Tips Antipanik saat Anak Sakit

Assalaamu'alaikum

Desember adalah bulan istimewa bagi saya. Selain bulan di penghujung akhir tahun, hanya di bulan Desember pula diperingati sebagai hari lahir anak pertamaku, Hari Ibu Nasional, dan hari ulang tahun bunda saya. Hihihii bisa pas gitu, ya? Semua berkaitan dengan ibu dan anak.

Kamu tentu setuju dong kalau mama (bunda) adalah orang yang paling berjasa dalam hidup? Bakal basa banget omongan orangtua, "Ntar lu rasain kalau udah punya anak!" Eh yaaa bener aja. Yaa begitulah rasanya punya anak. Wakakaka nano-nano. Terkadang saya pun berpikir kalau lagi suntuk, kok yaa gini amat jadi ibu. Hehehe.. Meski "kok ya gini amat", saya mengakui cinta bunda ke anak nggak ada duanya. Selalu ada cinta di hati bunda.

Tidak bisa dihitung besaran cinta bunda dan anak, mulai dari masa-masa menanti kehamilan hingga tak terhitung waktu yang dikorbankan seorang bunda saat anak lahir. Belum lagi saat si kecil sakit. Beuuh, itu rasanya... Biarpun bunda bekerja, saya yakin pikirannya pasti di rumah. Apakah si anak semakin membaik atau justru memburuk kondisinya? Apakah anak mau makan, minum, minum obat di saat sakit? Banyak deh kekhawatiran yang dialami bunda saat anak sakit. Tak jarang berujung rasa panik, lalu bunda nggak bisa mikir apa-apa.

Tips Antipanik saat Anak Sakit

Biarpun saya sudah  berumah tangga, bunda selalu update kondisi saya begitu tahu saya sakit. Apalagi saya ya, yang masih punya balita. Riyadh (2), anak saya, termasuk anak yang sering sakit di satu tahun pertama kehidupannya. Kata orang si hal itu termasuk wajar karena di tahun pertama kehidupan itu anak mau banyak kepintarannya. Wow moment yang dialami saat belum punya anak seakan-akan langsung rontok deh begitu tahu anak sakit.

As a new mom, saya bingung harus bagaimana saat Riyadh sakit. Bahkan, pernah panik juga. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, rasa panik sudah tidak ada lagi. Nah, di tulisan kali ini saya mau sharing bagaimana wujud cinta seorang ibu saat anak sakit. Antipanik saat anak sakit. Kalau udah panik, orang cenderung nggak bisa mikir.

Saya akan sharing lebih spesifiknya ke gejala awalnya, yakni demam. Kenapa demam yang diambil? Sebab itulah yang sering dialami Riyadh. Demam karena mau flu, mumps (gondongan), roseola, habis imunisasi, tumbuh gigi, dan yaa.. demam aja gitu tiba-tiba.

Selain sharing pengalaman, menulis tentang demam gini sebenarnya flash back bagi saya saat mengikuti kelas Program Edukasi Kesehatan Anak untuk Orangtua (Pesat) Jakarta yang ke-15, September 2014 lalu. Lama yeuuuh? Saya pun sempat lupa kalau pernah mengikuti ini, bahkan sempat lupa juga menerapkan ilmunya di awal-awal Riyadh demam :D *maafkkeun mamamu, Riyadh*


As a new mom, saya sempat panik saat Riyadh demam. Pnik dan bingung apa yang harus dilakukan, apalagi kalau anak sudah rewel. Setelah belajar dari pengalaman, membaca literatur di internet, dan mengingat kembali kelas yang pernah diikuti, saya mau sharing tips antipanik saat anak sakit. (sumber gambar: hanahanif.com)


Apa Itu Demam?

Bunda, sebelum masuk ke tips, saya kasih penjelasan dulu ya tentang demam. Demam bukan nama penyakit, lho Ma. Demam merupakan gejala. Oleh karena itu, di awal tulisan saya katakan, Riyadh sering demam. Demam karena mau flu, mumps (gondongan), habis imunisasi, tumbuh gigi, dan yaa.. demam aja gitu tiba-tiba.

Menurut dokter Vina Karina Apriyani, dokter yang menjelaskan tentang sesi demam di kelas Pesat Jakarta ke-15, demam adalah respon yang diberikan tubuh saat terdapat infeksi dalam tubuh. Demam merupakan proses alami, semacam alarm bahwa ada benda asing nih di dalam tubuh.

