Menyapih Riyadh

Assalaamu’alaikum…

Yeaaay.. Saya mau sujud syukur dulu karena anak yang pertama (emang baru satu sih) sudah berumur dua tahun! Alhamdulillah sehat. Anaknya udah bisa setengah lari, manjat, loncat, nyanyi, sholawatan, menumpuk benda, lagi seneng motong pakai sendok atau pisau (tentu dengan pengawasan). Alhamdu ... lillah. Mudah-mudahan sehat selalu ya!

Okeh. Ngomongin perjalanan anak di usia dua tahun ternyata menyimpan sejumlah pekerjaan rumah untuk orangtua. Ehh ini buat saya, sih yang rada malas menstimulus anak, apalagi pake montessori di rumah :D *jangan ditiru* Trus apa aja tuh PR-nya? Mulai dari menyapih, toilet training, pengenalan warna, huruf, angka hingga termasuk konsep berhitung.

Saya sendiri baru saja menuntaskan proses menyapih yang berlangsung kurang lebih dua bulan. Weaning with love (WWL) nggak ya namanya? Cobalah baaca aja critanya. Apakah kalean para mama juga sedang atau akan menyapih anak? Mudah-mudahan sharing dari aku kali ini bermanfaat. Bahasanya nanti bakalan rada sembrono sih. Monmaap yak. Here wo go, menyapih Riyadh di usia 25 bulan!

Ini foto waktu anak usia 1 bulan. Sekarang udah usia 26 bulan dan telah disapih. Ikuti perjalanan menyapih Riyadh di blog ini, ya!

Kenapa Menyapih Riyadh?


Sebenarnya tidak ada kewajiban bagi ibu untuk menyapih anak di usia 24 bulan. Mau lanjut boleh, yang stop juga boleh. Baik WHO maupun ajaran agama yang saya anut (kitab Al-Quran) mengatakan, susuilah anakmu hingga usia dua tahun atau lebih. So, yeaah no problem kalau Mama masih menyusui di usia anak yang lebih dari dua tahun. Semua balik lagi kepada kerelaan Mama.

Yess, kerelaan Mama jadi kunci banget untuk keberhasilan menyapih anak. Batin anak sama mama konten menyatu. Apa yang mama rasakan, anak juga rasakan. Kalau belum siap dan tega menyapih, ya jangan menyapih dulu. Nggak akan berhasil. Nikmatin aja proses menyusui.

Yang namanya menyusui itu tidak hanya sekadar menempelkan puting ke mulut anak. Di balik itu ada yang namanya tetesan tangis, darah (beberapa ibu), kepegelan leher pundak punggung mama, juga pengorbanan waktu. FYI, Riyadh itu tipe neneners yangg langsung, direct to payudara secara mamanya ibu rumah tangga yeuh. Anytime anywhere breastfeeding.

Selain bagi anak, ASI juga sangat penting bagi ibu. (dok. KemenPPA)

Semua berawal saat Riyadh suka ngentil di malam hari. Riyadh itu tipe anak yang malam sering mendusin meski saya sudah memberikan dia makan berat satu hingga dua jam sebelum tidur. Kata rangorang, anak ngentil atau sering bangun gitu karena lapar. Masa iya? Masih kata rangorang, makin gede si anak makin jarang bangun malemnya. Yang ini aku nggak tau sampe seberapa gedenya si anak.

Akan tetapi, menurut saya tentang perkataan rangorang, ini nggak berlaku sama Riyadh. Agak susah ditebak ritmenya Riyadh. Kecapekan bisa bikin dia tidur lelap, bisa juga cranky di malam hari. Kedinginan, gerah, atau penyebab nggak jelas lainnya juga bikin dia mendusin melulu.

Kalau udah mendusin, yaa biar nggak keluar susu pun tak apa. Asal nempel aja, asal ada mamanya-yowes. Ngentil. Yang namanya ngentil, ini berlangsung lama. Kalau puting ditarik, suka nggak dibolehin walau sering juga dilepas paksa. Jadi, aku berkesimpulan, Riyadh nenen plus ngentil karena kenyamanan, bukan lapar, atau kecapekan.

