Minggu, Februari 08, 2015

Tiga Mimpiku Bersamamu, Imamku

Assalaamu'alaikum...

Kalau ditanya tentang hal apa yang sedang saya impi-impikan saat ini, saya pasti akan menjawab cepat tiga poin penting yang selalu disebut dalam untaian doa. Apa saja? Memiliki keturunan, pergi ke Baitulloh, dan punya rumah idaman sendiri. Mari saya ceritakan satu per satu tentang mimpi-mimpi saya. Hohohohoo *penting banget*

Memiliki Keturunan

Tahun ini memasuki tahun kedua usia pernikahan kami. Kurang satu bulan lebih sedikit tepatnya. Alhdamulillah hingga hari ini kami masih dikasih kesempatan untuk menikmati fase pacaran pasca nikah. Never ending learning for knowing each other’s character.

Yup, memiliki buah hati sudah pasti menjadi salah satu tujuan dua insan menikah. Pertanyaannya, secepat apakah kita diberikan kepercayaan oleh Sang Maha Pencipta untuk dititipi seorang (atau mungkin beberapa) manusia yang kelak menjadi pertanggungjawaban kita (orangtua) di akhirat? Layaknya kematian, lahirnya seorang anak pun bagian dari misteri Alloh.

Foto Justin Timberlake mencium perut isterinya, Jessice Bhiel, yang sedang hamil besar. Menurut saya pose foto ini paling seksi sepanjang masa :D (dok. Facebook Justin timberlake)
Sejauh ini sih kami belum pernah memeriksakan diri secara klinis ke dokter kandungan. Entahlah. Mungkin karena masih usia dini pernikahan kami, jadi masih nyantai. Hehehe...

Kami lebih mencoba ke jalur-jalur alternatif. So far, saya merasa tidak ada masalah dengan jadwal menstruasi. Pun begitu dengan kondisi suami. Mungkin secara anatomi dan metabolismenya yang harus diperbaiki. Gitu sih kalau kata sinsei yang pernah saya temui di kawasan ITC Permata Hijau. Mengonsumsi serat plus olahraga adalah dua hal yang sedang rutin kami lakukan. Lainnya, kami rajin sedekah dan berdoa, semoga segera diberikan keturunan di waktu yang tepat.

Yaa susah-susah gampang sepertinya ya memiliki keturunan. Nyinyirnya nih.. Mereka aja yang nggak niat bikin anak, malah jadi. Masa iya yang berhubungan halal gini agak susah?

Namanya perempuan, ada aja sisi lemahnya. Kalau ketemu teman atau saudara yang nyinyir begitu, langsung ngedrop. Akan tetapi kalau dilihat perjuangan pasangan yang usia pernikahannya sudah lebih lama dari saya dan belum memiliki keturunan, harusnya saya lebih tegar yah.

Doain yaah supaya tahun ini adalah waktu yang tepat bagi saya dipilih oleh Alloh untuk segera memiliki momongan. Aamiin yaa robbal ‘aalamiin.

Pergi ke Baitulloh

Mengunjungi Tanah Haram tampaknya menjadi salah satu cita-cita bagi seluruh umat Islam. Saya sendiri memiliki niat untuk pergi ke Tanah Suci pada saat bekerja dan memiliki penghasilan tetap.

Menginjak tahun kedua bekerja, saya melihat abang-abang saya yang pergi umroh dengan ibu. Jujur saya iri banget melihatnya karena mereka bisa pergi beribadah bersama keluarga. Dari sana saya niat, berusaha mengumpulkan uang agar bisa pergi umroh pakai uang sendiri. Toh, insyaa Alloh nanti bisa dapat lagi karena penghasilan saya sudah tetap per bulannya.

Akan tetapi, uang tabungan saya dirasa belum cukup untuk ke Baitulloh. Tahun ketiga masa kerja, saya fokus ke pernikahan. Beberapa bulan pasca menikah, saya berhenti bekerja. Secara otomatis pendapatan saya stuck dan mimpi itu terus terpendam.

Muda-mudahan sampai umur saya bisa beribadah ke Tanah Suci juga berdoa di Multazam. Aamiin. (dok. Puput Utami)

Meski demikian, saya tidak patah semangat. Saat ini saya hanya bisa sedekah sambil berdoa agar suatu saat bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci, entah itu untuk umroh ataupun pergi haji.

Kalau masih single, saya bisa pergi sendiri atau bersama abang juga ibu. Kalau sudah berkeluarga gini, enaknya didampingi suami. Ahh sepertinya nikmat banget hati ini bisa beribadah dibimbing dan dipimpin suami di Masjid Nabawi juga tanah-tanah Haram seputaran Mekkah dan Madinah. Berdoa khusu’ berdua di depan Ka’bah dan Multazam, meminta apa-apa yang terbaik untuk kehidupan keluarga kami, meminta ampun atas dosa-dosa kami yang telah lampau, juga mengharap keridhoan-Nya. Aaamiin...