Riyadh terkena roseola di usia 9 bulan. Empat hari demam. Hari keempat muncul bintik-bintik yang disinyalir roseola menurut dokter. Yaa begini deh kalau bayi udah sakit. Maunya digendong Mama aja #emakkudusetrongyesss

Nah, karena demam sebagai alarm, hal yang pertama kita lakukan adalah mencari sumbernya. Apa yang menyebabkan si anak terinfeksi, sehingga timbul demam? Efek dari demam ini sudah pasti sel darah putih (leukosit) meningkat. Respon tubuh juga untuk proteksi dari benda asing. That's why, anak yang demam kalau diambil darahnya, leukosit meningkat dari kadar normal.

Yang jelas, lanjut dari penjelasan dokter Vina, sebagian besar penyebab demam diakibatkan oleh virus yang bersifat bisa sembuh sendiri (self-imitating). Hanya sebagian kecil lainnya yang disebabkan oleh bakteri dan membutuhkan penanganan khusus.

Kapan Dikatakan Demam?

Lanjut dari penjelasan dokter Karina, berdasarkan Kaiser Permanente Appointment and Advice Call Centre, seseorang dikatakan demam bila suhu pengukuran pada rektal (dubur) mencapai >38 derajat Celcius atau >37,5 derajat Celcius pada aksila (ketiak) atau >38,2 derajat Celcius pada membran timpani (telinga).

Pengukuran suhu tubuh dilakukan menggunakan termometer, ya bun. Bukan pakai punggung tangan, hihihih. Tahu lah ya bunda, termometer jadi salah satu alat wajib dalam kotak P3K di rumah.

Ukurlah suhu anak menggunakan termometer untuk mengetahui angka suhu yang valid, ya bunda! (sumber gambar: uzone.id)

Tips Antipanik saat Anak Sakit (Demam)

"Jangan ke dokter melulu! Jangan dikit-dikit minum obat melulu", ini nih kalimat yang paling saya sering dengar dari orang sekitar kalau anak sakit. Saya bukan antiobat juga antidokter, si. Yaa abis gimana, dong? Anak sakit, bunda panik, diapain lagi kalau bukan ke dokter? Mau ambil tindakan ina itu takut salah, ye kan? Karena ilmu medis kita saya yang belum mumpuni.

Saya sempat mengalami masa panik saat anak sakit, sedikit-dikit bawa Riyadh ke dokter. Anaknya anteng, nggak terlalu gelisah, berobat ke dokter. Just make sure aja, ini anak sakit apa. Berilah obat anka saya obat, dok supaya sembuh dan lekas ceria lagi. *i am begging*. Kenyatannya, begitu saya ke dokter, Riyadh dikasih resep yang sama: lanjutkan obat penurun panasnya, tambah vitamin, kalau ada batuk ya ditambah obat batuk. Trus keesokan harinya anaknya udah ceria aja lagi. "Well, okay Riyadh! Kamu cuman pengen ketemu dokter aja", kata saya kala itu.

Nah, dari baca-baca kembali hasil belajar saya, orangtua tidak perlu terburu-buru membawa anak ke dokter. Tips antipanik pertama saat anak demam, yaa... itu, observasi. Observasi ini jadi bagian dari langkah bunda dalam mencari penyebab si anak demam. Observasi di rumah:
  • Berapa suhu tubuh anak selama mengalami kenaikan?
  • Apakah anak masih mau bermain dan beraktivitas?
  • Apakah anak masih mau minum?
  • Apakah anak masih sadar/bisa dibangunkan?
  • Apakah warna kulit anak normal (merah muda)?
  • Jika dilihat secara keseluruhan, apakah anak masih baik-baik saja?
Kalau keenam poin di atas masih baik semua, bunda tidak perlu panik dan membawanya ke dokter. Biarkan demamnya turun sendiri.



Riyadh sempet kena gondongan di usia 13 bulan. Ketularan dari tetangga. Sempat demam tinggi selama tiga hari. Hari keempat muncul bengkak di sekitar rahang. Maunya nempel melulu kayak gini. Biarlah, asal anak tidak rewel, Bunda pun tenang.

Adapun langkah supaya demamnya turun, kita lanjut ke tips kedua, yaitu perbanyak konsumsi air.  Mengapa? Yang ditakutkan saat anak demam adalah dehidrasi atau kekurangan cairan. Kalau sudah dehidrasi, otomatis suhu tubuhu sulit turun, anak pun bisa kejang karena suhu yang terus meningkat. Duh, bisa tambah gawat, lagi nih dna muncul persoalan baru!

