Kamis, Oktober 30, 2014

Allianz Indonesia Menyadarkanku Pentingnya Asuransi di Setiap Aspek Kehidupan

Sejak menikah, saya merasa perlu belajar banyak hal dalam hidup berumah tangga dan itu masih belangsung hingga kini. Salah satu hal terpenting dari semua pembelajaran dalam rumah tangga adalah menyangkut keuangan keluarga. Ya, selain melayani suami, isteri juga berperan sebagai manager keuangan di rumah.

Uang juga terkadang menjadi hal yang sensitif diperbincangkan, apalagi selepas saya memutuskan menjadi ibu rumah tangga secara penuh. Di awal periode, saya cukup kebingungan mengatur sistem keuangan keluarga. Biasanya di keluarga kecil kami ada dua pintu pendapatan, lalu berubah menjadi satu pintu saja. Biasanya juga, saya bisa membeli barang-barang yang saya inginkan, tanpa harus meminta kepada suami. Alhasil, dengan kondisi seperti ini, saya terpaksa memangkas beberapa pengeluaran.

Suami bekerja sebagai wiraswasta bidang kontraktor. Penghasilannya tidak menetap dalam sebulan, tergantung dari proyek yang dikerjakan. Sementara itu, kebutuhan rumah tangga kami tidak berubah, bahkan cenderung meningkat. Saya harus mencari siasat lain, bagaimana cara mengelola keuangan keluarga agar tidak habis begitu saja dan tetap membawa manfaat untuk kami dan banyak orang.

Setelah memutuskan untuk tidak lagi bekerja, saya semakin konsen mengatur keuangan keluarga. Mumpung masih hidup berdua, jadi bisa menabung lebih banyak, pikir saya. Namun, tetap saja berbagai pertanyaan berkecamuk.

Menjadi ibu rumah tangga, belajar menjadi manager keuangan. Mengelola keuangan keluarga agar kaya manfaat untuk keluarga juga orang lain. (dok. pribadi)

Apakah sistem keuangan keluarga kami cukup hanya dengan menabung (saving)? Bagaimana jika suatu saat nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada suami sementara jumlah uang yang kami sisihkan per bulan tidak cukup memenuhi kebutuhan keluarga untuk ke depannya? Bagaimana pula dengan realisasi cita-cita kami untuk pergi ke Baitulloh, memiliki rumah impian, dan bisa membesarkan anak-anak dengan kesehatan dan pendidikan yang terjamin? Kalau diturutin sih, saya inginnya setiap hari menabung Rp 10.000, dalam setahun saldo tabungan sudah mencapai Rp 10.000.000. Hihihiii.. hitung-hitungan matematika dari mana itu ya?

Saya pun bertukar pikiran (sharing) ke beberapa teman dan kerabat yang dianggap lebih paham dalam hal mengelola keuangan. Selain menabung, seorang kerabat menyarankan saya untuk berinvestasi emas jika investasinya untuk jangka panjang. Akan tetapi, melihat tren harga emas yang cenderung turun dalam dua tahun ini, saya ragu untuk menginvestasikannya. Ada pula yang menyarankan investasi rumah atau tanah. Hiks, kami saja belum memiliki rumah pribadi :(

Namun demikian, rata-rata dari teman menyarakan saya untuk memiliki asuransi. Beberapa teman ada yang memiliki asuransi jiwa secara pribadi. Beberapa juga ada yang memiliki asuransi kesehatan dari kantor tempat suami bekerja. Lainnya, ada pula yang mengalihfungsikan asuransi kesehatan yang dimiliki dari sebelum menikah menjadi investasi unit link. Lalu, berada di manakah saya?

Akhirnya, saya membincang perihal pengelolaan keuangan keluarga kepada suami. Suami sih setuju saja jika saya hendak memiliki polis asuransi. Namun, pertanyaan selanjutnya, perusahaan asuransi mana yang bisa diajak bekerja sama untuk meminimalisir beragam kehawatiran yang telah saya sebut sebelumnya? Produk asuransi apa yang cocok dengan keadaan finansial keluarga kami?

Dua pesan suami jika saya hendak memiliki polis asuransi. Pertama, pilihlah perusahaan asuransi yang telah lama berkiprah dan telah teruji keuangan perusahaannya. Kedua, pilih agen asuransi yang sudah lama bekerja di suatu perusahaan asuransi agar kita mudah melakukan klaim saat dibutuhkan.

