Rabu, Desember 31, 2014

2014, Keluar dan Bangkit dari Zona Nyaman

Assalaamu'alaikum..

Yeaaayy, we are counting down to 2015 in a few hours more! Waktu terasa begitu cepat berlalu, ya. Saya ingat banget, tahun baru kemarin hanya bisa mendengar suara petasan dari atas kasur. Saat itu saya terkena penyakit malarindu alias meriang. Eeee... nggak taunya udah setahun berlalu. Mudah-mudahan atas waktu yang telah kita gunakan ini tidak mengurangi keberkahan dari Alloh swt. Aamin..

Sedikit cerita (nggak sedikit, panjang juga sih) tentang kehidupan saya di tahun 2014. Bisa dibilang, ini adalah tahun yang penuh dengan warna-warni. Ada senang, ada duka. Ada jatuh tersungkur, ada pula saatnya saya mencoba bangkit. Tsaaahh.. But in the end of year, i got so many surprises as a beginer. Whats is it dot comLets find out!


sumber: www.siperubahan.com
Awal tahun ini saya disibukkan dengan penyesuaian aktifitas baru, menjadi isteri sekaligus pekerja. Well, kami pengantin baru (baru 7 bulan) yang juga baru saja pindah rumah. Yang tadinya tidak pernah ke dapur, ya saya harus ke dapur. Yang tadinya nggak kenal bumbu-bumbu dapur, sekarang harus kenal. Plus beberes rumah. Masih ada untungnya, saya tinggal dekat dengan kakak perempuan. Jadi, masih punya teman sharing.

Bangun di subuh hari. Lalu, mencuci pakaian, pergi ke pasar, siapkan sarapan, berangkat kerja dan pulang menjelang Maghrib. Kemudian, ba'da Maghrib saya masak makan malam. Sekitar setengah sembilan, baru deh makan malam. Begitulah aktifitas harian saya kala itu. Karena norak, beberapa curhatan tentang masakan, saya beri tagar #sibontotmasukdapur di berbagai media sosial. Capek, pasti. Namun, entah mengapa, saya menikmatinya.

Tagar #sibontotmasukdapur di salah satu akun media sosial saya. Hihihiii

Keluar dan Bangkit dari Zona Nyaman

Di bulan berikutnya jadi masa nge-down bagi saya dan itu berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Saya putuskan untuk berhenti bekerja. Bukan, bukan karena program hamil. Namun, suami lebih menginginkan isteri berkarya di atas kaki sendiri, bisa atur waktu sendiri, bukan diatur oleh atasan (wicis jadi karyawan).

Jujur, ini adalah momen terberat dalam hidup saya. Biasa punya aktivitas di luar, punya penghasilan tetap sendiri, handle ini-itu, tiba-tiba lost gitu aja. Keluar dari zona nyaman. Diam di rumah, tidak ada kegiatan rutin lagi. Hanya urus suami dan rumah mungil kami.

Saya amat menyenangi pekerjaan yang saya geluti hampir tiga tahun tersebut. Teman kerja, lingkungan kerja, rutinitas pekerjaan, saya merasa nyaman dengan semua itu. Kondisi ini semakin terasa berat saat orang-orang terdekat mempertanyakan keputusan saya berhenti.

My last day at the office. (dok. Mas Is)
Yahh, makin merasa menyesallah saya saat mendengar omongan orang-orang yang sependapat dengan saya kala itu. Mereka seolah-olah kasihan dengan kondisi saya. "Sekolah tinggi-tinggi, tidak bekerja (sebagai karyawan), belum punya anak, mau ngapain di rumah?" pikir mereka yang juga sependapat denga saya. "Saya sedang berusaha mencari keridhoan dari seorang suami", kata saya (berusaha) membesarkan hati.

Saya mencoba menikmati masa kesendirian. Memiliki banyak waktu luang, tidak ada beban dari tugas kantor, juga belum dikaruniai keturunan. Tak jarang, saya menangis sendirian, seperti belum bisa terima kenyataan. Lebay, tapi yaa gitu deh.

sumber: blog.areapelajar.com

Saya mencoba mencari alternatif kegiatan. Sempat ingin bisnis kue-kue kering, tapi akhirnya kandas gitu aja. Padahal, suami mendukung bahkan mengizinkan saya kursus kue. Saya juga sudah membeli beberapa peralatan membuat kue, seperti mixer, oven, buku-buku resep. Hingga saat ini, peralatan itu tidak saya sentuh. Hiks.