Apa tandanya seseorang dehidrasi?
  • tidak buang air kecil lebih dari 6-8 jam,
  • air kencing berwarna keruh dan pekat,
  • bibir kering dan pecah-pecah,
  • saat menangis tidak keluar air mata,
  • mata cekung,
  • anak loyo, lemas, tidak berdaya,
  • cubitan kulit perut keriput (tidak kembali seperti semula). 
Tapi 'kan susah ya menyuruh anak minum. Tenang, bunda punya seribu kunci! Buat yang masih menyusui, menyusuilah lebih sering lagi. ASI juga cairan, bukan? Cairan plus-plus malah karena mengandung banyak zat gizi di dalamnya. Selain ASI, bisa juga susu formula.

Untuk air mineral, kita bisa memberikannya dengan sedikit-sedikit tapi frekuensi sering. Jangan lupa, terus sugesti positif ke anak supaya harapan orangtua dan perilaku anak nyambung. Sugesti ini pernah saya lakukan sama Riyadh beberapa bulan lalu. Jadi, Riyadh demam selama tiga hari, tapi masih mau minum. Sudah cek darah, hasilnya hanya sel darah (leukosit) putih saja yang naik. Wajar 'kan?

Menjaga keseimbangan cairan penting saat anak sakit supaya kondisinya semakin membaik. Kalau sudah kekurangan cairan (dehidrasi), bisa terjadi pengentalan darah. Akibatnya suhu tubuh sulit turun. Yang paling ditakutkan bisa menyebabkan kejang. (sumber gambar: hellosehat.com)

Karena sudah tiga hari suhu tubuhnya naik turun, begitu naik bisa sampai 39 derajat celcius, dokter menyarankan untuk rawat inap. Akan tetapi, saya menolak dengan prasangka si anak masih mau minum. Yaa walau makan rada males. Akhirnya, saya bawa pulang Riyadh dan kasih tau dia. Sugestikan ke Riyadh, "Riyadh harus lebih banyak minum lagi. Mama dan Riyadh bisa kerja sama supaya Riyadh sembuh, nggak dirawat, dan diambil darah". Hasilnya, Riyadh mau minum, suhu tubuh pun berangsur normal. Yeaay, nggak jadi tes darah lagi apalagi sampai opname!

Tips antipanik ketiga, gunakan pakaian yang tipis dan longgar. Ini diperlukan untuk mengeluarkan panas dalam tubuh. Salah banget kalau anak demam kita gunakan pakaian yang rapet. Suhu tubuh nggak akan keluar, lho ma. Yang ada panasnya terperangkap di dalam. Gunakanlah pakaian yang tipis dan longgar. 

Kompres menggunakan air hangat di bagian dahi juga lipatan-lipatan tubuh seperti aksila (ketiak) dan paha menjadi salah satu tips antipanik saat anak demam. Mengompres menggunakan air yang suhunya sama dengan tubuh bisa menjadi cara menurunkan suhu tubuh.

Selanjutnya, orangtua bisa mencoba tips skin to skin untuk menurunkan subu tubuh anak yang demam. Kalau di rumah saya si papanya yang melakukan. Papa bertelanjang dada menggendong anak untuk pertukaran suhu tubuh. Prinsipnya sama seperti mengompres dengan air hangat. Akan tetapi, biasanya kalau anak sakit otomatis maunya nempel ke bunda, ya. No problemos! Bunda bisa pakai baju yang tipis. Saya sendiri lebih sering skin to skin di bagian perut dengan purut (saat kelonan) atau punggung anak dengan tangan (saat menggendong).

Tips antipanik keenam, berikan makanan protein tinggi. Ini saya tahu dari dokter langganannya Riyadh, Siti Budiarti. Dua kali ke dokter dengan tipe sakit yang sama, dokter selalu mengingatkan agar berikan anak telur ayam dua kali sehari untuk masa pemulihan demam.

Bunda, masih ingat fungsi protein? Yup, protein berfungsi dalam pemeliharaan jaringan tubuh, termasuk perawatan dan perbaikan. Telur ayam atau telur puyuh kan tinggi lemak? Yaa itu untuk kita orang dewasa yang tidak boleh terlalu sering mengonsumsi. Anak-anak masih membutuhkan lemak dan protein tinggi untuk masa pertumbuhan mereka.