Asuransi nggak cuman tentang jiwa dan kesehatan, lho! Asuransi itu menyangkut berbagai aspek dalam hidup, yaa mobil, rumah, perjalanan, dan juga tempat usaha Anda. (dok.www.toddcarrinsurance.com)

Baiklah, atas restu suami, saya mulai mencari berbagai informasi seputar asuransi dari berbagai perusahaan. Ya dari tetangga kami yang menawarkan produk asuransinya atau rajin-rajin berselancar di internet. Saya juga menghadiri talkshow tentang asuransi bersama komunitas bloger.

Wawasan saya tentang asuransi pun semakin terbuka. Saya harus selektif dalam memilih perusahaan asuransi tempat polis saya bernaung seumur hidup. Saya juga tidak mau mengalami susah klaim seperti permasalahan yang sering mencuat dari para pemegang polis.

Dinilai dari segi produknya, ternyata produk asuransi itu ada di segala aspek kehidupan, lho! Tidak sesimple yang saya bayangkan. Produk asuransi bukan hanya menyangkut jiwa dan kesehatan, melainkan juga asuransi umum yang terdiri atas asuransi rumah, kendaraan, tempat usaha, juga perjalanan. Waaa, kalau saya bisa memiliki polis asuransi jiwa, kendaraan, juga rumah dalam satu perusahaan pasti bisa lebih simpel ya mengurusnya.

Selain itu, asuransi juga tidak hanya diperuntukkan orang-orang yang memiliki kelebihan pendapatan, tetapi juga mereka yang berpenghasilan rendah. Hhhm, stigma yang kerap menempel di benak saya tentang asuransi benar-benar berubah dengan pernyataan tersebut.

Intinya, asuransi itu memberi proteksi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan di masa depan, bukan menakut-nakuti masyarakat terhadap kemungkinan buruk di masa depan. Ibaratnya, melalui asuransi masyarakat diajak sedia payung sebelum hujan, bukan mendoakan hal-hal buruk terjadi kelak. Perusahaan asuransi juga tidak membatasi pemegang polis selama lolos dalam proses verifikasi (underwriting).

Lima pemahaman dasar tentang pentingnya berasuransi. Dari pemahaman simpel ini, saya semakin tertarik dengan dunia asuransi (dok. allisyakita.blogspot.com)

Allianz Menjawab Pesan Pertama Suami

Dari berbagai usaha yang dilakukan dan bekal ilmu yang didapat, pilihan saya mengerucut pada sebuah perusahaan asuransi yang bernama Allianz Indonesia. Mengapa? Ini terkait jawaban saya atas pesan pertama suami di atas, tentang kredibilitas perusahaan asuransi. Allianz Indonesia adalah perusahaan asuransi yang telah lama berkiprah dan teruji keuangannya di Indonesia.

Mungkin bagi beberapa orang, memilih perusahaan asuransi adalah langkah kedua setelah membandingkan produk asurnsi antarperusahaan. Akan tetapi, bagi saya, saya harus tahu brand image-nya dulu karena ini menyangkut kredibilitas dan sistem keuangan keuarga saya seumur hidup. Terkait produk, saya rasa 11-12 (sedikit) perbedaannya antarperusahaan asuransi.

Allianz Indonesia merupakan sebuah perusaahaan asuransi yang berdiri sejak tahun 1890 dan berpusat di Berlin, Jerman. Allianz melakukan ekspansi ke 70 negara dunia, termasuk Indonesia pada tahun 1981. Artinya, sejak membuka cabang perusahaannya di Indonesia (1981), Allianz Indonesia telah melewati masa-masa genting perkonomian Indonesia (krisis moneter tahun 1998) dan masih bertahan hingga kini (2014). Luar biasa, bukan? Saya rasa kalau Allianz Indonesia bukan perusahaan asuransi besar, bisa kolaps di tahun 1998. Allianz Indonesia bisa saja tidak sanggup membayarkan premi jutaan nasabahnya.

(dok. www.keepcalm-o-matic.co.uk)
Pernyataan di atas diperkuat dari berita di Liputan6 yang menyebutkan, Allianz Indonesia termasuk satu dari lima perusahaan yang memiliki premi bruto sebesar Rp 1 triliun ke atas. Hasil ini diperoleh dari riset majalah keuangan nasional, Infobank, tahun 2014. Nah, dari situs Allianz Indonesia diketahui, pada semester pertama tahun 2014, Allianz Indonesia memiliki Pendapatan Premi Bruto (PPB) keseluruhan dari bisnis asuransi jiwa, kesehatan, dan umum sebesar Rp 5,43 triliun.

