Empat J untuk Makan Sehat dan Berat Badan Ideal

Assalaamu’alaikum…

“Nisa, lo hamil lagi ya?”, tanya teman saya saat bertemu dalam acara Herbilogy Blogger Gathering, Selasa (18/7/2017) lalu di Almond Zucchini Studio, Jakarta Selatan. Dalam hati saya (langsung menahan perut), “Omaigat! Baru juga selesai puasa kemarin berat badan kembali normal (kembali ke berat badan sebelum melahirkan) dan banyak orang bilang kalau (lemak) perut saya mengecil. Sekarang, pertanyaan hamil lagi karena perut membuncit muncul lagi? YA TUHAAAANN!”

Empat J untuk Makanan Sehat dan Berat Badan Ideal dari Herbilogy Blogger Gathering.

Huahahahaa.. Ngomongin berat badan emang paling sensitif buat kaum hawa. *WHY OH WHY?* Apalagi buat yang sudah melahirkan. Kalau nggak konsisten melakukan diet, PR berat badan yang harus diturunkan jadi banyak benerrrrr! Apalagi pakai alasan masih menyusui. Ntar-ntaran aja, deh! *ini saya banget*

Tidak jarang ditemui, demi terlihat kece di hadapan banyak orang suami, berbagai macam diet ditempuh para wanita untuk bisa menurunkan berat badan secara cepat. Akan tetapi, menurut Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK yang hadir sebagai salah satu narasumber dalam acara Herbilogy Blogger Gathering, penurunan berat badan seharusnya dilakukan secara perlahan dan dalam jangka waktu yang lama. Ini untuk kasus yang berat badan yang sangat berlebih. Bukan dalam tempo yang cepat dengan penurunan angka yang drastis. Nah, ingat ya!

Dr. dr. Samoel Oetoto, MS, SpGK sebagai salah satu narasumber dalam acara Herbilogy Blogger Gathering di Almond Zucchini, Jakarta, Selasa (18/7/2017). (dok. IDComm)

Seiring mudahnya akses internet dan media sosial, sekarang 'kan berseliweran banget tuh berbagai macam post para wanita yang memamerkan keberhasilan mereka melakukan diet. Diet yang notabene bisa menurunkan berat badan secara drastis dan cepat. Diet yang notabene kurang baik menurut para dokter gizi karena tidak memperhatikan aspek gizi seimbang.

Mari kita sebutkan apa saja macam diet yang diketahui dari media sosial? Diet mayo, diet golongan darah, GM diet, keto diet, and so and so... Akan tetapi, tahukan Anda? Berbagai macam diet di atas tidak direkomendasikan oleh para dokter gizi klinis. Mengapa? Karena diet semacam itu justru menurunkan berat badan secara drastis dan cepat yang bisa menyebabkan tubuh kekurangan zat gizi tertentu.

Yang namanya menurunkan berat badan itu nggak ada yang instan, gaes. Apalagi sudah masuk kategori berat. Butuh waktu.

Sebagai dokter spesialis gizi klinis, beliau tidak menyetujui berbagai macam diet yang secara ujuk-ujuk diikuti banyak orang. “Tujuan menurunkan berat badan itu ‘kan mengurangi kadar lemak dalam tubuh. Jadi, orang diet harus mengetahui dulu berapa persen lemak yang ada dalam tubuh mereka”, jelasnya. Yap, tanpa meninggalkan aktifitas fisik termasuk olahraga, diet untuk menurunkan berat badan harus memerhatikan komposisi zat gizinya.

Lebih lanjut dokter Samuel menjelaskan, seseorang harus terlebih dahulu tahu kompisisi tubuh mereka jika ingin melakukan diet. Menggunakan rumus indeks massa tubuh (seperti yang sudah dijelaskan dalam postingan ini), kita bisa tahu apakah komposisi tubuh kita termasuk kurus (berat badan kurang), normal, overweight, atau justru obesitas.

Cara menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) berdasarkan rekomendasi WHO Asia Pasific 2000. IMT berlaku untuk dewasa di atas 20 tahun.

Setelah mengetahui besaran IMT, baru kita bisa memperoleh komposisi lemak dalam tubuh. Jika IMT normal (ambang batas 18,5 - 22,9), maka hasil pemeriksaan total kolesterol darah, LDL (lemak jahat), HDL (lemak baik), trigliserid, tekanan darah, glukosa haruslah normal juga.

Ambang batas status kesehatan seseorang dilihat berdasarkan angka IMT dan tes darah.

Berapa persen hayo lemak yang seharusnya ada dalam tubuh? Berdasarkan komposisi tubuh, maksimal 30 persen kandungan lemak dalam tubuh.

