Rabu, Februari 18, 2015

Tips Merawat Kesehatan Mulut Saat Hamil

Assalaamu'alaikum...

Banyak mitos yang beredar di kalangan masyarakat Indonesia bahwa ibu hamil (bumil) tabu pergi ke dokter gigi, apalagi sampai ada tindakan dengan rongga mulutnya. Yaa alasannya apalagi kalau bukan mengancam kesehatan janin ibu dalam rahim. Akan tetapi, benar tidak sih mitos demikian? Bukankah menjaga kesehatan gigi itu penting, termasuk bagi bumil? Mmm boleh tidak ya mencabut gigi saat hamil? Bagaimana juga pengaruh konsumsi obat-obatan gigi terhadapa bumil dan janinnya?

Nah, Minggu (15/2) lalu, saya bersama Mak Fadlun datang ke Sharing Session bersama Difa Oral Health Centre di Kemang, Jakata Selatan. Di sana kami mengulik tentang hubungan kesehatan gigi dengan kehamilan. Benar tidak ya mitos-mitos yang beredar di kalangan masyarakat seputar kesehatn gigi dan keselamatan janin? Yuk, dibaca lanjutannya!



(sumber: http://fbifm.com/ibu-hamil-harus-menjaga-kesehatan-gigi/)
Bumil, pernah nggak merasakan gusi bengkak (gingivitis) selama hamil? Menurut narasumber dalam acara Sharing Session bersama Difa Oral Health Centre, drg. Widya, SPBM, gusi bengkak selama hamil adalah proses yang wajar. Ini semua disebabkan oleh perubahan hormon. Nanti jika hamilnya sudah selesai alias bayinya lahir, bentuk dan ukuran gusi akan kembali seperti semula.

Selain pembengkakan gusi, kelainan lainnya dalam rongga mulut selama hamil adalah erosi gigi. Banyak mitos (lagi) yang beredar di kalangan masyarakat, erosi gigi disebabkan kalsium ibu yang diambil oleh sang janin. Padahal sebenarnya tidak seperti itu.

Setiap pagi, biasanya bumil mengalami sindrom muntah-muntah (morning sickness). Muntah ini mengeluarkan zat asam dari perut melalui mulut. Karena terlalu sering frekuensinya, gigi sering terpapar oleh asam yang bisa mengakibatkan erosi gigi.

Terus kalau gingivitis adalah normal dan erosi gigi terjadi secara alamiah, apa yang bisa ibu hamil lakukan? Bahaya tidak kalau didiamkan saja? Ini yang penting! Bumil yang tidak menjaga kebersihan mulutnya, apalagi banyak karies (hitam-hitam pada gigi) bisa menurun kepada anaknya. Lebih bahaya lagi, kebersihan mulut bumil yang tidak dijaga bisa menyebabkan preeklampsia (gejala hipertensi), kelahiran prematur, juga berat bayi lahir rendah (BBLR). Sebab, kuman yang berada dalam mulut bisa terbawa ke janin ibu melalui pembuluh darah. Serem, ya!

Oleh karena itu, memeriksakan kesehatan gigi saat hamil sangat dianjurkan. Nanti dokter gigi pasti akan mengatur posisi duduk bumil supaya bisa rileks dan tidak pusing. Tentang konsumsi obat-obatan? Pasti tidak sembarangan diberikan. Bumil boleh tektokan juga komunikasi dengan dokter kandungan.

Kalau merasa repot dan tidak punya waktu, bisa kok kita lakukan cek kesehatan gigi sendiri (self check up) menggunakan cermin. Simak tips menjaga kesehatan mulut berikut ini dari drg. Widya!

Lidah

Cek warna lidah Anda, apakah berwarna pink atau putih? Lidah yang sehat berwarna pink, sedangkan lidah yang banyak kuman berwarna putih. Pernah nggak Anda perhatiakan kalau lagi sakit, lidahnya berwarna putih? Mulai sekarang, bersihkan lidah menggunakan sikat gigi, ya satu paket saat menggosok gigi.

Ilustrasi lidah yang sehat dan tidak sehat. (dok ODHC)

Gusi

Cek juga kesehatan gusi. Gusi yang sehat berbentuk V di bagian yang menempel pada dua gigi. Jika bentuk gusi bengkak, menggendut, ataupun tumpul, bisa indikasi gingivitis atau karang gigi. Nah, kalau bumil gingivitis umum terjadi. Alasannya? Seperti yang saya bilang di atas. Masih ingat kan yaa? ;)

Gingivitis (gusi bengkak)
Karang Gigi

Untuk mengecek ada tidaknya karang gigi, Anda bisa melihat bagian dalam gigi. Sudah menumpuk atau belum. Jangan sampai karang giginya berwarna cokelat. Untuk meudahkan pemeriksaan, Anda bisa membeli kaca mulut plastik di apotek.

Mukosa

Di mana sih mukosa mulut? Mukosa ada di langit-langit rongga mulut, di bawah lidah, juga dekat gusi atas dan bawah. Mukosa yang sehat berwarna pink. Indikasi bumil anemia (kekurangan zat besi) bisa dilihat nih dari mukosa, yakni jika berwarna pucat.

Mukosa sebagai salah satu indikator bumil anemia atau tidak.
Gigi

Punya gigi berlubang? Ada baiknya segera ke dokter gigi untuk dibersihkan dan ditambal sebab dapat menyebabkan focal infection. Artinya, kuman pada gigi ini bisa masuk ke pembuluh darah dan menjalar ke organ tubuh lain.