Karena ngentil parah yang berlangsung tiga malam berturut-turut dan menyebabkan leher, pundak, punggung saya pegel. Pernah juga suatu malam dia gigit puting sampai saya kaget terbangun dari tidur pulas. Ditambah lagi saya kepikiran akan ada acara besar di Februari nanti yang mengharuskan aku “kerja” dan nginep, ya sudah kuputuskan menyapih Riyadh secara TOTAL di usia 25 bulan. Yang tadinya nggak ada planing sama sekali, digerakkin aja seketika untuk menyapih.

Nama: Riyadh, Usia: 4,5 bulan, Hobi: Nenen

Tips Menyapih ala Amam Riyadh

1. Sounding ke anak secara intens

Siapa bilang anak nggak ngerti sama apa yang orangtuanya omongin? Anak itu paham lho Ma apa yang kita omongin. Ibaratnya kayak saya orang Betawi ngerti saat orang Jawa ngomong apa, tapi nggak tau gimana menjawabnya. Yaa begitulah kurang lebih kondisi anak. Apalagi kalau orangtua semakin sering sounding-nya. Makin nempel di hati nakanak.

Saya udah mulai sounding menyapih ke Riyadh dari usia di atas 18 bulan. Tepatnya lupa si. Itu juga kalau inget aja. Ehehehe. Karena memang pada saat itu saya nggak memaksakan selesai menyusui pas dua tahun. Liat kondisi aja nanti.

Ragam penyakit pada anak yang bisa dicegah dengan ASI. (dok. CNNIndonesia)


Nah, di saat niatan menyapih itu sudah ada, saya makin intens tuh, Ma sounding ke Riyadh soal menyapih. Biar anak inget, paham, dan tahu maksudnya. Baca-baca teori menyapih, ada yang melarang penggunaan frase “tidak boleh nenen” karena anak merasa dilarang. Kalau saya si gunakan aja frase itu disertai alasan. Jadi, anak tahu sebab pelarangannya.

Sounding ke anak juga jadi faktor keberhasilan saat aku menyapih Riyadh, lalu dia sakit. Anak kalau sakit maunya nenen ‘kan. Ya udah aku kasih nenen sambil bilang, “Riyadh boleh nenen karena lagi sakit. Nanti kalau udah sembuh, Riyadh tidak nenen lagi karena sudah anak-anak”.  Pas sakit, Riyadh seperti takut meminta nenen ke aku. Akhirnya aku perbolehkan dengan syarat. Begitu sembuh sakit radang, ya udah dia nggak minta nenen melulu. Bobo siang juga nggak nenen.

Pusing pala barbie difoto  melulu sama Amam.

2. Menyapih secara Bertahap

Yess, ini bener banget. Menyapihlah secara bertahap supaya anak tetap merasa disayang. Anak juuga ngerasa nggak kehilangan momen untel-untelan sama mamanya. Bertahapnya seperti apa? Ini beda-beda sih ya antarmama. Dulu kalau aku baca literatur suka bingung, gimana praktekkin bertahapnya itu.

Jadi, aku sudah mulai menyapih bertahap Riyadh di usia satu tahun. Kalau bangun tidur nggak selalu menawarkan nenen. Nenen kalau diminta aja, kecuali dia sakit ya. Sekalian mengajarkan Riyadh, kalau lapar, ya makan. Bukan nenen yang dicari. Ku juga bermaksud mengajarkan anak tidak nenen addict. Pernah baca cerita salah seorang teman blogger yang dipaksa menyapih dini sama dokter karena didiagnosa nenen addict dan menyebabkan berat badan yang sulit bertambah.

Lalu di saat usia 24 bulan, Riyadh aku berhentikan nenen siang. Semakin sering aku sounding ke Riyadh. “Riyadh, kalau tidur siang sekarang tidur aja, nggak usah nenen. Riyadh boleh Mama gendong kalau ngantuk tapi jangan lama-lama. Kalau mau diusap-usap belakangnya juga nggak apa sampai Riyadh tertidur.”

Mabok ASI. Muka berbitik merah akibat kena muncratan ASI.