Menurut dokter Samuel, diet keto justru menambah lemak dalam tubuh. Kita bisa makan enak yang mengandung protein, tetapi tidak memakan makanan yang mengandung karbohidrat. Dokter Samuel juga tidak setuju dengan diet yang hanya mengonsumsi buah atau jus saja dalam beberapa jangka waktu, juga diet air putih saja sehingga pipis terus. “Iya keluar semua. Akan tetapi itu bukan diet, cuci perut namanya!”, tegasnya.

Tidak main-main, dokter Samuel membagi empat tips makanan sehat supaya berhasil menurunkan berat badan, tanpa meninggalkan aktifitas fisik.

Lakukan empat J ini untuk mendapatkan makanan sehat dan  berat badna ideal!

Empat J untuk Makanan Sehat dan Berat Badan Idela 

Apa saja yang harus kita lakukan agar program penurunan berat badan kita berhasil? Lakukan empat J dalam setiap mengonsumsi makanan!
  • JumlahYang paling idel, energi yang masuk sama dengan energi yang dikeluarkan. Akan tetapi, untuk melakukan diet, tentunya energi yang masuk harus lebih kecil dibandingkan dengan energi yang keluar. Kalau energi yang masuk (asupan makanan) lebih banyak ketimbang yang keluar, jangan kaget bila timbunan lemak bertambah.  Program diet pun gagal terlaksana. Ingatlah selalu timbangan! 

Untuk mengurangi berat badan, kurangilah asupan energi dan perbanyaklah aktifitas fisik, tetapi tidak diforsir. (dok. My Wellness Tracker)


  • JenisUntuk diet, pilihlah makanan yang menyehatkan, banyak mengandung serat, rendah lemak, sedikit gula. Komposisinya: Karbohidrat (50-60%), protein (25%), serat (25%), sedikit minyak, dan air yang cukup. 

Ini adalah prinsip gizi seimbang Kemenkes RI. Berdasarkan piramida makanan, setiap orang sebaiknya membatasi konsumsi gula, minyak, dan garam serta mencukupi kebutuhan karbohidrat, protein, serat, air putih, dan aktifitas fisik. (dok. Gizi Kemenkes RI)
Dokter Samuel juga menjelaskan, selain mengonsumsi bahan makanan yang mengandung zat-zat gizi yang diperlukan tubuh, sekarang ada juga istilah functional food. Functional food adalah penambahan fungsi ke dalam suatu makanan dengan menambahkan satu atau sejumlah zat gizi tertentu melebihi komposisi yang sudah ada dari makanan tersebut. Menurut dokter Samuel, functional food ini baik sekali dikonsumsi untuk mereka yang sedang diet.

  • Jadwal
    Nah, yang namanya sedang melakukan diet, kita harus memerhatikan betul waktu makan. Umumnya, seseorang makan 3x makanan utama dan 2x makanan cemilan dalam satu hari. Akan tetapi, bagi mereka yang sedang melakukan diet, frekuensi makanan harus dikurangi dengan tetap memerhatikan komposisi zat gizi di dalamnya juga aktifitas fisik.
  • Jurus MasakTenik pengolahan makanan mempengaruhi penambahan asupan kalori dalam tubuh. Bagi yang melakukan diet, jurus memasak seperti kuah, panggang, rebus, kukus, pepes sangat dianjurkan. Hindarilah teknik memasak dengan menggoreng, apalagi hingga makanan terendam (menggunakan minyak yang sangat banyak), seperti menggoreng ayam tepung.
Jurus masak yang disarankan dan dihindari bagi Anda yang melakukan diet.

Herbilogy, Super Food untuk Tubuh yang Sehat di Berbagai Usia

Nah, tadi 'kan kamu sudah tahu tips memperoleh maka yang sehat untuk tubuh yang sehat dan bugar. Dalam penjelasan dokter Samuel dijelaskan functional food yang turut berperan dalam mengampanyekan gaya hidup sehat.

Terkadang dengan aktiftas yang padat dan waktu yang sedikit, seseorang memiliki keterbatasan dalam pemenuhan zat gizi tertentu. Superfood  atau suplemen bisa menjadi salah satu solusinya, ditambahkan ke dalam makanan agar menjadi functional food. "Kalau nggak mau repot, konsumsi suplemen", terang dokter Samuel.

Meski demikian, dokter Samuel berpesan untuk memilih superfood dari bahan yang organik dan bebas dari kimiawi. Ia menegaskan, superfood dikonsumsi dalam waktu lama untuk mendapatkan hasil maksimal. Oleh karenanya, pilihlah superfood yang aman dikonsumsi untuk tubuh.

