Tips Tampil Cantik ala Paula Meliana

Berbicara soal cantik, wanita mana yang tidak mau dibilang cantik? Semua pasti ingin, bukan?
Namun, beranikah Anda mendeklarasikan diri dengan penuh percaya diri lalu mengatakan, "Ya, aku cantik!"? Hhmm, saya rasa tak banyak wanita yang dengan bangga mengakuinya. Saya bisa mengatakan demikian karena kejadian ini saya saksikan dalam Kompasiana Nangkring bareng Paula Meliana, Jumat (19/9/2014) lalu.

Sebelum memulai beauty class yang dihadiri puluhan Kompasianer, Paula mengajak para peserta untuk membangkitkan rasa percaya diri mereka atas kecantikan yang dimiliki. Paula mengajak para peserta mengucapkan "I am beautiful" sesaat setelah Paula menyapa mereka dengan "How are you today?".

"Jika saya bilang 'how are you today?', tolong dijawab dengan 'I am Bbeautiful'", sapa Paulina Meliana mengawali sesi Kompasiana Nangkring Beauty Class bersama puluhan kompasianer lainnya, Jumat (19/9/2013) di Kompas.com Studio. (dok. Kompasiana)
Awalnya, para kompasianer bertanya-tanya dan kurang semangat. Akan tetapi, setelah Paula menjelaskan tentang konsep cantik, benih-benih rasa percaya diri mulai tumbuh dalam diri para Kompasianer wanita. Ya, setiap wanita itu cantik!

"Cantik adalah asal kita bahagia dan puas, itu sudah cantik," kata wanita yang lebih dulu dikenal sebagai desainer.

Meski demikian, lanjut Paula, kecantikan semestinya membawa keseimbangan bagi perempuan. Selain hadir melalui penampilan yang terjaga, cantik juga bisa membawa perempuan dalam kehidupan yang mandiri dalam keuangan.

Keterampilan bersolek yang dimiliki perempuan tidak hanya digunakan untuk dirinya, tetapi juga untuk orang lain. Sebab cantik juga berbagi. Oleh karena itu, Paula mengambil tema dalam beuaty class kali ini dengan sebutan Beauty Balance.

Para Kompasianer cantik berpose usai mengikuti Beauty Class bareng Paula Meliana (dok. Kompasiana)


Siapakah Paula Meliana?

Paula Meliana adalah anak sulung dari Eva Bun, pemilik Eva Bun Wedding Gallery. Pada mulanya, Paula tak terpikir untuk mengikuti jejak sang ibu. Selepas sekolah menengah, Paula memilih kuliah jurusan desain interior (arsitek). Karena dirasa kurang cocok, setahun kemudian Paula memilih keluar.

Tidak tinggal diam, Paula melanjutkan sekolah di bidang di Fashion Institute of Design and Marchandising, Los Angeles, USA. Tampaknya, ia mulai menemukan keasyikan di dunia fesyen. Ia kerap merancang berbagai gaun yang desain dan kualitasnya tak perlu diragukan lagi.

Berbekal ilmu dan pengalaman, Paula mengikuti Jakarta Fashion Week 2013. Paula juga pernah mendesain gaun khusus untuk Miss Universe. Tak hanya itu, Paula juga pernah mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas karyanya yang unik "Fashion Theatrical Terunik yang Menggunakan Live Mannequin Terbanyak di Mall". Baru-baru ini, Paula pun menggandeng April Jasmine (isteri Ust. Solmed) meluncurkan gaun pernikahan muslimah internasional.

Paula saat menjelaskan fungsi berbagai macam kuas dalam seni merias.
Sementara itu di bidang make up artist (MUA), ia pelajari dari mamanya. Berkecimpung dengan peralatan make up bukanlah hal asing lagi baginya. Bermula dari iseng dan hanya sekadar membantu, ia perdalam ilmu merias.

Ilmunya pun tak hanya disimpan sendiri. Paula siap mengajarkan siapa saja yang tertarik dengan dunia make up artist melalui sekolah kecantikannya yang bernama Paula Meliana Academy. Perpaduan antara mahir mendesain, merias, dan segala tetek bengek urusan resepsi pernikahan juga disalurkannya melalui usahanya yang diberi nama Paula Meliana Wedding.

Di bidang literasi, Paula telah menelurkan dua buah karyanya yang berjudul "I am A Fashion Designer" dan sebuah novel "Autumn I Do" terbitan Gramedia.