Sekarang sudah tahukan, pentingkah merawat kesehatan gigi selama hamil? Penting jawabnya! Bahayakah ke dokter gigi selama hamil? Tidak! Cabut gigi, tambal, maupun foto rontgen gigi selama hamil boleh dilakukan. Adakah batasan usia kehamilan untuk melakukan cabut gigi? Asal tidak dalam kondisi darurat, cabut gigi boleh dilakukan dalam usia kehamilan berapa pun.

Nah, bumil... Yuk, rawat kesehatan mulut Anda. Biasakan gosok gigi sehari dua kali. Kalau dirasa tidak nyaman akibat mual, Anda bisa kumur-kumur menggunakan air hangat dan setengah sendok teh baking soda sebagai penghilang mual. Kenyataannya, menurut drg. Widya, banyak kasus kehamilan 7 bulan sudah konstraksi. Begitu dicek, akar kerusakannya ada di gigi. Nggak mau kayak gitu kan?

Lebih enaknya lagi, sedari sebelum hamil sudah dijaga kesehatan mulutnya. Mulut ya, nggak cuman gigi. Begitu hamil,  tetap rajin dijaga supaya begitu melahirkan tidak ada indikasi mencurigakan yang akar permasalahannya ada di rongga mulut.

Tentang Difa Oral Health Centre

Difa Oral Health Centre (yang selanjutnya disebut DOHC) adalah klinik kesehatan mulut yang berlokasi di Jalan Benda Kemang No. 98G, Kemang, Jakarta Selatan. DOHC ini diprakarsai oleh tiga dokter gigi yang cantik-cantik (drg Widya, drg. Fina, dan drg. Dita). Beuuuh makin betah deh ke dokter giginya. Hihihiii..

Kenapa ya namanya oral? Kenapa nggak dental (gigi)? Nah, ini yang membuat beda DOHC. Menurut hasil perbincangan informal saya dengan dr. Dita, membicarakan kesehatan rongga mulut itu tidak hanya terpaku sama gigi saja. Ada banyak bagian tubuh di dalam rongga mulut, yaa lidah, mukosa, gusi, termasuk air liur. Bahkan, dokter gigi bisa lebih dahulu tau bahwa bila si pasien suspect HIV/AIDS. Jadi, perawatan di sini tidak hanya mengandalkan gigi saja, tetapi juga anggota-anggota tubuh lainnya yang berada di mulut.  di sini udah ada dokter spesialis bedah mulutnya kok.

Klinik oral ini baru berdiri dua bulan (Desember 2014). Selain dokter gigi, di DOHC juga ada dokter spesialis bedah mulut, dan teknisi gigi. Kalau mau bikin gigi palsu di sini bisa kok. Ada dokter yang membantu perawatan gigi dan teknisi yang membantu membuatkan gigi palsu kamu jadi nyaman digunakan.

Yang luar biasanya lagi, di DOHC ini nggak cuman mempraktikkan kuratif, kuratif, dan kuratif alias pengobatan, tetapi juga tindakan preventif (pencegahan). Contohnya saja mereka mengadakan sharing session secara gratis untuk umum sebagai sarana edukasi kepada masyarakat dalalm menjaga kesehatan mulut. Biar bagaimanapun pencegahan jauh lebih baik daripada mengobati 'kan?

Sambil asyik menunggu giliran ke dokter gigi, di ruko berlantai dua ini, pasien juga bisa menikmati etalase-etalase kerajinan tas batik. Dengan pelayanan yang ramah, good looking, well educated dari resepsionis, dokter, hingga teknisi gigi, kesan klinik mulut (gigi) yang menyeramkan langsung buyar bersama DOHC.

Difa Oral Health Centre
Jalan Benda Kemang No. 98G, Kemang, Jakarta Selatan
Telepon: (021) 781 2317
Whatsapp +6281316506535
Website: http://difaoralhealthcenter.com/ 
Twitter: @Difa_OHC

Difa Orah Health Centre dari depan.


13 komentar:

  1. Wahhh... info yang sangat penting dan berharga mba Anesa, semoga para ibu-ibu lebih memperhatikan kesehatan mulut dan gigi, terutama para ibu hamil :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasi Mbak Dian udah mampir.
      Sebenarnya tindakan self check up ini juga bisa buat nonbumil.
      Hayuklaah kita sama2 jaga kesehatan mulut, gak cuman gigi.

      Hapus
  2. penting banget nih infonya,, jadi agak ngeri juga baca akibat buruknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bermanfaat banget sharingnya.
      Mudah-mudahan nggak bikin parno juga ya :D

      Hapus
  3. Informasi ini jarang diulas, keren banget Mba bisa ikut sessi ini :)
    Bermanfaat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Embeeeerr..
      Makasi mbak Ani udah mampir, mudah-mudahan manfaat ya.

      Hapus
  4. Waah bagus banget ini postingannya. Bakal aku simpen untuk dibaca lagi kalo ntar aku udah hamil hehe. Thanks for sharing ya mbaaak :)

    Anyway, aku ada challenge seru-seruan nih untuk mbak Nesa. Lihat di blogku ya mbak : http://liandamarta.com/2015/02/21/liebster-challenge-dont-slap-me-after-reading-this/ :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mbak liaaaa..
      Mudah2an manfaat yaa :)

      Hapus
  5. thanks for sharing it....tempatnya nyaman ya..

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkomentar dengan sopan :)