Mohon doanya ya, semoga tahun ini atau tahun depan kebagian rejeki nomplok dari proyek suami, jadi kami bisa pergi ke Baitulloh berdua. Aamiin...

Rumah Idaman 

The third dream is our baity jannati. Pengen banget punya rumah idaman yang besarnya bisa menampung keluarga papah. Kebetulan saya KB alias keluarga besar. Papah punya anak 10. Yaa bisa dibayangkan bagaimana ramainya kalau sudah ngumpul, apalagi banyak di antara kami yang sudah berkeluarga dan punya anak. Oleh karena itu, pengen punya rumah yang bisa menampung mereka saat bermain ke rumah.

Kriteria rumah yang saya idam-idamkan adalah yang aman dari kejahatan juga bencana, indah, nyaman buat para penghuninya, lokasi strategis (dekat dengan jalan umum, angkutan umum, pasar, masjid, juga tempat kami beribadah), dan mudah dibersihkan. Kalau rumah besar, tapi tukang bebersihnya nggak ada, yaa sama aja dengan nggak nyaman.

Salah satu dari 3 impian saya adalah memiliki rumah sendiri untuk keluarga kami. (KOMPAS.COM/Shutterstock.com)


Pengennya si KPR. Akan tetapi daya beli kami masih sangat rendah. Kalau mau ambil KPR, kami bisa mengambil rumah di wilayah pinggir Jakarta. Sementara itu, semua kegiatan dan keluarga kami ada di wilayah Jakarta Selatan ini. Takutnya nanti rumahnya cuman buat numpang tidur saja. Sayang banget ‘kan.

Target saya si lima tahun. Mudah-mudahan dalam waktu lima tahun ke depan bisa punya rumah sendiri dengan kriteria di atas. Aamiin.

Yup, itulah impian-impian yang ingin saya nikmati bersama sang imam keluarga. Memang tidak ada usaha yang spesifik dijalankan. Everything happens for a reason kalau kata Yoris Sebastian. Jadi, listing mimpi-mimpi saya, sedekah karena sedekah juga bagian dari bersyukur dan menabung sama Alloh, lalu berdoa. Semuanya saya hadapi dengan santai dan tidak ngoyo karena merupakan cita-cota jangka panjang. Eits, nomer satu mudah-mudahan dalam waktu dekat ini ya. Aamiin :)



#evrinaspGiveaway

16 komentar:

  1. Balasan
    1. Aamiin.
      Makasii atas doanya.
      Btw, gue udh nulis tuh yang 6 tips SEO dari dewaSEO. Lunas yaa utangnya. heheh :D

      Hapus
    2. oke, thanks.
      Btw, saya udh nulis yang mbak Nisa pernah tanyain kenapa jadi guru. Tp jgn kecewa ya klo jelek tulisannya, yg penting lunas utangnya hehehe..

      Hapus
    3. Yaa harus baguslaaaah..
      masa jelek tulisannya. nggak enak dibaca nanti :p

      Hapus
  2. amiien..keren banget mimpinya mbak..semoga terwujud...aku juga pengen mimpi seperti itu... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin yaa robbal 'aalamiin.
      Makasi ya mak Dwiex'z atas doanya.
      Mudah-mudahaaaann apa yang Mak Dwiex'z ingin kan juga dikabul sama Alloh. Aamiin :)

      Hapus
  3. amiiin semoga segera terwujud ya mak semua mimpinya

    BalasHapus
  4. AMin Mbak Nisa ... aku ikut mendoakan semoga tercapai ya.. Semoga Allah ridha sama apa yang Mbak Nisa inginkan :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. makasih yaa mbak Ikkaaaa buat doanha. Semoga apa yang mbak Ikka dan keluarga cita-citakan juga tercapai dan mendapat ridho Alloh, aamiin.

      Hapus
  5. Aminnn smoga cita2 kita tercapai ya kak,..masih dikasih kepercayaan tahap pacaran... setelah 9 bln merried,aku juga masi menanti heheheh..kunjungi balik blog aku ya di www.gembulnita.blogspot.com

    BalasHapus
  6. Aminnn smoga cita2 kita tercapai ya kak,..masih dikasih kepercayaan tahap pacaran... setelah 9 bln merried,aku juga masi menanti heheheh..kunjungi balik blog aku ya di www.gembulnita.blogspot.com

    BalasHapus
  7. aamiin yra semoga impiannya dapat terwujud, sing sabar aja ya mbak menunggu momongan, akan datang pada waktunya

    terimakasih sudah berpartisipasi dalam GA Wujudkan impian mu, salam hangat dari bogor

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkomentar dengan sopan :)