Duo pinky (Paula Meliana dan Wardah Fajri) sedang asyik memandu Kompasianer berbincang seputar seni merias.
Meski anak dari MUA terkenal, Paula tidak mengandalkan nama besar sang ibu di setiap kiprahnya. Segala lika-liku kehidupan Paula dalam mencari passion hingga menjadi desainer dan MUA ternama dilaluinya dengan santai, tanpa terbebani. Bagi Paula, apa yang terjadi dalam hidup ini harus dinikmati agar penuh berwarna.

"Apapun yang kita alami hari ini, nikmati saja. Biarkan penuh warna," tutur ibu tiga anak.

Tips Make Up Sehari-hari ala Paula Meliana

Setelah Paula bercerita tentang proses pencarian passion-nya hingga menjadi seorang desainer dan MUA ternama, waktu yang ditunggu-tunggu peserta pun tiba. It's time for practice alias belajar merias untuk sehari-hari!

Ini dia peraltaan "perang" Kompasianer yang sudah disiapkan oleh tim Paula Meliana. Sungguh beruntung Kompasiner yang ikutan Jumat (19/9) lalu. Sudah gratis, disediakan alat make up juga. Lengkap! *senyumpuas*

Tanpa basa-basi Paula langsung membagikan langkah-langkah dalam merias melalui sebuah list di papan tulis. Yang perlu ditekankan sebelum merias adalah perawatan wajah! "Perawatan lebih penting dari make up itu sendiri. Ini yang sering terlupakan banyak orang", kata Paula mengawali sesi beauty class-nya.

Adapun rangkaian perawatan wajah meliputi:

  • Mencuci tangan sebelum menyentuh wajah agar kulit terbebas dari kuman,
  • Rajin mencuci wajah dengan sabun muka (cleanse) dan air, 
  • Gunakan pembersih wajah dan penyegar (toner atau sari  mawar) yang cocok dengan jenis kulit,
  • Gunakan pelembab wajah (moisturizer atau BB cream atau CC cream) setiap akan beraktivitas di luar rumah, 
  • Gunakan tabir surya (biasanya SPF 25 atau 30) untuk melindungi wajah dari sinar ultraviolet. 
  • Lakukan pijatan lembut terhadap wajah sekitar 3-5 menit setiap malam untuk relaksasi dan mengembalikan wajah menjadi cerah dan sehat,
  • Konsumsi air putih 8 gelas per hari,
  • Konsumsi buah-buahan serta sayur-sayuran, dan
  • Olahraga secara teratur.
Bila Anda ingin menambah perawatan lainnya seperti facial, scrubing, atau totok itu sifatnya hanya tambahan saja. Boleh dilakukan boleh tidak.

Yess, sekarang kita masuk ke tahapan dialy make up, yahh sekaligus saya mau mempraktikkan ilmu yang diajarkan Paula. Dalam kesempatan tersebut, sembari Paula menjelaskan, peserta boleh bertanya jika ada hal-hal yang kurang dimengerti. Paula juga meminta dua relawan dari peserta untuk di make up. Tahapan-tahapan dalam merias adalah sebagai berikut.

Kompasianer memerhatikan Paula Meliana yang sedang mempraktikkan seni merias wajah dengan kompasianer Mercy sebagai modelnya. (dok. Kompasiana)


#1 Memakai Foundation
Pilihlah foundation yang sesuai dengan warna kulit. Cara mengetesnya, colekkan  foundation ke pipi Anda, bukan ke punggung tangan. Warna kulit pada wajah berbeda dengan punggung tangan. Hindari pula penggunaan foundation yang terlalu kental seiring meningkatnya usia. Gunakan foundation yang telah diberikan formula khusus, seperti age defying atau age rewind untuk kulit yg bermasalah atau menua.

Cara memakai foundation: dicolek-colek di beberapa titik wajah, baru diusapkan hingga merata BUKAN dicolek sekali, lalu usap hingga rata dan begitu seterusnya berulang.

Memakai foundation juga ada seninya, yaitu aplikasikan foundation di beberapa bagian wajah, lalu usapkan shingga merata.

#2 Memakai Bedak (powder dan padat)
Setelah foundation rata, pakailah bedak (boleh powder, boleh juga yang padat). Perbedaan bedak tabur dan padat hanya terletak di komposisinya saja. Secara fungsi, keduanya sama.

Zaman sekarang juga ada bedak praktis, namanya two way cake (bedak sekaligus foundation). Kata Paula, boleh menggunakan bedak two way cake, tetapi risiko kumannya lebih besar karena sponge harus dibasahi terlebih dahulu agar bedak tahan lama menempel di kulit. Nah, sponge yang cenderung lembab ini bisa menjadi sarang kuman.

