Intagram: @byurgerjkt

12 komentar

  1. Walah,patut di coba nih burgernya,looks yummy. Weekend kesitu ah,pas lagi senggang.

    BalasHapus
  2. Riyadh abis tuh makan Byurger sebesar itu? Ga bagi-bagi onti nih. Kalau ada acara di markas, bisa dong mampir kesini.

    BalasHapus
  3. Memang ya, kadang di Pasar kita akan menemukan kuliner nikmat yang dibuat dengan sepenuh hati, kayak Byurger ini. Aku bacanya jadi ngiler dan penasaran banget hahahaha... sampai ngeces deh :)

    BalasHapus
  4. Namanya unik, sekilas susah mengeja byrgerjkt, tp begitu diulang pelan pelan jd tahu maksudnya, burger jkt.
    Itu burger bisa buat berdua kali yak, ukurannya gede gt.

    BalasHapus
  5. Gede banget ukurannya, jadi susah masuk mulutnya ya��. Makan burger di sini berati harus mau bersihkan bekas makan kita sendiri ya mbak?

    BalasHapus
  6. KAlau burgernya segede gitu juga saya gak bakal makan lagi di rumah. Kenyang banget! :D

    BalasHapus
  7. HAI IBUUUU, itu SEXYBACK RIB, BENERAN SEKSI SEKALI YAAA..

    Lihat gambarnya saja, mulutku segera berliurrrr.. *nom nom

    BalasHapus
  8. Ini si temenku pada ngajakin ke ByurgerJKT yang katanya enak itu. Lihat review kak Nesa jadi tambah penasaran deh aku.

    BalasHapus
  9. Hi kaka nesa! Udah lama ih ga ketemu terus mainnya sekarang jauh. (dari tempat aku maksudnya)

    Secara harga menurut aku lumayan pricey tapi pas dilihat bentuk dan tampilannya kok bikik lidah ikutan olahraga ya kak? Sayangnya jauh nih, mesti diagendakan suatu hari buat kesini

    BalasHapus
  10. fotonya begitu menggoda deh, jadi pengen nyobain Byurgerjkt!

    BalasHapus
  11. Besar sekali ukuran burgernya ya. Wag pasti bikin kenyang deh.
    Btw, langkah membuka usaha kuliner di pasar tradisional tapi dengan konsep modern sperti ini perlu dicontoh pelaku2 yg lain.

    BalasHapus
  12. btw aku salfok sama anak kecil yg lucu banget ekspresinya untuk santap byurgerjkt ini. Jadi mau nyoba juga deh mba, secara aku kadang kalo BM pengen gitu makan burger. Dagingnya apalagi sedap banget ini keliatannya

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkomentar dengan sopan :)