Cranky? Oh ya jelas. Anak kehilangan kenyamanannya. Pertama kali disapih siang, yaa nangis meronta-ronta. Ada kali setengah jam nangis histeris minta nenen. Tapi aku teguhkan hati *ceileh* tidak kasih nenen dan terus kasih tau kalau siang udah nggak nenen. Kita sapih bertahap. Lama-lama kelamaan dia tidur karena capek nangis. Lalu, mendusin sekali. Ya gendong atau usap-usap aja. Jangan kasih nenen. Tidur lagi deh anaknya.

Bagi Riyadh, teknik meredakan cranky-nya adalah menggendong dengan posisi kepala persis di depan dada aku. Pernah baca, anak akan tenang kalau mendengar detak jantung ibu. Nah Mama harus atur detak jantung Mama supaya rileks, nggak ikutan cranky karena anak cranky minta nenen.

Produksi ASI itu sesuai dengann permintaan. Semakin banyak permintaan, produksinya juga semakin banyak. Yang penting Mama selalu happy dan makan makanan sehat supaya produksi ASI banyak dan berkualitas. (dok. hanelle.com)

Rewelnya seminggu dengan intensitas kerewelan yang makin berkurang. Lama-kelamaan ya dia kalau tidur siang, full tidur. Tanpa mendusin, minta nenen. Biasanya kalau tidur siang, per jam dia bakal mendusin mencari nenen. Pasca disapih, enak ‘kan mama bisa istirahat siang 1-2 jam kalau anak tidur.

Pun begitu saat menyapih malam. Dua malam aku biarkan Riyadh tidur tanpa nenen, tapi kalau mendusin masih aku kasih nenen. Malam selanjutnya, keep sounding, “Mulai malam ini Riyadh sudah tidak nenen lagi karena sudah anak-anak. Riyadh sudah pinter lari, menyanyi, sholawatan. Kalau bayi seperti kakak (kebetulan Riyadh punya kakak sepupu yang masih bayi) cuman bisa nangis.”

Awal menyapih total gimana? Ya cranky. Wajar! Lalu tengah malam masih kebangun 2-3 kali. Ya aku gendong, timang-timang, tawarin minum air putih kalau masih nangis juga. Lalu, anaknya ya tidur aja lagi. Begitu setiap malam. Ada 10 malam Riyadh cranky karena disapih. Nggak apa. Ke sananya, Riyadh nggak pernah tuh yang tiap 2 jam kebangun mencari kenyamanan. Kalau udah tidur, ya tidur aja. Bangun kalau udah pagi. Mama bisa istirahat fuuuull tengah malam.

Waktu rambut masih di pinggir-pinggir doang. Sekarang udah mulai rata di seluruh kepala.

3. Doa Orangtua


Sebaik-baik penolong buat orangtua, yaa cuman doa aja sama Alloh. Minta dimudahin, disabarin dalam mengasuh anak, termasuk masa penyapihan. Aku pernah sih merapalkan doa saat menyapih Riyadh. Bapaknya RIyadh yang nemuin di Google. Anteng si Riyadh tidurnya pas aku bacain doa itu. Karena cuman sekali baca juga sepertinya nggak merefleksikan kondisi menyapih, ya. Akhirnya aku balik lagi cuman berdoa biasa aja sama Alloh habis sholat.

4. Pijatan Relaksasi Sebelum Tidur

Yang ini aku nggak tau ya, ngaruh banget atau nggak ke anak. Yang jelas di masa menyapih ini aku buat rutinitas sebelum tidur, seperti pipis dulu, sikat gigi, cuci tangan dan kaki, pijatan relaksasi, pakai baju tidur, berdoa, lalu tidur.

Apa yang dinamain pijatan relaksasi? Yang aku baca di kulwap BCJan16, pijatan relaksasi adalah pijatan yang mengarah searah tumbuhnya rambut. Anak akan lebih rileks jika dipijat searah tumbuhnya rambut sebelum tidur. Kalau pijat berlawanan dengan tumbuhnya rambut gimana? Nah, ini justru pijatan yang membangkitkan energi. Baiknya dilakukan sesudah mandi.

Sekarang pasca disapih, Riyadh suka nggak mau diajak bebersihan sebelum tidur. Kadang maunya langsung tidur aja. Cuman yang aku rasa efeknya, semakin sering aku lakukan pijatan relaksasi, pas diurut sama tukang urut langganan, Riyadh nggak terlalu meronta kesakitan. Anak laki, 2 tahun, 'kan lagi aktif banget. Jadi suka aku urut, jaga-jaga ada cedera yang nggak ketahuan dan efeknya baru muncul saat udah tua nanti.