Berikan protein tinggi pada anak untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan dalam tubuh. (sumber gambar: spartanshield.org)


Memberi pelukan hangat, Orang bilang, pelukan ibu bisa meredakan sakitnya si kecil. eh ini beneran, lho bun. Riyadh bukan anak yang suka dikompres. Jadi, kalau dia demam nggak pernah saya kompres. Dasarnya si anak memang maunya nempel melulu ya sama bundanya, apalagi sakit begini. Ya sudah semaunya Riyadh pasti saya gendong, saya peluk. Itulah yang harus disyukuri menjadi seorang bunda.

Bawang merah bisa bantu redakan demam pada anak. Ini saya dapat dari tukang urut langganan Riyadh. Dan benar saja, DetikHealth mengatakan bawang merah membantu melebarkan pembuluh darah. Jadi, tiap Riyadh demam saya pasti balurkan Riyadh dengan bawang merah. Caranya, bawang merah diiris tipis, campurkan minyak kelapa dan sedikit jeruk nipis. Lalu, balurkan ke seluruh tubuh anak sambil memijat perlahan.

Bawang merah sifatnya panas. Untuk meredakan panas dari bawang merah dan membuat anak tetap nyaman, bawang merah dicampur minyak kelapa. Setelah pemberian bawang merah, biasanya Riyadh keluar keringat. Suhu tubuh pun turun. Jangan lupa, bunda! Keringat yang keluar diisi lagi dengan air mineral untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

Selains ebagai bumbu masakan, bawang merah juga bisa membantu menurunkan demam. (sumber gambar: Tribunnews Palembang)

Last but not least, berikan obat bila perlu. Bila perlu, ya bunda. Karena seperti kata dokter Vina di awal tadi, demam biasanya bersifat sembuh sendiri. Meski demikian, obat penurun demam (antipiretik) boleh diberikan BILA anak demam disertai dengan sikap gelisah, rewel, tidak bisa tidur, tidak mau makan juga minum.

Saya pun begitu. Selama Riyadh demam, tapi masih nyantai (ya main-lari-makan walau sedikit-minum, antenglah itungannya), saya booster dulu dengan makanan bergizi dan minum. Kalau suhu sudah mencapai 38,5 derajat Celcius dan/atau anaknya loyo, diem, tidur melulu atau tidur tapi merintih terus, ya saya minumin obat. Anak sakit juga harus istirahat 'kan? kalau gelisah, bagaimana dia mau istirahat? 

Ini waktu Riyadh 11 bulan. Beuuh emaknya ikutan nangis waktu Riyadh diambil darah. Abisnya gagal melulu si suster ngambilnya. Sakitnya juga nggak jelas si virus apa yang menghampiri Riyadh. Nggak mau makan dan minum, akhirnya diopname untuk menormalkan cairan dalam tubuh.

Mengapa harus menunggu sampai 38,5 derajat Celcius? Lagi-lagi sesuai saran dari dokter Siti, suhu anak 38,5 derajat Celcius menandakan ada indikasi infeksi di dalamnya. Jadi, saat Riyadh demam, saran dokter Ati panggilan akrabnya, saya observasi selama tiga hari di rumah dengan melakukan enam hal di atas. 

Selama tiga hari itu, apakah anaknya masih aktif, mau makan dan minum, apakah suhunya mencapai 38,5 derajat Celcius kemudian bertahan atau malah naik terus atau turun kemudian sembuh. Jika tidak kunjung sembuh, baru deh tjuss ke dokter. Bagian obat, ambil darah, rawat inap bisa dipertimbangkan kemudian. Yang penting, tahu dulu kenapanya.

Kesehatan adalah segalanya. Nggak ibu, ayah, apalagi anak. Kalau anak sehat, hati ibu juga happy. Anak mau main apa aja, yaa hayuk. Apalagi diajak jalan-jalan ya.

Tempra, Obat Ampuh Penurun Demam Anak

Tadi saya bilang, berikan obat pada anak bila perlu. Nah, apa obatnya? Dari dulu saya cuman kasih satu jenis obat penurun demam ke Riyadh, yaitu paracetamol dengan merk dagang Tempra. Awalnya si yaa karena dokter anak yang berikan. Eh kok cocok, ya. Lanjutlah sampai sekarang. Tempra jadi obat yang wajib ada di kotak P3K rumah.

