Kamis, Maret 19, 2015

Anyaman Jepara ETU by Restu Anggraini Dilirik Fesyen Jepang

Assalaamu'alaikum...

Rasanya kita patut berbangga hati karena Restu Anggraini menjadi satu-satunya desainer muslimah Indonesia yang bisa memamerkan karyanya di Mercedes Benz Fashion Week Tokyo (MBFWT), Rabu (17/3/2015) lalu. Dengan mengangkat tema "Femme De La Creme" yang berarti wanita sukses di puncak posisi, ETU mengaplikasikan unsur anyaman Jepara pada pakian kantor (workwear) yang dirancangnya.

Bagaimana proses kreatif Restu dalam menampilkan karya terbaiknya di MBFWT 2015? Yuk, simak penuturannya dalam press conference Restu sebelum keberangkatannya, Kamis (12/3/2015) di Laconda Voyage, Senayan, Jakarta.

Restu Anggraini (baju ungu) diapit oleh para pragawati yang mengenakan desainnya.

Berkesempatan menggelar parade fesyen di luar negeri adalah cita-cita Restu Anggraini selama menekuni dunia fesyen desainer. Kesempatan berharga itu pun datang saat Restu tergabung dalam Indonesia Fashion Forward (IFF) generasi ketiga.

Sebagai informasi, IFF adalah inisiatif nirlaba yang berfokus pada pengembangan kapasitas label mode Indonesia agar siap bersaing di pasar internasional. IFF merupakan hasil kolaborasi Jakarta Fashion Week, Kementrian Pariwisata, British Council, dan inkubator bisnis asal London, Center for Fashion Enterprise (CFE). IFF memilih 12 desainer muda yang memiliki karakter desain yang berbeda antara satu desainer dengan desainer yang lainnya.

Melalui salah satu clothing brand-nya, ETU, Restu konsisten menerapkan ciri khas sebuah busana muslim yang tidak membentuk tubuh. ETU by Restu Anggraini juga lebih menyediakan pakaian siap pakai (ready to wear).

Diajeng Lestari, CEO HijUp.com (kiri) dan Restu Anggraini (kanan) saat berbincang tentang proses kreatif di balik "Femme De La Creme" ETU by Restu Anggraini.

Mengenai proses kreatifnya bisa dibilang sangat cepat, hanya satu setengah bulan. Secara desain, Restu terinspirasi dari mens wear di mana busana laki-laki itu oversize dan tidak membentuk tubuh. Untuk lebih menonjolkan nuansa keindonesiaan, Restu mengaplikasikan teknik anyaman Jepara. Yup, busana yang ditampilkan ETU di MBFWT 2015 memang pernah ditampilkan di JFW 2015. Akan tetapi, busana-busana tersebut memiliki beberap inovasi terbaru.

Restu mengakui dirinya menemukan banyak kesulitan dalam proses persiapan parade fesyen kali ini. Restu sempat beberapa kali mencoba berbagai teknik anyaman yang bisa diaplikasikan pada sebuah busana. Selain itu, Restu juga harus mencocokkan dengan pemilihan bahan itu sendiri.

"Kesulitannya anyaman itu sendiri. Anyaman 'kan banyak tekniknya. Saya menggunakan tiga sampai empat teknik anyaman yang bisa diaplikasikan untuk pakaian kali ini. Yaa... lihat-lihat di internet (tekniknya), coba-coba. Trial and error semua dilakukan," tutur ibu satu anak ini.

Warna-wanra nude, putih, clean tetap menonjol pada 10 koleksi yang ditampilkannya, sekaligus sebagai lambang ciri khas ETU. Busana yang oversize dan layering dianggap Restu menjadi nilai jual tersendiri bagi karyanya, sehingga bisa sesuai denga karakter orang Jepang, termasuk dalam parade Japan Fashion Week 2015.

Restu berharap keikutsertaannya dalam parade fesyen internasional ini bisa meningkatkan perhatian luar negeri terhadap industri fesyen Tanah Air.

"Mengikuti ini seolah-olah semua mata tertuju ke Indonesia. Aku ingin buktikan, fesyen hijab orang Indonesia mampu beradaptasi dengan yang nonhijab," kata wanita yang sudah mengenakan hijab sejak SMP.

Yuk, simak busana yang ditampilkannya!


Warna nude, putih, clean memang ciri khas Restu Anggraini untuk menimbulkan kesan elegan dan eksklusif.

Layering dan simpel jadi nilai tersendiri brand ETU bisa masuk pasar internasional.

Material yang dipakai Restu ini material dalam negeri, lho. Jadi tidak masalah juga jika ingin dikenakan di Indonesia.



**Pics by BloggerCrony

9 komentar:

  1. Aku suka semua model-model pakaiannya, modis banget jadi sekarang untuk menjadi hijaber ngga perlu takut jadi kampungan dalam masalah pakaiannya ya mba, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, mbak.
      Lebih penting lagi bisa diterima di dunia internasional :)

      Hapus
  2. Semoga bisa menyusul kesuksesan Tex Saverio :D

    BalasHapus
  3. Emang kece-kece ya bajunya.. salut sama Etu.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup.. diliatnya beda dan nggak pasaran banget :D

      Hapus
  4. Ikut bangga lihat desainer Indonesia yang bisa berkiprah di dunia internasional... kalau aku sih masih di taraf pemakai saja, cuma bisa sharing tempat aku belanja pakaian - selain model nya banyak pilihan, harga nya pun (menurut aku) sih masih cukup bersahabat.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkomentar dengan sopan :)