Minggu, Februari 01, 2015

Berpikir Kreatif ala Yoris Sebastian

Assalaamu'alaikum...

Saya menjadi salah satu orang yang beruntung bisa ikut sharing sama Yoris Sebastian. Bagaimana tidak? Kalau mau ngobrol panjang kali lebar sama Yoris, begitu ia biasa dipanggil, itu susaaaah banget! Jadwal padat. Kalau ikut seminarnya, Yoris udah keburu dikerubutin banyak orang.

Nah, Rabu (28/1/2015) kemarin, saya bersama lima bloger lainnya dapat kesempatan sharing eksklusif nih sama Yoris di Urban Kitchen, Pacific Place. Ngobrolin apa aja sama Yoris? Banyak! Utamanya tentang menjadi orang kreatif biar sukses berbisnis juga. Eniwei, tanks ya Mbak Ani atas invitation-nya.



Kami yang sibuk memerhatikan setiap apa yang diucapkan Yoris. (dok. Mbak Ima)
Siapa Yoris Sebastian?

Mmmm udah pada tahu belum siapa Yoris Sebatian? Yoris adalah founder dan creative thinker OMG Consultanting. Dia juga terkenal sebagai creativepreneur. Ide-idenya luarrr biasa kreatif. Saking kreatifnya, pada usia 26 tahun, pria kelahiran Ujung Pandang ini sudah menjabat sebagai General Manager Hard Rock Cafe Indonesia. Dia juga kreator program I Like Monday, acara musik yang dilakukan setiap Senin malam di Hard Rock Cafe Jakarta.

Yoris mengawali karirnya sebagai pekerja magang di  majalah HAI. Yup, sedari muda, pria yang kini berusia 42 tahun sudah tertarik dengan dunia musik. Begitu ada kesempatan magang, dia langsung melamar ke majalah HAI. Tujuannya tidak lain meliput konser-konser artis dalam dan luar negeri.

Dari majalah HAI, ia bekerja di Hard Rock Cafe Jakarta. Dari sinilah karir Yoris mulai melesat. Program musik yang dicanangkannya begitu happening pada waktu itu. Senin ibarat hari yang begitu menyebalkan bagi banyak orang karena harus kembali beraktivitas. Namun demikian, Yoris mengubah imej buruk tersebut mejadi sesuatu yang menyenangkan. Senin juga merupakan hari paling sepi kunjungan di HRC Jakarta. Akan tetapi, dengan tangan dingin Yoris, pendapatan HRC naik lebih dari 10 persen berkat hadirnya program I Like Monday.

Yoris tak pernah bermimpi untuk menjadi general manager Hard Rock Cafe di usia yang begitu muda, tetapi Yoris memang ingin menjadi pengusaha. Yoris bukanlah tipe orang yang memiliki impian tinggi. Ia juga tidak termasuk anak yang stunning pada waktu duduk di bangku sekolah, tidak pernah ranking satu, tetapi juga tidak pernah tinggal kelas.

"Saya tipe orang yang jarang bermimpi besar. Saya sering bermimpi dan mimpi-mimpi saya jadi kenyataan, tapi saya nggak berhayal. Ngerti 'kan?", katanya.

Yoris Sebastian, orang biasa yang ide-idenya luar biasa.
Setelah menciptakan program I Like Monday, Yoris mengikuti kompetisi British Council's International Young Creative Entrepreneur Award (2006). Siapa sangka, ia mewakili Indonesia menjadi pemenang di ajang bergengsi tersebut. Yoris pun dikirim ke Inggris untuk mempelajari dunia kreatif dan bisnis.

Sepulangnya dari sana, ide-ide kreatif Yoris semakin terasah. Melalui Oh My Goodness (OMG) Consulting (2007), Yoris membuat acara-acara kreatif untuk para klien, seperti Black Innovation Award (2009) juga konsultan pemasaran kreatif film remaja Queen Bee (2009) dan Ketika Cinta Bertasbih (2009).

Berkat pengalaman yang berharga itu, setiap ada ajang kreatif yang digagasnya, Yoris tidak pernah ingin memberikan hadiah materi kepada para pemenang. Ia ingin agar pemenang dikirim ke Inggris dan belajar bisnis untuk dikembangkan di Indonesia.

Berpikir Kreatif ala Yoris Sebastian

Bagi Yoris, apapun kondisi seseorang haruslah berpikir kreatif, baik itu menjadi karyawan, self employee, juga enterpreneur. Hhhm, begitu banyak program kreatif yang telah diciptakan Yoris. Akan tetapi, dari mana saja ya pria berkulit putih ini mendapat ide-ide kreatif tersebut?

"Harus membiasakan dengan hal-hal yang berbeda", jawabnya.

