Sabtu, Juni 11, 2016

Riyadh Saat Lima Bulan

  4 comments    
categories: 
Assalaamu'alaikum..

Alhamdu..lillaaah. Anakku udah 6 bulan nih. Udah banyak banget pertimbangan dan perkembangan yang diraihnya. Alhamdulillah riyadh sehat selalu. Mudah-mudahan begitu seterusnya.

Sedikit flashback nih, selama lima bulan hingga menjelang enam bulan, ada kejadian menarik apa ya sama riyadh? Nih milestone-nya *Penting banget*

Hello, i am 6 months now :) 


BB cuman Naik 3 Ons

Ini saya nggak yau harus sedih atau senang. Kata teman saya si ini bagus. Anak cowok, aktif bergerak, BB naik 3 ons itu masih bagus. Bulan kelima Riyadh tidak ada jadwal imunisasi. Jadi, saya sengaja ajàk Riyadh berenang (lagi) di rumah sakit sambil minta diukur BB dan PB-nya. Ya dasar cuman numpang, yang diukur BB-nya aja, dari 8 ke 8,3 kilogram.

Sering gulang-guling

Di akhir bukan keempat, Riyadh belum juga menampakkan hasratnya *hasrat?* untuk terlentang dari posisi miring. Namun, terus saya beri stimulus. Saya sering gulang-guling di hadapannya. Saya balikkan badannya agar tahu bagaimana cara gulang-guling.

Well, lama-kelamaan si Riyadh bisa sendiri. Awalnya ia hanya memiringkan kepala, tapi masih ragu-ragu untuk jejeg kepalanya dimiringkan secara utuh. Kadang kalau dipaksa, ia berontak (balik ke posisi tengkurep) atau menangis. Kemudian, saya bantu memosisikan kepalanya, mengangkat kaki, dan secara otomatis Riyadh membetulkan posisi kepalanya yang miring, lalu menghadap ke depan. Yeaaay, good job, Riyadh!

Pertama kali gelundung

Ini kejadian tepat Rabu pagi, 8 Mei 2016. Jadi udah dua hari si Riyadh bangun jam 6 pagi. Biasanya jam 7-an. Lah ya mamake masih ngantuk dan mager banget. Maklum badan ngerentek, tak ada pembantu *curcol*

Karena bangun pagi-pagi itulah, saya menjaga Riyadh di pinggir kasur menghadap ke lantai sambil tidur-tiduran. Saya sudah lihat si kalau Riyadh berada di pinggir kasur, deket kaki saya. Pikir saya, dia mau gulung ke mana. Paling muter-muter doang.

Tiba-tiba gedebuk, suara badan jatoh dari kasur ke papan kayu. Ya, karena udah nggak pake bale lagi, kasurnya dialasi balok kayu supaya tidak cepet rusak bersinggungan sama lantai. Buru-buru saya bangun, pun bapaknya yang lagi tidur di depan TV. Untungnya si Riyadh nangis nggak kenceng dan lama. Artinya, nggak ada yang sakit banget. Biar gimanapun, siang harinya saya putuskan untuk urut. Yaa anak kecil ya boooo', pulangnya masih rapuh. Buat jaga-jaga aja. Uhuhuhuu so sorry Riyadh :(

Dan ternyata kejadian berulang. Saya lupa ini tanggal berapa kejadiannya. Riyadh gelundung lagi, kali ini pas ditinggal sendirian. Saya bobo sama Riyadh. Karena hari sudah pagi *ceileh* ya saya bangun dong. Bantal-bantal di pinggir saya siapkan supaya Riyadh tidak gelundung lagi.

Ketika saya di kamar mandi, saya mendingan Riyadh menangis sebentar. Pikir yaa bangun biasa aja. Begitu ketemu sama bapaknya, si Riyadh gelundung lagi katanya. Eh ya ampun itu bantal ikut jatoh ke balok kayo. Ketendang kali ya sama kakinya.

Mulai emut jempol kaki

Di bulan kelima ini juga saya sering menlakukan emut jempol kaki di hadap Riyadh. Kaki saya di ke atasin saat bermain dalam posisi tidur terlentang sama riyadh. Entah insting bayi (mau) umur 6 bulan, yaa tiba-tiba dia jadi hobi aja gitu angkat kedua kakinya, dipegang-pegang jempolnya. Kalau dimasukkin ke mulut si belum sampe ke sana. Belum kentut mungkin badannya.

Mengatakan "Deh, Ama"

Katanya bmagar bayi cepet bicara, si orangtua harus sering-sering mengajaknya bicara atau membacakan buku cerita. Saya kerap melakukan hal itu sama riyadh kl lagi santai berduaan di rumah.

