Menjadi Mamapreneur di Bisnis Penyewaan Perlengkapan Bayi dan Balita

Assalaamu'alaikum...

Beberapa waktu lalu, saya sempat menyewa sepeda kesimbangan (balance bike) melalui sebuah akun daring sewa-menyewa perlengkapan bayi dan balita, Toyzilla. Ngobrol ngalur-ngidul soal kesepakatan peminjaman hingga transfer uang, saya notice seperti pernah mengenal nama yang punya usaha. Wahahah ternyata benar saja! Orang yang sedang saya ingin pinjam barangnya merupakan teman SMA di SMAN 34 Pondok Labu. Sya ampuuunn ku tak menyangka bisa ketemu di sini! Ahahahaha..

Menjadi Mamapreneur di Bisnis Penyewaan Perlengkapan Bayi dan Balita.

Nama panggilannya aya, bisa juga Dudung. Semasa SMA kami memanggilnya Dudung. Temenku ini anak yang lincah, cerewet, dan humble memang. Lulus dari SMA, kami terpisah oleh kesibukan masing-masing. Yaa kuliah, kerja, nikah, pokonya lost contact hingga ketemu kembali sembilan tahun kemudian lewat jasa sewa-menyewa perlengkapan bayi dan balita. Telisik punya telisik, rupanya Dudung sudah menekuni usaha di bidang jasa ini selama tiga tahun. Sungguh aku kepo dengan bisnis ini. Siapa tahu ada pembaca aku juga yang ingin merintis bisnis sewa-menyewa perlengkapan bayi dan balita. Yuk, lanjut dibaca!

Toyzilla, Ekspresi Kecintaan Dudung terhadap Dunia Anak

Kesenangan Dudung terhadap dunia anak menjadi latar belakang baginya untuk merintis bisnis sewa-menyewa perlengkapan bayi dan balita. Bisnis di bidang jasa yang dibangun tahun 2016 ini berawal dari kegamangannya, apakah hendak pindah ke perusahaan baru atau menjadi stay at home wife sambil menekuni usaha yang belum tahu cikal bakalnya. Pada saat break dari pekerjaan, ia baru saja menjadi seorang isteri. Sementara itu, sang suami menuruti saja kehendak isteri selama itu membuat ibu satu anak ini nyaman.

Ide pun bermunculan. Saat Dudung mengunjungi rumah mertua, ia melihat sang keponakan sedang bermain dengan permainan yang disewa dari sebuah akun daring sewa-menyewa perlengkapan bayi dan balita. "Kenapa aku nggak buka bisnis seperti ini, ya?", pikirnya kala itu. Tanpa perlu mengulur waktu, Dudung mendiskusikan keinginannya kepada sang suami. Mereka membuat ilustrasi dan perincian, mulai dari modal yang dibutuhkan, jangka waktu BEP (break event point), channel marketing yang dibutuhkan, dan sebagainya.

Segala yang dilakukan sesuai minat (passion) pasti senang dilakukan. Dudung meninggalkan karirnya sebagai konsultan struktur bangunan, beralih menjadi mamapreneur di bidang sewa-menyewa perlengkapan dan permainan bayi dan balita.

"Intinya memang selalu berkisar di anak kecil. Jadi karena mainan ini juga merupakan dunia anak kecil, itu yang bikin tertarik", cerita Dudung yang sempat mengenyam pendidik Teknik Sipil di Institut Teknologi Bandung.

Pemberian nama (brand) juga bukan perkara yang muda bagi Dudung. Dibutuhkan waktu sekitar dua minggu hingga akhirnya mendapati merk Toyzilla. Asal kata dari Godzilla, tokoh kartun khayalan Jepang yang sangat melekat di hati dan pikiran masyarakat dunia. Dudung bersama suami mencipta logo dan desain mereka sendiri, termasuk di media sosial.