Tangan ibu memang ajaib. Sentuhan melalui pijatan gini juga jadi salah satu cara bounding ke anak. Pun sesaat sebelum tidur, bisa bikin anak rileks.

5. Jangan Gantikan ASI dengan Dot

Bukan nggak boleh ngedot, tapi alangkah baiknya bila membiasakan anak minum di gelas. Jadi, begitu anak pulas tertidur di malam hari, yaa dia beneran tidur sampai pagi. Kenyang makan, nggak bangun minta susu di tengah malam. Tidak mengganti posisi ASI dengan dot juga baik untuk kesehatan gigi, mencegah karies.

Tantangan Menyapih

Tantangan menyapih dari Riyadh sendiri nggak ada sih, ya. Karena kuncinya di ibu yang bulet niat menyapih, sounding ke anak, dan tetap ngejaga perasaan anak dengan sering peluk, cium, main bareng. Namun, aku missed kerja sama ama partner hidup alias bapaknya Riyadh.

Tantangan aku lebih kepada bapaknya Riyadh. Dia nyaranin aku untuk pake jasa tukang urut biar anaknya nggak rewel-rewel amat kalau disapiih. Lebih ke didoain gitu si Riyadh. Di lain kesempatan, tukang urut langganan aku juga suka kasih daun pepaya di payudara ibunya supaya anak ngerasa pait saat menyusui. Buat aku, BIG NO-lah yang kayak gitu. Pake insting ibu aja. Disabar-sabarin gendong anak seberat belasan kilo saat tengah malam. Dengan kondisi mata setengah melek, badan masih lemes karena lagi tidur.

Bapaknya Riyadh pernah marah-marah karena Riyadh nangis histeris tengah malam waktu disapih pertama kali. Doi juga lagi kurang tidur. Bapaknya nyuruh kasih nenen aja. Kasih susu formula aja biar diem. EITS, tidak bisa! Aku cuekin aja bapaknya. Kalau nggak mau nolong, plis atulah jangan kasih saran yang nggak membantu.

Lalu, aku kasih tau bapaknya, “Kalau tidur nggak mau keberisikan, nginep aja dulu di rumah ibu kamu. Riyadh lagi aku sapih. Akan ada kemungkinan besar dia cranky di tengah malam”. Selanjutnya, yaa bapaknya diem aja. Tetap tidur di rumah dan membantu aku saat Riyadh cranky tengah malam. Ikut gendong maksudnya.

Libatkan pasangan dalam proses menyapih juga turut membantu pekerjaan ibu di malam hari. (dok. oasisilmu.com)

Gimana Tidurnya Riyadh pasca Disapih?

Riyadh tipe anak yang kalau mamanya nggak tidur, dia nggak tidur. Mau tidur malam atau siang, yaa begitu aja. Ikutin mamanya. Etapi kalau siang dia capek main, habis maghrib suka tidur sendiri. Tapi ini jarang banget juga.

Riyadh aku paksa untuk tidur siang. Pernah nanya ke sesama mama, katanya jangan dipaksa tidur siang sebab nanti tidurnya stress. Yaa balik lagi ke kondisi anak dan ibu kali, ya. Kalau diturutin Riyadh nggak akan tidur siang. Jadi, aku setting suasana tidur. Nanti lama-kelamaan Riyadh tidur sendiri.

Kalau lagi main ke rumah nenenk dan banyak sepupunya, Riyadh aku ajak naik motor di jam tidur. Puleslah dia di motor, berlanjut hingga beberapa jam kemudian. Buatku tidur siang ini pentinig banget untuk mood anak.

Payudara Bengkak setelah Menyapih?

Kalau aku nggak mengalami hal demikian. Enggak tahu kenapa. Dari mau nyapih juga aku seperti berpikiran ASI-ku udah nggak ada. Setiap Riyadh nenen kayak cuman nempel doang mulutnya, nggak kerasa keluar susu. Biasanya masih suka LDR sekali, tapi ini udah nggak kerasa sama sekali. Walhasil, pasca menyapih, payudara aku nggak bengkak, apalagi sampe ngalamin meriang.