Herbilogy superfood powder hadir sebagai tambahan makanan (suplementasi) dalam  mencukupi zat-zat yang diperlukan tubuh, bukan sebagai makanan pengganti.

Flax sheed dan granola adalah salah dua contoh functional food yang lagi ngetren saat ini. Selebgram apalagi buibu MPASI attack (karena saya follower mereka) rajin banget memberikan anak-anaknya dua jenis super food ini. Akan tetapi, jujur aja ya, saya malas konsumsi. Bukan malas dalam mengolah, lebih ke harganya aja si. Mwahahaha.. Kamu boleh diceklah di oshop dan bandingkan dengan bahan pangan dalam negeri.

Meski demikian, jangan kecewa. Percayakah kamu, Indonesia ini surganya super food? Yess, di sini di tanah yang subur ini begitu banyak super food yang kita nggak tahu khasiatnya, atau justeru karena gengsi mengonsumsinya. Heheeh..

"Indonesia juaranya super food. Jangan hanya tahu flaxsheed dann granola yang berasal dari luar neger. Bumbu-bumbu Indonesia jika berhasil diekstrak juga bagus", kata Debora Gondokusumo, penemu Herbilogy saat saya temui dalam kesempatan yang sama.


Itulah yang menjadi salah satu latar belakang Debora, untuk membuat berbagai macam ekstrak dari berbagai macam herbal yang ada di Indonesia. Ekstrak herbal Indonesia temuan Debora kini sudah bisa dikonsumsi oleh khalayak dengan merk dagang Herbilogy.

Herbilogy seratus persen tidak menggunakan pewarna, perasa, pemanis tambahan, pengawet, atau bahan kimia lainnya, serta dikemas secara modern dan menarik.Herbilogy juga sudah mendapat sertifikasi halal dari MUI dan izin PIRT maupun BPOM. Aman yess untuk muslim. 

Debora Gondokusumo, penemu Herbilogy saat menjelaskan tentang Herbilogy superfood powder.

Ekstraksi dari tanaman-tanaman yang digunakan Debora dilakukan dengan cara pengeringan untuk mengurangi kandungan air dalam bahan pangan, yang dapat menumbuhkan bakteri dan mikroorganisme

Dengan mengonsumsi Herbilogy, kita juga membantu meningkatkan perekonomian Indonesia, lho. Karena tanaman Herbilogy berasal dari petani lokal, diolah di dalam negeri, dan dipasarkan luas hingga ke luar negeri. 

Satu tahun berdiri, Herbilogy sudah memiliki 13 varian rasa dengan fungsi dan kebutuhan yang berbeda. Herbilogy superfood powder pun berhasil menjadi bubuk yang larut sempurna jika dicampur dengan air hangat, dan dapat dicampurkan dengan makanan dan minuman apapun untuk dikonsumsi sehari-hari, tanpa merasa seperti minum obat atau jamu-jamuan tradisional. 

Pernah denger biji klabet? Saya baru tahu saat ikutan acara ini. Ternyata, biiji klabet ini bisa untuk ASI booster, lho! Jadi penasaran. Hmmm.

Di mana kita bisa mendapatkannya? Kita bisa membelinya secara online  di situs resmi Herbilogy www.herbilogy.com, toko online (www.namaste-organic.com, dll), marketplace (www.tokopedia.com, www.lazada.com, dll) dan sejumlah toko produk yang menjual produk sehat dan organik yang ada di seluruh Indonesia seperti Kem Chick Pacific Place, Aeon BSD, Natural Farm, Organiklub, di kota Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Lampung, Makassar, Medan, Pekanbaru, dan lainnya.

Kepoin langsung aja ya media sosial mereka untuk info lebih lanjut!
Situs resmi: www.herbilogy.com
Instagram: Herbilogy
Line: Herbilogy
Facebook: Herbilogy

Anak susah makan? Kamu bisa tambahkan satu sendok teh Herbilogy Java Tumeric Extract Powder ke dalam jus, home made lolly, atau susu mereka. Simpel yah :)

Paket lengkap dalam acara ini juga ditambah dengan belajar mengolah Herbilogy superfood powder menjadi functional food. Sangat seru dan menyenangkan! Pada umumnya, cara penggunaan Herbilogy superfood powder ini adalah memasukkan satu sendok teh Herbilogy ke dalam jus, satu porsi sayur, kacang hijau, atau makanan dan minuman bergizi lainnya. Nah, satu kemasan bubuk Herbilogy ini seharga Rp 89.000, bisa dipakai untuk satu bulan dengan pemakaian satu sendok teh sehari tiga kali.