Saya sempat berjualan tahu susu juga jajan pasar untuk sarapan. Namun, dengan alasan capek karena subuh-subuh sudah berkutat dengan kue sendirian, plus kakak ipar saya cuti melahirkan, hingga kini bisnis jajan pasar tidak dilanjutkan. Saya juga putuskan belajar mengendarai mobil. Alhamdulillah sudah lancar :)

Ragam jajan pasar jualan saya :D

Saya terus mencoba berpikir positif. Saya yakin, jalan ini sudah diatur semuanya sama Alloh. Mungkin inilah waktunya saya mendekatkan diri sama Alloh. Namun, saya belum menemukan celahnya saja untuk bisa menggunakan waktu luang yang banyak ini dengan hal-hal bermanfaat dan penuh syukur. Sambil mengisi kekosongan, saya ikut pengajian tempat ibu mengaji.

Tahu susu bandung, tahunya lembut, gurih, dan tanpa bahan pengawet.

Satu Tahun Pernikahan Sekaligus Hari Kepergian Kakak

Di bulan Maret menjadi bulan yang spesial. Ya, bulan ini (Maret 2013) adalah hari di mana saya bersama suami menyatukan visi misi dalam ikatan pernikahan. Sedihnya, tepat satu tahun pernikahan kami berbarengan dengan kepulangan kakak yang begitu mendadak.

Ya.. Kakak tertua saya, yang mengurus segala tetek bengek pernikahan saya tahun lalu, pergi mendahului para adik juga orangtua menghadap Sang Khalik tepat satu tahun usia pernikahan saya. Ingin saya tulis kejadian ini di blog, tapi nggak sampai hati.

Saya tidak mau perpanjang cerita ini.

Foto terakhir anak-anak perempuan mama di hari pernikahan saya.

Menemukan Dunia Saya Kembali di Bidang Ngeblog

Setelah mencoba berbagai macam kegiatan, akhirnya saya mengaktifkan kembali blog pribadi ini. Awalnya, blog ini saya buat sebagai diary saya bersama suami. Saya ingin mengumpulkan cerita saya dan suami sedari kami bertemu hingga maut memisahkan. Namun, kekinian, kontennya berubah menjadi blog pribadi. Cuman lahirnya saja pas saya bertemu dengan suami. I write everything here... what i did, what i feel, and what i thought.

Saya emang doyan curhat dari SD. Hobi saya yaa ngeblog sejak SMA. Karena kerja wicis seharian di depan laptop, kegiatan ngeblog ini sedapetnya aja dilakuin. Isi blog saya lebih sering curhat atau tulisan-tulisan reportase. Pun saat berhenti kerja. saya masih bingung mau nulis apa. Lihat saja list blog post saya dari Feb-Agustus, dikit banget 'kan?

Saya mulai intip blog teman-teman. Cukup jadi silent reader saja dulu. Saya juga mengamati kegiatan para blogger yang bisa menghasilkan uang dari ngeblog, termasuk dapat hadiah dengan mengikuti kompetisi ngeblog. Saya juga bergabung dengan grup emak2blogger. Hmm, saya seperti menemukan dunia saya lagi! Saya seperti mendapat spirit untuk ngeblog lagi!

Meski sudah resign, saya tetap berhubungan dengan teman-teman kerja dulu. Tempat saya kerja dulu memang ada hubungannya dengan dunia blogger. Kalau mereka (tempat saya bekerja dulu) sedang ada blogger gathering dan saya dapat izin dari suami, saya ikut. Dari situ saya mulai menemukan kenyamanan. Lumayan bisa keluar rumah sekadar refreshing. Nilai plus lainnya ketemu teman-teman, ilmu baru, syukur-syukur dapat hadiah. Mweheheh..

Nangkring di kantor Google. Yeaaayy!

Dari blogger gathering, saya bangun kembali network. Saya juga kerap ikut acara liputan blogger yang diadakan dari Blogger Reporter Indonesia. Yaa sebisanya saya saja dan semenarik temanya saja untuk saya. Selesai acara, saya buat tulisannya. Menuliskan liputan gini semacam menyalurkan cita-cita saya dulu, menjadi jurnalis. Hehehe.

Saya asah lagi kemampuan menulis. Awalnya, saya menulis artikel hasil wawancara bersama salah seorang hijaber Indonesia yang saya kagumi, Fitri Aulia. Wawancara dilakukan via email. Selanjutnya, jika ada kejadian seru dan bermanfaat, tak lupa saya tuliskan juga di blog. Tektok saja menulisnya, nanti nulis di Kompasiana, lalu blog pribadi, atau keduanya. Ya, saya masih menuliskan artikel reportase.

Saya juga menuliskan artikel-artikel yang saya dapat dari mengaji. Yup, selepas berhenti kerja, saya rutin ikut kajian setiap hari kamis. Selain buat catatan diri saya *meski entah kapan dibuka-buka lagi*, mudah-mudahan artikel itu bisa membantu mengingatkan orang lain dan saya untuk berbuat kebaikan sekaligus menambah timbangan amal kebaikan saya di akhirat. Mudah-mudahan. Aamin.