Anak Makan Lebih Banyak Setelah Menyapih?

Di awal menyapih si iya. Berat badannya sempat naik 300 gram, tapi lama-kelamaan nafsu makannya seperti biasa lagi. Ada kalanya dia lagi makan banyak, ya banyak. Ada kalanya dia lagi males makan, ya dikasih apa aja nolak. Tapi alhamdulillah si bulan ini naik meski 100 gram versi dacin. Yaa disyukurin aja. Yang penting anak sehat, aktif, dan doyan telor puyuh. Wkwkwk kok jadi telur puyuh? Iya soalnya telur puyuh itu hi-protein dan lemak, bagus banget buat sistem imun dan BB booster anak kalau diberikan dengan serius.

Waktu awal-awal MP-ASI. Sekarang Riyadh masih sering aku kasih cemilan. Sehari paling nggak satu di sore hari untuk cemilan berat. Kalau malam dia nggak terlalu nafsu makan, its okay karena sore udah nyemil.

Apakah Anak masih Suka Minta Nenen paska Disapih?

Ya, Riyadh masih suka minta nenen. Aku nggak tau sih dia bercanda apa nggak sebab dia ini udah bisa bermain peran bohong. Kadang-kadang dia bercandain aku, “Nenen, yoook!”. Terkadang pula dia seperti merengek minta nenen. Ya mau bercanda ataupun nggak, tetap aku nggak kasih nenen. “Nenen untuk siapa?”, kataku. “Dede bayi”, lanjut Riyadh.

Habis deh empat halaman aku cerita tentang perjalanan menyapih Riyadh. Yang jelas setelah menyapih, makin ke sini makin kangen masa gendong anak. Wkwkwkw. Aku kan ke mana-mana gendong Riyadh, jarang bawa stroller. Kalau Riyadh seharian lagi main ke rumah neneknya, malemnya aku suka kangen gendong Riyadh atau peluk dia aja gitu. Mungkin karena suka keruntelan pas ngelonin Riyadh. Nggak tau deh, anaknya kangen juga apa nggak. Kita nggak nerapin yang namanya main peluk-pelukan gitu si, hehehe.

Well, apapun teknik menyapih yang dilakukan para Mama, hanya mama dan anak yang tahu kondisinya. Keep up the positive vibe aja antara mama dan anak. Semoga bermanfaat ya sharing menyapih dari Amamnya Riyadh. Sampai ketemu di cerita toilet training ala Amam Riyadh.

Wassalaam.

Alhamdulillah dikasih kesempatan jadi ibu rumah tangga yang juga menyusui. Nggak perlu repot bawa botol-botolan plus kaleng susu kalau bepergian.

Komentar

  1. Wah, emang kalau lagi masalah nyapih itu susah gampang yaa. Eh btw, jadi suka makan ya anaknya kalau habis disapih.

    BalasHapus
  2. Aku lagi berjuang, tapi pelan2 sih...sounding plus ngasih uht. Sekarang udah lumayan berkurang nenennya. PR nya masih banyak,pas mau tidur utamanya...harus ngempeng hehehe.
    makasih sharingnya mama Riyadh ^^

    BalasHapus
  3. Wah salut dengan tekadnya untuk selalu memberikan ASI. Cara untuk menyapihnya bisa dicontoh nih.

    BalasHapus
  4. Gemeezzzz banget lihat Riyadh. Semoga sehat selalu ya baby pinterrr

    BalasHapus
  5. Tipsnya keren,, Jadi inget dulu waktu nyapih Shakila,, waktu di sapih payudara aku di taroin lipstik sama sambiloto jadi ga mau lagi dia nyusu nya hehe.

    BalasHapus
  6. Yeayy... selamat ya Nisa, udah lulus WWL. Dulu wkt Narend WWL nya pas 1.5 tahun. Gak tau itu brenti sendiri. Tau kalik produksi ASI maminya udah semakin menipis :p

    BalasHapus
  7. Gampang-gampang susah memang menyapih anak, aku dulu juga bertahap dan hampir 1minggu Haidar tidur gelisah, bangun tengah malam minta ASI tapi aku ganti air putih, harus tega sih agar si kecil terbiasa.