Kebanyakan orang tidak tahu bagaimana proses Yoris menjadi GM Hard Rock Cafe. Padahal, sebelum menjadi GM, Yoris juga kerap mengerjakan hal-hal yang dianggap remeh-temeh, yaitu membuat kliping mingguan HRC Jakarta yang akan dikirim ke HRC Singapura.

"Pada awalnya saya mengerjakan kliping-kliping saat masuk Hard Rock. Kliping, menggunting artikel, lalu tempel di kertas. Tapi saya tidak pundung. Saya googling bagaimana membuat kliping yang kreatif. Saya praktikkan. Begitu dikirim, orang yang di Singapura ngenalin karena model klipingnya berbeda dari yang biasa", tutur Yoris mengenang masa lalu.

Yoris juga menjadi "beda" dari orang kebanyakan saat ia memiliki jadwal pengiriman milist di hari Senin. Sebagai informasi, dalam situs pribadinya, ada kolom di sebelah kanan yang menawarkan kepada para pembaca situs untuk dikirimi semacam artikel sharing juga motivasi atas apa yang dilakukannya.

Nah, berdasar riset yang dilakukan karyawannya, Senin bukan hari terbaik untuk nge-blast milist sebab Senin identik dengan hari tersibuk memulai kegiatan di awal minggu. Akan tetapi, begitulah Yoris. Ia berani tampil beda untuk kreatif. Ia tidak perduli. Senin tetap dipilih sebagai hari nge-blast milist kepada para pembaca setianya.

Membiasakan diri hal-hal yang berbeda ini juga termasuk cara Yoris dalam berpakaian sehari-hari. Menurutnya, orang yang berpenampilan rapi (mengenakan jas, kemeja, dan celana panjang) kerap dipandang hi class, bayarannya pasti mahal. Yoris ingin menghilangkan stigma tersebut. Orang tidak bisa dinilai dari penampilannya, yang penting kreatif berpikirnya. Maka jadilah, fashion style Yoris seperti saat ini, celana panjang-kaos-jas.

"Saya punya statement, yang saya jual itu ide saya", kata Yoris mantap tentang fashion style-nya.

Jas, kaos, dan celana panjang jadi khas fesyen Yoris Sebastian. (dok. http://tenthousandli.asia/album-2.html)
Selain membiasakan dengan hal-hal yang berbeda, Yoris juga menyarankan untuk mencatat setiap ide yang muncul. Anda tidak akan pernah tahu bagaimana sebuah ide itu terwujud.

Selain menghasilkan ide kreatif, hal lainnya yang perlu dipikirkan adalah cara agar ide tersebut disetujui. Banyak ide-ide yang berada dalam otak, tetapi tidak semuanya bisa terealisasikan. Bagi seorang karyawan, ide-ide yang menurut Anda bagus bisa saja ditolak karena dianggap berseberangan dengan atasan. Itulah tugas Anda mencari cara merealisasikannya.

"Orang kreatif nggak cuman (kreatif) dapetin idenya, tapi juga kreatif cara (agar idenya) di-approve. Berpikir kreatif is one thing, tapi bagaimana membuat ide saya ini di-approve?", tukas pria yang memiliki keinginan berkuliah di komunikasi massa Universitas Indonesia selepas lulus SMA.

Merealisasikan ide I Like Monday rupanya tidak semudah yang ia bayangkan. Saat meeting mingguan, Yoris kerap bingung saat ditanya oleh atasanya tentang ide membesarkan Hard Rock Cafe. Begitu ide muncul, sang atasan pun tak lantas menyetujui. Apakah Yoris menyerah? Tidak. Yoris terus berpikir bagaimana cara agar idenya bisa diterima. Ia meyakini program yang digagasnya akan booming sebab berbeda dari yang lain.

"I Like Monday itu sempet ditolak. Bahkan, awalnya bukan I Like Monday", ujar Yoris melanjutkan ceritanya.

Yoris melakukan riset kecil-kecilan, mengapa program I Like Monday ini harus dibuat. Di saat Senin menjadi hari paling sepi kunjungan di HRC Jakarta, ia ingin berikan sentuhan berbeda kepada pengunjung. Ia juga ingin mewujudkan konser artis dalam negeri, yang pada waktu itu diketahui sulit sekali bagi artis dalam negeri untuk membuat konser.

Menurutnya juga, konser di hari Senin ini sangat low cost (berbiaya murah). Setting-an panggung sudah ada di HRC Jakarta sehingga tidak perlu sewa tempat. Dari riset yang telah dilakukan, ia juga mencari tips membuat presentasi yang bagus dan menarik

Akhirnya dengan usaha yang gigih, ia presentasikan apa yang telah didapat di hadapan para atasan. Hasilnya? Program tersebut disetujui dan sukses pelaksanannya. Pendapatan HRC pun melebihi pendapatan week end yang dinilai hari-hari terbanyak kunjungan di kafe.