"Originally from Godzilla ya dia wording-nya :D yang konon tokoh fiksi di Jepang, yang kuat, serem, tapi baik hati dan disayang (berkesan di hati) warga Jepang pada akhirnya. Dengan doa yang sama, semoga Toyzilla selalu berkesan di hati teman-teman customer di luar sana".

Yang Membedakan Toyzilla dengan Usaha Jasa Serupa

Karena berbisnis dari hal yang ia suka, bisnis yang dilakoni Dudung tidak semata-mata karena uang. Hingga saat ini semua akun media sosial dan administrasi sewa-menyewa dipegang sendiri olehnya. Ia ingin memiliki hubungan yang lebih dekat dengan konsumen. Bukan hanya percakapan mau pinjam apa, uang ditransfer, barang dikirim, lalu dikembalikan. Dudung ingin konsumen merasa puas dengan pengalaman sewa barang, termasuk perjalanan ketika mau sewa barang.

Menurut ceritanya, "Banyak customer yang mau sewa itu sebenernya masih bingung mau sewa apa. Seringkali 'Mbak, anakku x bulan, bagusnya mainan apa yaa?' Dan gue happy banget dengan pertanyaan-pertanyaan kaya gitu. Alhamdulillahnya, didukung karena gue juga seorang ibu ya, jadi naturally juga banyak membekali diri mengenai perkembangan anak itu gimana".

Foto salah satu pelanggan yang sedang menyewa baby goods Toyzilla.

Bisnis sewa-menyewa perlengkapan bayi dan balita yang dirintis Dudung bukanlah usaha yang masih jarang. Di beberapa daerah, apalagi Jakarta, ada banyak pelaku bisnis serupa. Ada yang sudah berbentuk PT, maupun akun perseorangan. Bagi Dudung, hal tersebut bukanlah suatu persaingan. Ia menganggap pelaku-pelaku bisnis lainnya sebagai seorang rekan berbisnis. Kalau ada barang sewa yang tidak ia miliki, Dudung tak segan merekomendasikan calon konsumen ke toko sebelah.

Soal perawatan tak kalah apik. Unit dikirim dalam kondisi bersih, siap pakai. Dudung melakukan pembersihan sesuai dengan instruksi mencuci dari masing-masing unit, dengan bahan khusus atau ramah bayi. Unit juga dikirim dengan battery atau kelengkapan lainnya jika diperlukan. Untuk menjaga kualitas barang sewa, unit-unit “diremajakan” secara berkala.

Mau sewa berbagai macam permainan anak saat hari istimewa? Bisa banget! Salah satu pelanggan Toyzilla menyewa sejumlah koleksi baby goods Toyzilla dalam sehari untuk sebuah acara pernikahan di gedung, April 2019 lalu.

Pun begitu dengan plus minus dari barang yang akan disewa. Dudung secara gamblang menjelaskanya. Misal, ada penyewa yang ingin sewa earmuff baby. Dudung akan menjelaskan, earmuff itu hanya membantu mengurangi ketidaknyamanan bayi karena bising pesawat, tapi tidak berpengaruh terhadap tekanan udara. Dengan begitu, calon konsumen juga ada gambaran dari risiko barang yang dipinjam.

"Intinya, usaha penyewaan ini gue jalani happily. Ketika gue tau ini tuh bermanfaat buat orang lain dan bikin orang lain happy juga. Gak mau semata2 untuk mencetak uang aja", kata ibu yang juga pernah mengenyam pendidikan S2 di Leeds Beckett University.

Jujur, lanjut Dudung, ada rasa senang saat melihat para konsumen mengirimkan foto mereka dengan barang sewa dari Toyzilla. Pun begitu saat konsumen menyewa sejumlah mainan dan perlengkapan bayi dan balita saat acara tertentu. "Ada kebanggaan dan rasa haru sendiri saat konsumen memilih Toyzilla untuk jadi bagian dari hari istimewanya", tukas Dudung.

Kalau ini koleksi permainan bayi Toyzilla saat acara ulang tahun salah satu pelanggan di bulan Mei 2019.