Kenapa si pilih Tempra? Selain karena cocok, berdasarkan hasil belajar sama doter Vina, nih. Jenis obat penurun demam (antipiretik) yang boleh diberikan ke anak ya paracetamol atau ibuprofen. Nah, Tempra ini jenisnya paracetamol. Cocok, donk sama teori.

Dari usia di bawah 6 bulan Riyadh udah demam. Kalau demam tinggi gitu, Mama kasih Riyadh Tempra drops. Dosisnya yaa tergantung berat badan Riyadh saat itu atau bisa juga sesuai dengan aturan yang ada di kemasan Tempra.

Pernah suatu ketika, saya diberikan antipiretik lainnya jenis ibuprofen karena demam Riyadh masih naik turun. Pemberian ibuprofen dilakukan bukan oleh dokter anak langganan Riyadh. Setelah pemberian ibuprofen, demam tak kunjung sembuh jua.

Kemudian, saya berpindah dokter. Pendapat dokter lainnya, pemberian ibuprofen pada anak bisa berbahaya bila anak terdeteksi demam berdarah dengue (DBD). Mengapa bahaya? Benar, ibuprofen bisa menurunkan panas lebih cepat. Akan tetapi, ibuprofen juga bisa memperburuk status perdarahan bagi penderita DBD akibat trombosit yang turun dengan cepat. Pendapat dokter yang saya temui ini juga sesuai dengan penjelasan di situs berita Antara. Ihk, ngeri ya kalau tau-tau anak DBD trus kebetulan dikasih ibuprofen. Sejak saat itu, saya balik ke paracetamol.

Ada dua jenis Tempra: Tempra Drops (0-1 tahun) dan Tempra Syrup (1-6 tahun). Kalau Riyadh demam, Tempra menjadi salah satu solusi pereda demam dan nyeri.

Paracetamol, antipiretik penurun demam. Namanya aja penurun, artinya obat antipiretik memang bersifat menurunkan, meringankan, tapi tidak menyembuhkan. Karena demam merupakan gejala, jadi berangsur-angsur akan pulih jika bukan penyakit yang serius. Selain menurunkan demam, Tempra (paracetamol) juga meredakan rasa nyeri. Nyeri dan demam sangat berkaitan. Kadang-kadang ada rasa nyeri di dalam tubuh yang membuat tubuh demam. Kalau anak habis diimunisasi dan muncul demam plus rewel, juga bisa lho dikasih Tempra. Ibaratnya, Tempra paket komplitlah untuk nyeri dan demam.

Begitupun dengan Riyadh. Selama ini, Tempra ampuh meredakan demam tinggi pada Riyadh. Naik turun suhu tubuh termasuk yang wajar dalam proses penyembuhan. Pemberian Tempra saat Riyadh demam juga tidak dilakukan sekali, biasanya setiap 4 jam kalau sudah demam tinggi dan berhari-hari. Balik lagi, lihat kondisi anak dulu. Kalau selama 72 jam tak kunjung membaik, saya bawa Riyadh ke dokter.

Kalau sudah dikasih Tempra, biasanya Riyadh bisa tertidur pulas. Yang tadinya digendong bundanya melulu, begitu diminumin Tempra, Riyadh bisa berbaring di tempat tidur. Yang tadinya merintih, begitu dikasih Tempra bisa lebih tenang. Kalau anak tenang, bunda juga bisa istirahat dulu :)

Nih, tante resep bundaku kalau Riyadh demam. Bunda selalu kasih Tempra kalau aku demam mencapai 38,5 derajat celcius disertai gelisah, nggak bisa tidur, merintih terus.

Selain karena cocok, ternyata Tempra aman di lambung. Alhamdulillah sejauh ini penggunaan Tempra sangat aman di Riyadh. Sebulan lalu, Riyadh sakit radang, nggak mau makan dan minum. Maunya nenen aja. I wonder if ASI-ku masih ada apa nggak ya secara ng-ASI selama ini saat mau tidur malam aja. Karena panas tak kunjung turun, tetap saya minumin Tempra. Alhamdulillah tidak ada masalah di lambungnya di kemudian hari, seperti mual atau muntah-muntah.

Tempra juga tidak perlu dikocok sebelum minum. Zat-zat yang terkandung di dalamnya larut 100 persen di dalam cairan Tempra. Keterangan dosis yang ada di kemasan Tempra juga tepat (tidak menimbulkan over dosis atau kurang dosis). Jadi, bunda tidak perlu bingung lagi harus kasih berapa mili yah ke anak saat sakit.