Yang tadinya Riyadh hanya berucap ao, o, teriak aaaak, di bulan ini Riyadh suka bilang "deh". Kalau nangis, Riyadh suka mengucapkan kata "ama". FYI, saya membiarkan Riyadh untuk memanggil ibunya dengan sebulan amam. Jadi saat dia nangis, mungkin maksudnya adalah memanggil si ibu. Kali ya kaliiih.

Pertama Kali Blogger Gathering

Ini si dia ikut mamake alias saya. Karena ada acara blogger yang dekat dengan rumah, saya putuskan untuk ikut serta. Kebetulan diperbolehkan bawa anak. Tjuslah saya ke Igor's Pastry di Wijaya.

Selama acara Riyadh agak cranky si karena haus dan ngantuk kali ya. Dia sering banget kucek-kucek hidung, geleng-geleng kepala, sambil emut-emut jilbab saya. Selama acara Riyadh tiga kali tidur. Di awal acara, pertengahan, hingga pas pulang. Yaaah mamanya nggàk jadi ikut makan enak deh dek, wkwkwkw.

Oiya, Riyadh udah foto sama selebgram juga, Tara Amelz. Dasar bocah pinter, dia senyum-senyum foto sama Tara. Fuuuu~~~

Riyadh udah foto sama selebgram dan seleblog, Tara Amelz.


Mulai Makan

Karena usia 6 bukan Riyadh bertepatan dengan waktu puasa, kakak saya mewanti-wanti untuk memulainya lebih dulu supaya Riyadh tidak kaget saat harus makan dan diajak berpuasa.

Per 1 juni 2016 wicis usia 5 bulan 24 hari, Riyadh saya kasih makan. Saya udah niat metode yang diterapkan adalah baby led weaning dimana bayi memilih makanan yang ia suka dalam ukuran finger food (bisa digenggam dengan tangan).

Nggak terlalu mulus di awal fase makannya ini. Saya beri Riyadh sebuah piring berisi pepaya, wortel, dan kentang. Well, semua ditolak. Waktu itu kami juga belum punya hichair or booster seat and anything kinda like that, jadi saya rada males kasih makan Riyadh.

Nah, pada 5 Juni 2016 saya terapkan kembali metode BLW ini. Saya sudah membelikan Riyadh hichair (bekas si). Yeaaay! Saya beri dia tahu, brokoli, dan melon. Brokoli nggak dicolek. Tahu dan melon dimakan meskiiiii jatuh-jatuhan ya :D

Happy eating Riyadh. Yang gembul ya makannya :9

Cuman cumannn Riyadh jadi sering pup. Sehari bisa 3-4 kali. Saya nggak tau ini masih wajar atau nggak, tapi mamak mulai panik. Kalau kebanyakan yang dibuang, ntar BB-nya gimanceuuu?

Menurut kakak saya si perutnya Riyadh masih penyesuaian antara ASI puasa dan pengenalan makan. Si dokternya Riyadh di Muhammadiyah no comment. Si dokternya Riyadh di Klinik Moeslichan bilang kalau dia alergi dengan gejala beberapa bagian kulit tangan Riyadh seperti kudis. Saya disarankan untuk menggunakan metode konvensional: bubur susu selama tiga hari. Jika tidak ada reaksi bisa ditambah menu baru dan jam makannya.

Sampai sekarang masih trial and error si buat kasih makan Riyadh. Campuran antara konvensional dan BLW. Honestly daku kekeuh untuk BLW. Saya yakin Riyadh BISA secara mamanya nggàk pinter macak dan kalau makan tuh lama. Jadi biar sama-sama enak makan, BLW aja lah yaaaa pikirku.

Sampai sekarang masih galau si ni anak mau dikasih apa. Uhuhuhuu. Momies ada yang mau share tentang cara pemberitahuan MPASI?

4 komentar:

  1. Sehat selalu buat Riyadh, Mak. Dirimu puasa dan tetep ngasih asi gpp?

    BalasHapus
    Balasan
    1. insyaa alloh gpp mak.
      Yaa liat sikon aja, si. Kalau memungkinkan, ya puasa. kalau nggak, batalin aja :D

      Hapus
  2. Riyadh imuttt.. gemesin, jadi pengen nyulik buat teman main Melodi di rumah.. ha ha ha

    BalasHapus
  3. Lucu banget,,, Semoga buah hatinya sehat selalu bunda,,

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkomentar dengan sopan :)