Pernah Hilang Barang Sewanya di Tangan Konsumen

Berbisnis tidaklah selalu mulus. Dudung pernah sekali mengalami hal tak mengenakkan. Koleksi barang sewaannya hilang di tangan si peminjam. Semenjak kejadian tersebut, menjadi kekhawatiran sendiri bagi Dudung saat si penyewa tidak bisa dihubungi di waktu  pengembalian.

Belum lagi masalah hilang atau rusaknya aksesoris barang sewaan. Sulit rasanya menemukan aksesori pengganti yang rusak ataupun hilang di Indonesia. Jikalau ada, harga perbaikan atau penggantian bisa lebih mahal ketimbang harga sewa. Dalam perjanjian sewa-menyewa, Dudung terpaksa mengenakan denda kepada si peminjam sebagai biaya ganti bagian yang rusak atau hilang. Saat cari penggantian di atas, unit mainannya jadi idle alias tidak bisa disewakan untuk sementara waktu.

Tips buat Mama yang Ingin Memulai Berbisnis

"Memulai adalah langkah terberat. Jadi, mulailah. Lalu mengalirlah", pesan Dudung saat ditanya tips bagi mama yang ingin menjadi mamapreneur.

Yup, bener banget. Dream without action is nothing. Pun begitu dengan berbisnis. Karena berbisnis dari hati dan berdasar kesukaan, Dudung telah menginvestasikan Rp 50 juta di awal mula bisnisnya. Seiring perkembangan, Dudung menambah investasinya secara bertahap.

Pelaku usaha serupa bukanlah pesaing, melainkan pendamping. Kendati demikian, membangun brand awareness tetap perlu dilakukan agar semakin dikenal masyatakat. Toyzilla berkolaborasi dengan young moms di Jakarta yang memiliki engagement rate bagus. Toyzilla juga pernah jadi sponsor di acara pijat bayi (karena unit mainan masih lebih banyak untuk bayi di bawah satu tahun, mengincar pangsa pasar young Moms of newborn).

Cari tahu info Toyzilla dengan follow IG Toyzilla.

Pengalamanku Sewa Balance Bike di Toyzilla

Apa yang diceritain Dudung di atas bener banget kerasa di aku. Sebenarnya terbilang telat bagiku menyewa balance bike buat si Riyadh (3.5 yo). Yaaah daripada nggak sama sekali, mending telat ya kan.

Saya pinjam Balance Bike Toyzilla merk London Taxi. Sebelumnya kita udah pernah jajal merk ini di mall waktu Riyadh usia 2 tahun. Terasa betul penguasaan Dudung dari setiap unit sewa yang dikelolanya. Saya sempat bertanya produk serupa dari merk berbeda. Dudung pun menjawab dengan jawaban yang memuaskan.

Riyadh saat menaiki sepeda keseimbangan sewaan dari Toyzilla.

Yang aku senang meminjam di Toyzilla adalah layanan delivery-nya. Dudung menetapkan maksimum 30 km untuk layanan delivery dengan harga berkisar Rp 15.000 hingga Rp 30.000. Buatku ini pengiritan. Tahun lalu pernah pinjam baby goods di Bekasi dengan layanan antar via ojek online. Astagaaa bulak balik udah Rp 120.000 sendiri buat kirim antar barang. Bisa saving money 3 kali lipat. Huhuhuhu.

Oh ya, Toyzilla fleksibel dalam hal pengiriman barang sebenarnya. Bisa antar jemput sendiri, layanan delivery, atau ojek online saat akhir pekan. Tinggal mama pilih aja. Kalau soal harga sewa standar kok. Nggak yang mahal, tapi pelayanan dan kualitas barang oke banget! 

Sukses, ya Dung buat bisnisnya.
Para mama yang mau berbisnis, seperti kata Dudung, just do it! 

Wassalaamu'alaikum...






Tidak ada komentar

Terima kasih sudah berkomentar dengan sopan :)