Karena tersedia dengan rasa buah, alhamdulillah gampang aja diminumin ke Riyadh. Buahnya juga familiar dengan buah-buahan yang ada di Indonesia, rasa anggur misalnya. Karena Riyadh pernah saya kasih anggur, jadi dia sudah familiar dengan rasanya. Yaa minum obat juga gampang aja.

Kemasan Tempra yang easy to use juga menjadi alasan saya memilih Tempra. Ukurannya nggak gede banget, 60 ml aja tiap kemasan. Paslah digenggam di tangan. Botolnya pun terbuat dari plastik. Kalau jatuh atau terpental, botol nggak mudah pecah, donk.

Detail kemasan Tempra Syrup yang easy to use.

Uniknya, Penutup Tempra bukan seperti penutup biasa yang gampang dibuka tutup. Membuka tutup Tempra harus pakai trik: ditekan dulu, baru diputar. Lalu, kebuka deh obatnya dan bisa dikonsumsi. Model tutup kayak gini asik banget saat bagian menutup kembali obat usai digunakan. Tinggal tekan saja.

Lingkaran berwarna hijau pada kemasan Tempra menandakan Tempra obat yang dijual bebas. Pada akhirnya, saya pun mudah sekali mendapatkan Tempra. Cukup pesan via ojek online aja supaya mereka pergi ke toko obat terdekat kalau persediaan di rumah mau habis dan Riyadh masih demam. Kamu juga bisa menemukan Tempra di supermarket-supermarket besar.



Kini, Riyadh sudah memasuki usia 2 tahun. Sebagai salah satu bentuk rasa cinta bunda dalam mengantisipasi sakitnya Riyadh, bunda selalu sedia Tempra di rumah. Karena sudah batita, Riyadh beralih dari Tempra Drops ke Tempra Syrup. Pilihan rasanya tetap sama, rasa anggur.

Selalu ada cinta di hati bunda, baik anak sedang susah, apalagi senang--saat anak masih kecil, apalagi udah dewasa--saat anak sakit, apalagi sehat. Kalau Riyadh sehat, bunda perbolehkan Riyadh main apa saja asal tetap dalam pengawasan orang dewasa. Mau jalan-jalan ke mana saja juga hayuk. Bunda pasti temani Riyadh. Kalau Riyadh sakit, #thepowerofemak ikut keluar. Biarpun menggendong hampir semaleman sambil memantau suhu tubuh, tetap aja nggak berubah rasa cintan bunda sama Riyadh.

Wow moment yang dialami bunda saat belum hingga mempunyai anak seakan-akan langsung rontok deh begitu tahu anak sakit. Capek, lelah, tangisan ibu saat mendidik anaknya seakan hilang semua saat melihat si anak tumbuh dan kembang secara normal, aktif, dan bahagia.


Yup, itulah bunda tips antipanik dari saya saat anak sakit. Rasa cinta kepada si kecil semakin disyukuri begitu melihat tumbuh kembang anak dalam keadaan sehat, baik, dan normal. Kalau Bunda sendiri gimana nih tips mengungkapkan rasa cinta pada anak saat sakit? Yuk, share di kolom komentar!

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra

Setelah tempra drops, karena Riyadh sudah usia 2 tahun, Mama tetap sedia Tempra di rumah.  Tipenya Tempra Syrup. Buat jaga-jaga aja kalau Riyadh demam tinggi.

Komentar

  1. Semoga Riyadh selalu sehat. :D Aku juga sedih dan pengen nangis waktu Michan demam beberapa waktu lalu. Nyaris panik sebenarnya. Untung semua keluarga ikut support dan menenangkan. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Makasi banyak atas doanya.
      Emak harus banyak dan rajin merapal doa biar anaknya sehat. Hehehe
      Semoga Michan juga sehat selalu yaaa. Biar kece tumbuh kembangnya, aamiin.

      Hapus
  2. Huhu.. sedih banget pasti ya kalo anak harus sampe di opname.. huhuhu. aku juga selalu sedia tempra di rumah, udah cocok bgt deh tempra untuk anak-anak. Sehat sehat terus ya Riyadh <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. hwaaaa makasi banyak mbak atas doanya.
      semoga anak-anake juga dalam keadaan sehat selalu.
      iya sedih banget liat diopname, apalagi pake adegan salah tusuk. jarum nggak masuk-masuk. darahnya yang diambil juga kurang. haddeeeehh!