Biar bisa menang lomba ngeblog, saya minta rahasia dari teman-teman yang kerap menang lomba. Hahahaa iya dulu saya emang sering ngejuriin lomba blog, tapi sebagai pelaku ngeblog alias blogger yaa newbie-lah.

Kado Manis Menjelang Akhir Tahun

Alhamdulillah dari acara kopdar, ngeblog, dan gabung di komunitas, pintu rejeki mulai datang dari menulis. Awalnya, saya pernah menjadi buzzer. Saya juga pernah diminta menuliskan review atas sebuah situs. Yang paling HOT adalah saya ditunjuk sebagai salah satu host di acara Kompasianival 2014. WOW banget ini rasanya! Padahal, niat nggak niat juga saya daftarnya. Deg-degannya sepanjang hari., pokoknya sampai saya kelar nge-MC deh. Cerita saya jadi host di Kompasianival 2014 sudah diceritakan di sini.

Si baju merah saat memandu salah satu talkshow di Kompasianival 2014 (dok. Nurulloh)

Saya juga menang beberapa lomba yang diselenggarakan Kompasiana, seperti menulis asuransi syariah bersama SunLife Syariah dan tips make up harian dari Paula Meliana. Tidak hanya itu, saya mendapat kado penutup akhir tahun yang manis! Saya menang lomba (juara 2) menulis properti Perumahan Graha Raya. Alhamdulillaah. Sebagai newbie blogger, seneng banget rasanya atas pencapaian yang telah saya lalui dalam beberapa bulan ini.

Juara dua lomba ngeblog bersama Graha Raya. Alhamdulillah :) 

Saya juga dapet gimmick kecil-kecilan dari Mak Haya berupa buku cerita anak-anak, buku #TNTrtw dari Mizan, dan random gifts dari Marischka Pruedence :)

Saya rasa, dunia blogger jika ditekuni dan diseriusin bisa mendulang banyak rejeki. Meski demikian, saya tidak mau terlalu ngoyo untuk mencari rejeki di sana. Masih dibawa santai saja agar dalam menjalankannya juga santai. Serius, tapi santai. Santai tapi dapet, gitu kan enak yah? ;)

Random gifts dari Marischka Prue.

Selain pencapaian di bidang ngeblog, dua bulan terakhir ini saya kerap bepergian bersama suami. Ada yang memang diniatkan ziarah, juga ada yang dalam rangka menemani suami kerja, lalu sekalian liburan. Ceritanya memang belum saya tulis semua. Masih disimpan :D

Itulah cerita saya di tahun 2014. Mudah-mudahan kesuksesan,keselamatan, kesehatan, dan keberkahan dari Alloh selalu melingkupi kita semua di tahun 2015. Aamiin. Happy new year 2015! :*

14 komentar:

  1. Biasanya, bagian paling menyenangkan dari hal-hal seperti ini adalah saat menyadari 'apa yang kulakukan adalah yang benar. 'What I do is totally the right one.'

    :)

    Selamat ya, tantee....

    BalasHapus
    Balasan
    1. mudah-mudahan benar, ya faaan biar nggak galau lagiii. hihihii
      yaa namanya juga sedang mencari keridhoan suami :D

      Hapus
  2. Baru mampir udah suka sama ceritanya :)

    www.fikrimaulanaa.com

    BalasHapus
  3. JUARA, JUARA, Juaraaaaa....!!
    So proud of you, Mak... Semoga 2015 makin bersinarrrr yaak :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin yaa robbal 'aalamiin.
      Doa yang sama buat Mak Nuruuul :)

      Hapus
  4. Walau sempat ada sedih2 di awal karena harus meninggalkan kantor dan teman2 yang menyenangkan, tapi aku seneng karena endingnya bahagia :) Tetap semangat ya mbak. Siapa tau memang lewat blog lah dirimu bisa lebih sukses lagi. ;)

    Btw, makasih ya udah ikutan giveawaynya blogku mba ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin..
      Tetap semangat untuk berbagi.
      Sukses terus yaa buat mnak Lia dan keluarga :)

      Hapus
  5. Balasan
    1. Makasi mak fadluuun udah bakunjung.
      Terima kasih juga buat info2 acara di tiap weekend. Mwahahaha..

      Hapus
  6. Penyemangat buat blogger angin-anginan macam saya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayuuukk kita sama-sama semangat ngeblog lagiii.
      semangat untuk berbagi.

      Hapus
  7. Balasan
    1. mari kita belajar buat konsisten ya, om ;)

      Hapus

Terima kasih sudah berkomentar dengan sopan :)