Pesan Yoris, apapun yang sedang Anda lakukan, kerjakan semaksimal mungkin dan sekreatif mungkin. Selanjutnya, hasil akan mengikuti dari apa yang telah Anda kerjakan.

The girls (girls???) with Yoris Sebastian. *abaikan ekspresi saya* (dok. Mbak Ima)



33 komentar:

  1. waw, ide kreatif bisa bikin pergi ke Inggris ya. keren, mba. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren.
      Kata Yoris, perlu pembiasaan untuk hal itu dan saya sndiri blm terbiasa. Huhuhhuu :(

      Hapus
  2. Balasan
    1. Yess.. Nggak semua orang bisa soalnya, mak icuuull

      Hapus
  3. wahhh senangnya ya bisa ngobrol santai dengan mas yoris..beliau juga punya buku berjudul biang kreatif, jadi pengin banget memilikinya..makasih nisa sharingnya..jadi tambah ngefans dengan orang sekreatif dia :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. pas ngobrol2 gini juga aku jadi pengen beli buku-bukunya Yoris.
      Sebelum ini nggak tau judul2 bukunya, mbak cuman sekelebatan aja taunya di Twitter :D

      Hapus
  4. "apapun yang sedang Anda lakukan, kerjakan semaksimal mungkin dan sekreatif mungkin. Selanjutnya, hasil akan mengikuti dari apa yang telah Anda kerjakan".
    siap laksanakan :D

    BalasHapus
  5. Pernah dengar tentang mas yoris ini tapi baru tau kisahnya disini. Terimakasih sudah menginspirasi. Salam kenal mak :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samaaa.. saya juga begitu.
      Bari kenal secara personal pas ikutan ini. Hehehe.
      Moga ada manfaatnya ya, Mak.
      Salam kenal kembaliii :)

      Hapus
  6. wow, baca ini wawasan jadi terbuka lebar.. bagaimanapun kemenangan adalah milik orang-orang yang kreatif. Terima kasih udah berbagi ya..
    Biarpun nggak dapat kesempatan, tapi dari sini udah belajar banyak. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mak Wayaa..
      Semoga tulisan ini bermanfaat dan menginspirasi :)

      Hapus
  7. Waaahh bisa ngobrol2 sedekat itu dg yoris sebuah keberuntungan yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betuuull..
      ALhamdulillah dapat rejeki seperti itu :)

      Hapus
  8. Ckck padahal usia semuda itu ya sudah sukses, berpikir kreatif dan eksekusi yg kreatif pula, super deh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah..
      Jadi kebayang anaknya sekreatif apa ya.
      Gimana juga pola didiknya :D

      Hapus
  9. Tulisannya keren, mengingatkan diri untuk terus berjuang apapun yang lagi dikerjakan. Terimakasih sharing tulisannya :) sebenarnya saya iri, mbaknya bisa sharing sama Mas Yoris. Tapi lewat tulisan di atas cukup menambah semangat utk terus maksimal. Sukses buat ke depannya ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah atas rejekinya.
      Biarpun nggak ketemu Yoris, mudah2an tulisan ini menginspirasi kita semuaaa, apapun yg dilakukan sebaik2nya nggak pernah percuma :)

      Hapus
  10. Apaaaaaah. Kenapa ga ajak-ajak sayah mbaaaaak, eh. Duuuuh, saya penggemar berat Yoris. Maksudnya ide-ide gila yg simple tapi juaraaaaa. Thanks for share mbak :)

    Http://jengbuas.wordpress.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah2an suatu saat Mbak Asri punya kesempatan ngobrol kayak gini ya sama Yoris. Aamiin..

      Hapus
  11. Inspirasinya gak habis2 ya, Mba sampai bingung ini mau nulis dari mana :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betuuuull mbak Aniii.
      Detik3 akhir mau rapi baru aku putuskan, "Oke cukup sgini aja. Dibagi2 tulisan ini biar nggak bosenin" Hehhe.

      Hapus
  12. berfikir kreatip ternyata mahal harganya ya, kagak semua orang bisa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Naahh itu die.
      Buat orang yg dominan otak kiri kayak gue, mmmm berpikir kreatif itu semacam PR besaaaarr buat gue :D tapi katanya sii bisa kl dibiasain

      Hapus
  13. Wah... kata penutupnya dari Yoris keren banget :)) Saya juga pengagum Yoris mbak.. duh envy deh. Pengen ketemu juga ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ohyaa?
      Saya malah baru tau sepak terjangnya setelah mengikuti kegiatan in. Hehehe.
      Meski nggak ikut, mudah-mudahan bisa ngerasain ilmunya melalui tulisan ini ya Mbaaaak :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkomentar dengan sopan :)