      Hapus
  3. Selamat Tahun Baruuu.. Semoga sehat-sehat terus yaaa.. Selama ada Bunda dan Tempra, tidak perlu panik saat anak demam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat tahun baru juga, mbak. aamiin yaa robbal 'aalamiin.
      iya bener. tempra kudu sedia di rumahlah. biar nggak panik kalau anak panas atau demam.
      doa yang sama buat bunda dan keluarga :)

      Hapus
  4. Moga nggak pernah di opname lagi yaa adik Riyadh.. sehat selalu. Sedih banget ya mba klo anak sakit. Kita ikutan sakit rasanya. Iyaa jadi emak kudu setrong banget, ternyata kekuatan cinta ibu luar biasaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. makasi tante suci :)
      itulah #thepowerofemak yaaa <3

      Hapus
  5. Kurang lebih sama dgn di atas kalau anak2ku sakit, pasti aku kasih tempra dan kompres.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tempra udah bukan merk baru jadi udah tahu ya keampuhannya anatsi anak panas

      Hapus
  6. Dari aku kecil, Tempra udah eksis banget. Memang bagus, ya.

    BalasHapus
  7. sehat2 terus ya riyadhh anak sholehhh..barusan rashya juga panas naik turun 3 hari , aku kasih tempra drops rasa anggur..alhamdulillah udh sembuh dan ceria lagi..😘😘

    BalasHapus
    Balasan
    1. rasyaaaa.. ternyata kamu juga terkena roseola ya. sama kayak riyadh waktu umut 9 bulan. Bedanya kamu di 7 bulan. uhuhuhh.. Semoga segera pergi ya penyakitnya. biar bisa nenen dan makan yang lahap lagi.

      sabar mama irmaaaaww :*

      Hapus
  8. Hai adek, smile nya gak kuat. Saya juga ngerasa sih kalau si kecil demam tapi kita punya anti demamnya, walhasil terasa juga gak begitu was-was.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ye kan ye kaaan.. kalau udah tau tipsnya jadi lebih tenang. sehat2 terus buat para bocah di rumah ya mbak :)

      Hapus
  9. Pertama kali punya anak, saya langsung panik kalau dia sakit. Apalagi saya kan waktu masih kecil punya riwayat suka kejang kalau lagi demam. Untung DSAnya memenangkan. Dia juga yang mengenalkan saya dengan Tempra :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaa dulu waktu keke sakit panic juga ya Mbak Mira. Eheheh as a new mom emang gitu ya, belum tau celahnya. sekarang maah udah jauh lebih baik

      Hapus
  10. aku juga pernah mengalami, saat anak masuk rumah sakit dan harus di tes darah.. pingin nangis rasanya, tapi harus tegar juga... sedih kalau diingat...
    semoga anak-anak kita selalu sehat ya mbak... emaknya juga ga gampang panik kalau anak sakit...

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin. semoga sehat2 terus mbak retno dan keluarga.
      Iya jadi ibu harus koat karena ngebatin banget ke anaknya, huhuhuhu

      Hapus
  11. Saat anak sakit, panik akan menjadi respon pertama yang akan di alami seorang ibu ya :)

    Tapi sekarang ga lagi dong, kan sudah baca kiat nya dari artikel yang satu ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga tips nya membantu ya, mbak.
      aku sharing berdasar pengalaman aja :D

      Hapus
  12. Kalau anak sakit, orang tua sedih banget ya kak

    BalasHapus
  13. Dulu awal-awal aku panik saat anak sakit, sekarang udah tenang.

    BalasHapus
  14. Banyak minum air putih OK juga utk kurangi sakit deman ya.

    BalasHapus
  15. Kemarin suamiku juga kubalurkan bawang merah untuk mengurangi batuknya, tapi belum berhasil. kayaknya harus berulang kali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau batuk si biasnaya pakai beras kencur mbak. Kalau bawang biasanya aku pakai kalau ada yang sakit di rumah, penangkal virus gitu. di taro di pojokkan ruangan. kalau panas, baru dibalurin ke seluruh tubuh

      Hapus
  16. Wah kalau anak sakit rasanya emaknya juga ikutan yah... semoga selalu sehat ya anak-anak kita.