    BalasHapus
  8. inget adekku dulu waktu kecil. aku suka iseng untuk lepasin susuannya. sampe adikku nangis meraung2 karena jengkel. aku sering saranin untuk disapih aja. bukan ga seneng adek lengket sama mama, tapi kalau udah lebih dari dua tahun kan nyebelin...hehe.

    BalasHapus
  9. Wah sebagai seorang ibu seneng banget ya mengalami segala proses bersama si Kecil jadi momen yang tak terlupakan. Dulu juga anak-anak waktu disapih punya cerita masing-masing yang seru dan berbeda-beda yang penting tetapsemangat dan positive thinking ya mbak...

    BalasHapus
  10. Menyapih perlu trik dan keteguhan juga, kadang suka ga tega anak nangis hehhe

    BalasHapus
  11. Wah, baik untuk ibu dan anak, ASI banyak banget manfaatnya. Thanks for sharing, mba :)

    BalasHapus
  12. Waalaikumsalam...

    Kalo aku lebih percaya Al-Qur'an atau agama daripada WHO. Hehe Anjuran untuk menyusui anak hingga 2 tahun atau 24 bulan pasti banyak hikmah, pelajaran, dan manfaat di dalamnya.

    Tapi, ya, memang tergantung situasi dan kondisi juga. Agama pun nggak memberatkan. Tapi percaya deh, sains dan ilmu pengetahuan pun belum mengungkap semua rahasia ini. 😎👌

    BalasHapus
  13. Terimakasih Mbak udah sharing, kebetulan istri saya juga berniat menyapih anak kedua kami Baby Aira. Dan kendalanya sama, saya yang nggak tega, kirain kalo proses menyapih itu baru dimulai setelah anak genap umur 2 tahun. Ternyata harus dimulai sejak anak belum 2 tahun ya, ini sempat jadi bahan perdebatan dengan istri he3

    BalasHapus
  14. Lucu bangeeet riyadh yaaa .. jadi pengen pulang usel usel bocils dirumah yang juga lucu :D :D

    BalasHapus
  15. Infonya lengkap banget mba, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  16. Menyapih selalu seru ya kak. Tapi tetap ada step by stepnya ya agar si kecil juga nyaman ya

    BalasHapus
  17. waahhhhhh repot juga ya pas menyapih... tapi emang harus sih.. cuman dulu anak ku udah brenti sendiri minum ASI nya.. abis emaknya kerja kantoran

    BalasHapus
  18. ASI sangat penting bagi bayi karena berpengaruh untuk Otak,

    BalasHapus
  19. Ga kerasa ya udah 2 tahun aja. Pokoknya menyapih dengan cinta ya. Jadi ingat saat menyapih anak-anak dulu.

    BalasHapus
  20. Menyapih memang salah satu pr juga.. Ditambah ikutan ikatan batin yg kyknya susah2 gampang mau lepas/in.. CoZ kdg terasa sakit kyk diputusin pacar.. Haha.. Maklum ya mbak, aku lg eror..tp ini rasanya aku wkt menyapih anak hehe

    BalasHapus
  21. selamat lulus sapih riyadh :)

    aku nyapih anakku menjelang usia 3 taun, sempet pake teknik orang jaman dulu tapi gak mempan, yaudah pake cara sendiri

    BalasHapus
  22. Riyaddddhhh, jalan-jalan lagi yuukk. Udah di sapih kan?

    BalasHapus
  23. Penuh perjuangan banget buat nyapihnya ya mba, aku jadi keinget mamaku dulu wktu nyapih ade ku, dengan segala cara juga. Tipe anaknya sama persis sama riyadh, suka mentil. Hehehe....

    BalasHapus
  24. ya ampun lucu banget dede riyadh, kadang drama menyapih beda2 ya mba, dlu mama aku suka pake yg pahit2 diputing susunya biar adeku gak mau nenen, dan alhmdulillah berhasil.

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkomentar dengan sopan :)

Postingan populer dari blog ini

Merayakan Ulang Tahun Anak di Rumah

[My 1st Pregnancy] Tentang Jenis Kelamin di Minggu ke-21

Merawat Kulit Wajah bersama Garnier Duo Clean Whitening-Smoothing