#3 Membentuk Alis Mata
Prinsip menggunakan pensil alis adalah menebalkan bagian yang kurang tebel pada alis. Jadi bagian yang sudah tebel, biasanya ada di pangkal alis, tidak usah ditebalkan lagi pakai pensil alis. Gunakan pensil alis yang runcing untuk mempertegas alis Anda.

Bagi yang memiliki bentuk alis tipis, sebaiknya pakailah alis warna gelap, sedangkan yang memiliki alis tebal pakaialah warna cokelat. 

Pertebal bagian alis yang kurang berwarna. Setelah itu, sisi alis agar terlihat lebih natural.


#4 Memakai Eye Shadow
Pilih warna eye shadow yang alami, seperti cokelat muda, abu-abu, pink, peach. Untuk acara-acara khusus, penggunaan warna eye shadow tergantung sama kepercayaan diri seseorang, misal gaunnya biru, eye shadow-nya biru, tetapi ini tidak harus juga kalau tidak pede. Untuk ketahanan eye shadow, menurut penuturuan Paula, merk dan harga sangat berpengaruh. Dibutuhkan komponen-komponen khusus dengan harga yang mahal dalam pembuatan eye shadow yang lebih tahan lama di kulit wajah.

Cara mengaplikasikannya, beri aye shadow agak gelap di bagian ujung mata. Semakin ke pangkal, pemakaian eye shadow semakin tipis.

Warna-warna eye shadoow yang lembut/salem jadi pilihan saya untuk make up sehari-hari


#5 Memakai Eyeliner dan Maskara
Eye liner ada dua jenis: padat (seperti pensil, nonwater resistant) dan cair (water resistant). Karena saya muslim, biar nggak repot juga menghapus make up saat mau sholat, saya pilih eye liner padat. Selain itu, pengaplikasiannya juga lebih mudah ketimbang eye liner cair *menurut saya.

Eye shadow dan eye liner berfungsi memberi imej pada mata dan make up. Untuk acara-acara tertentu, ika dandanan Anda ingin terlihat spookeyeye liner bisa dibentuk berbeda dari biasanya. Warna eye shadow tinggal dimainkan saja seuai tema make up.

Cara pemakaian eye liner: tarik ujung mata, lalu aplikasikan eye luner tepat di sepanjang kelopak mata. Pada bagian ujung mata, tarik eye liner sedikit ke atas. 
Maskara berfungsi untuk melentikkan bulu mata agar lebih hidup dan ekspresif. Jepit bulu mata denagn penjepit bulu mata, lalu aplikasikan maskara. Untuk keperluan khusus, seperti menghadiri pesta atau jamuan, biasanya juga dipasang bulu mata palsu.

#6 Memakai Blush On
Pakailah blush on dengan warna-warna lembut seperti pink, peach, atau oranye. Sapukan blush on di tulang pipi yang paling menonjol. Untuk usia muda, akan lebih baik bila menyapukan kuas blush on dari tulang pipi ke telinga bagian dalam.

Pengaplikasian blush on dan lipstik dalam sehari-hari.


#7 Memakai Lipstik
Gunakan lipstik dengan warna natural seperti soft pink atau peach.

This is it... before (kanan) and after (kiri) make up. Ketje nggak? :D

Itulah rangkaian kegiatan beauty class bareng Paula Meliana. Sungguh suatu kegiatan yang seru, bermanfaat, dan inspiratif! Seru karena peserta yang ikut antusias. Mereka aktif bertanya juga aktif belajar (meski hanya beberapa yang praktik merias diri). 

Bermanfaat karena saya dapat tambahan banyak ilmu juga praktik seputar make up dari pakarnya langsung, Inspiratif karena Paula mengajak kami, para perempuan, untuk bangga dengan kecantikan yang diberikan Tuhan, tanpa harus minder. Paula juga menggerakkan hati peserta agar merias bukan hanya asal tabur make up di wajah, tetapi juga bagaimana menjadikan keterampilan merias menjadi sesuatu yang bisa menyebabkan wanita menjadi mandiri secara finansial.

Jadi gimana? Masih minder sama kecantikan yang kamu miliki? Saya sih NO, nggak tahu kalau Mas Anang? It's all because I am beautifuuuuull :)

"Peralatan perang" saya :D Semua item yang digunakan tidak musti satu merk sebab tergantung dari kecocokan kulit juga. 

"Cantik itu ketika kamu merasa percaya diri atas apa yang dimiliki, tanpa harus iri dengan yang dimiliki orang lain. Ditambah lagi dengan keindahan perilaku"                   -anesanisa 



Tidak ada komentar

Terima kasih sudah berkomentar dengan sopan :)