    BalasHapus
  17. Wah Desember jadi meriah ya buat mbak Nisa :)

    Andalanku juga tempra kalau si sulung demam :)

    Semoga semuanya sehat sehat selalu ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin. doa yang sama buat mbak Honey dan keluarga.
      Tempra karena merk lama ya jadi udah nggaj diragukan lagi kualitasnya. Banyak disarankan para dokter.

      Hapus
  18. Tipsnya komplettt semoga anak2 kiya sehat terusss yaa aamiimnm

    BalasHapus
  19. Wah jadi masukan buat saya yang belum punya anak

    BalasHapus
  20. Anak kecil emang rentan demam... jangan panik emang kunci emak ye soalnya kalo emak panik anak tambah rewel juga dan emak gak bisa mikir mau ngapain

    BalasHapus
    Balasan
    1. eiyyymmmm.. awal2 aku panik. tapi sekarang udah rada selow :D

      Hapus
  21. tempra ada yang paracetamolnya ya sekarang... kalo anak saya sakit akan saya berikan tempra deh.. tapi untuk anak saya nanti saya mau cari ibunya dulu #eh

    BalasHapus
  22. Nah bener banget. Jangan dikit-dikit ke dokter. Dikit-dikit minum obat. Aku setuju itu. Coba dulu resep atau ramuan tradisional orang tua kita zaman dulu. Kalo kita soalnya orang tua jaman now. Hehe 😁

    BalasHapus
  23. iya tuh slalu lupa soal trik membuka tutup tempra hehe.. jadi inget lagi dari artikel ini

    BalasHapus
  24. Wah info ttg dehidrasinya sepakat banget tuh. Waktu Umar dehidrasi Saya lakuin langkah langkah seperti ditulis disitu. Alhamdulillah bisa segera ditangani di rmh sakit

    BalasHapus
  25. Enam tips antipanik saat demam yang sangat bermanfaat. Sugesti seorang ibu untuk anak agar mau minum dan skin to skin sangat menarik. Pemberian obat menjadi yang terakhir. Sudah gitu, cocok obatnya. Sehat selalu Riyadh.

    BalasHapus
  26. Tipas yang baik mbak.Disertai pula dengan doa ibu.

    BalasHapus
  27. Dulu waktu aku kecil, nenek suka kasih aku bawang merah tumbuk diokesin ke jidat kalo pas demam. Dan, demam langsung turun. Sekarang mah kalo demam dan panas sayah mah malah ngemil mangga manis. Amazingly cepet turunnya loh si demam.

    Btw, sehat selalu ya Riyadh!!!

    BalasHapus
  28. Ya..ampun liat Riadh di infus gitu ko saya ga tega banget
    Sehat terus utk dede Riyadh

    BalasHapus
  29. sebagai orangtua pastinya akan gelisah ketika anaknya tiba-tiba panas tinggi, untuk jaga-jaga perlu mempersiapkan obat biar ga panik

    BalasHapus
  30. Ku juga selalu sedia paracetamol di rumah.
    Ga panik itu penting, supaya bisa ambil tindakan yang benar. Semangat yaa

    BalasHapus
  31. menjaga kesehatan memang perlu ya mbak... semoga selalu sehat anaknya...

    BalasHapus
  32. Duuh sedih lihat Dedek Riyadh sampai diopname, pasti sedih banget yaaa. Iya aku juga selalu nurut kata dokter, kalau panasnya belum diatas 38,5 biasanya aku belum kasih obat penurun demam. Paling hanya dikasih minum banyak air aja. Tapi tetap obat penurun demam itu wajib ada dan selalu stok di tiap rumah.

    BalasHapus
  33. tipsnya bermanfaat banget supaya bisa tenang dan siap saat anak dalam kondisi sakit :)

    BalasHapus
  34. Baru tahu soal penggolongan obat itu. Berarti nanti kalau beli obat harus lihat-lihat dulu, ya.

    BalasHapus
  35. anak saya di tahun pertama juga sering demam mbak, malah bolak-balik masuk rs. Kalau sudah demam yang dengan catatan suhu di atas 38 darcel masih sering panik pula. Malah kalau suami msh kerja tak suruh cepat pulang :D

    BalasHapus
  36. sehat selalu ya Riyadhhhh... btw, gw jg sedia tempra selalu di rumah buat si bungsu Nis..

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkomentar dengan sopan :)

Postingan populer dari blog ini

Merayakan Ulang Tahun Anak di Rumah

[My 1st Pregnancy] Tentang Jenis Kelamin di Minggu ke-21

[My 1st Pregnancy] 38 Weeks: Posisi Janin Posterior