Keseruan para blogger saat menjadi tim koki dadakan dari Herbilogy. Kami membuat tiga minuman bergizi dari Herbilogy superfood powder. (dok. IDComm)

Sip, sip.. Thanks Herbilogy buat kesempatan ini. Saya jadi tambah ilmu nih seputar pula hidup sehat. Yess, mari kita lakukan gaya hidup sehat karena kesehatan adalah aset untuk masa yang akan datang. Mengutip pernyataan dokter Samoel, yang terpenting dalam menjalani pola hidup sehat adalah MOTIVASI. Jadi, apa motivasimu untuk hidup sehat? Temukan motivasiya dan praktikkan! Yuk, mareeee!

Foto bersama para peserta dan narasumber dalam acara Herbilogy Blogger Gathering. (dok. IDComm)

Komentar

  1. saya setujuhhh banget bahwa bumbu-bumbu indonesia yang kaya bila diekstrak gak kalah dengan produk luar...TFS mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yess mbak. Indonesia ini surga.
      Semoga generasinya bisa memanfaatkan potensi yang sudah ada.
      Trims sudah berkunjung :)

      Hapus
  2. Aku asal capek, BB turun atau tetep segitu....
    Btw, indeks massa tubuhku normal (sekitar 21), tp kolesterol diatas 200 (terakhir cek 214). Glukosa normal (80-an), tensi 130/80 (kt org sih faktor usia mempengaruhi tensi). Gimana tuh baiknya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahaha jadi konsultasi. Honestly, aku dulu jurusan gizi tapi honestly (lagi) ilmu dietetik ku kurang mantep. Berarti kl gitu ganti jurus masak aja, mbak buat turunin kolesterol. Mengganggoreng, numis kan memperbanyak asupan lemak, apalagi pake lebih dari sekali. Baking, rebus, kukus aja mainnya. Cheat jangan kebanyakan laah. Lemak jg butuh soale.

      Kl faktor U, 130/80 bs dibilang masih normal si. Yang PENTING sering cek aja. Kl aku basic-nya darah rendah. Hehehe

      Hapus
    2. Aku sampai anak ke-3 jg darah rendah. Antara 90-100. Anak ke-4 mulai tuh 120-an 😊
      Yoi...goreng2an sih ngurangin, yg ga nahan ngurangin keju, coklat, susu 😄

      Hapus
    3. banyak anak terbukti menambah stress sehingga meningkatkan tekanan darah yak. Wakakakakakaa..

      Ahh mbak Hesti. Gimana mau ngurangin keju ama susu. Tiap iseng kerjaannya filling strudle isi keju ama susu. Aku yang ngeliatin instagramnya cuman ngeces waeee :)))

      Hapus
  3. Bumbu Indonesia kaya rempah. Pastinya rasanya lebih enak menurutku. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener banget. pengganti metcyiiiinnn :D

      Hapus
  4. Pe er banget buat aku, yg pengen diet tapi cara masaknya masih amburadul.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang penting motivasi dan niat, mbak. ehehee. abis itu baru 4J-nyah :D

      Hapus
  5. Wah, mannfaat sekali tulisannya mba. Aku share ya.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleeeh mbak. Mudah-mudahan pada paham sama apa yang udah aku tulis ulang dari penjelasan dokter Samoel

      Hapus
  6. wah lengkap banget, makasih sharingnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama mbak Tira.
      Trims sudah baca dam komen :)

      Hapus
  7. Kalau aku masalahnya berat badan kurang mbk. wkwkwk makasih loh mbk info tentang herbologynya, aku langsung cuss cari produk yang bisa menambah BB. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaaa.. kok bisaaa?
      hayooo mari mengumpulkan lemak :)))

      Hapus
  8. Bagus sekali informasinya.. AKupun sebetulnya datang di acara ini tapi berhubung bawa bocah jadi gak bisa dengerin talkshownya di dalam T_T Untung baca blognya mbak Nisa hehehe jadi tahu 4J deh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mbaaaakk. Salam kenal.
      ahh iya, aku melihat dirimu dan pulang duluan ya kalau nggak salah.
      semoga ilmunya bermanfaat ya biar bisa terapin healthy life selalu

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkomentar dengan sopan :)

Postingan populer dari blog ini

Merayakan Ulang Tahun Anak di Rumah

Merawat Kulit Wajah bersama Garnier Duo Clean Whitening-Smoothing

[My 1st Pregnancy] Tentang Jenis Kelamin di Minggu ke-21