Di tahun ini pula, Allianz Indonesia memperoleh penghargaan khusus dari Majalah Investor terkait bisnis asuransi jiwa yang dikembangkannya. Menurut Majalah Investor, Allianz Indonesia turut berperan dalam mengembangkan asuransi mikro, sesuai dengan tema pengembangan industri keuangan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni mendukung program literasi keuangan. Wuihh, makin mantap 'kan komitmen Allianz Indonesia dalam bidang asuransi!

Hingga kini, Allianz Indonesia telah melayani lebih dari 4 juta tertanggung. Didukung oleh lebih dari 1.200 karyawan dan lebih dari 17.000 tenaga penjualan di 93 kantor pemasaran di 46 kota Indonesia, saya yakin keuangan Allianz Indonesia akan semakin stabil ke depannya. Jadi, tak perlu diragukan lagi donk kredibiltas dan komitmen Allianz Indonesia terhadap asuransi! ;)

Allianz Merangkul Kebutuhan Kami dengan Mudah

Setelah memegang satu kunci, yakni pemilihan perusahaan asuransi, langkah selanjutnya adalah memilih produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi finansial. Saya akui, banyak produk asuransi yang ditawarkan Allianz Indonesia dengan beragam keunggulan di tiap produknya. Hal ini bisa Anda ketahui dari situsnya yang simple, tapi mengandung banyak informasi dengan jelas.

Karena saya pernah mendapatkan bekal pengetahuan tentang sistem asuransi konvensional dan syariah, saya memilih sistem asuransi syariah. Alhamdulillah, Allianz Indonesia sudah menyediakan layanan asuransi berbasis syariah (Allianz Syariah).

Dikaitkan dengan kebutuhan kami yang masih hidup berdua, memiliki sebuah kendaraan bermotor, belum punya rumah, dan suami berwirausaha, Allisya Protection Plus bisa menjadi bahan pertimbangan kami untuk memiliki polis asuransi di Allianz Indonesia. Melalui Allisya Protection Plus, kami bisa memiliki polis asuransi jiwa dan kesehatan sekaligus investasi secara syar'i dengan sistem tolong-menolong, berbagi risiko (tabarru'), dan tidak mengandung riba.

Apa lagi sih keunggulan Allisya Protection Plus lainnya?

  • Dikelola sesuai syariah di mana para peserta berakad untuk saling menolong satu sama lain. Jadi, kita bisa berasuransi sekalian beribadah.
  • Memberikan perlindungan jiwa hingga usia 100 tahun. 
  • Bisa pilih cara pembayaran premi (bulanan, kuartalan, semesteran, atau tahunan). Premi minimumnya bisa mencapai Rp 300.000 lho yang dibayarkan di tiap bulannya.
  • Manfaat cacat tetap total (TPD: Total Permanent Disability) dapat diambil secara terpisah dari manfaat meninggal dunia, sehingga kejadian TPD tidak membuat polis harus ditutup.
  • Menanggung 49 penyakit kritis.
  • Klaim penyakit kritis tidak mensyaratkan masa bertahan hidup (survival period).
  • Klaim sakit kritis yang mudah; UP bisa langsung cair begitu pertama kali terdiagnosis 1 dari 49 penyakit kritis, tanpa harus menjalani perawatan dulu.
  • Memberikan UP (uang pertanggungan) lebih besar dengan premi lebih rendah dibanding produk lain yang sejenis.
  • Jika ditambahkan rider (manfaat tambahan) term-life , premi bisa lebih murah daripada produk term-life murni untuk UP yang sama. 
  • Jika ditambahkan rider flexicare family (rawat inap, pembedahan, dan penyembuhan) dapat menyertakan seluruh anggota keluarga (suami/istri dan anak-anak) dalam satu polis. *paket hemat nihh, temansss!*
  • Struktur biaya lebih rendah dibanding produk lain yang sejenis.
  • Sudah ada alokasi investasi dari premi berkala sejak tahun pertama.
  • Dana peserta diinvestasikan dalam instrumen investasi yang halal, bersih, dan bebas dari riba.
  • Hasil investasi (jika dimaksimalkan) dapat digunakan untuk berbagai keperluan di masa depan, seperti dana darurat, pendidikan anak, DP rumah, perjalanan ibadah, rekreasi, dan lain-lain. *Naahh, ini penting nih menyangkut cita-cita saya dan suami*
sumber: myallisya.com dan allisyakita.blogspot.com

Selain Allisya Protection Plus, ada empat produk asuransinya loh untuk Allianz Syariah, yaitu Allisya Maxi Fund Plus, Allisya Rumah, Allisya Usaha, Allisya Mobil. Namanya juga asuransi untuk semua aspek kehidupan, jadi Allianz Indonesia tidak tanggung-tanggung memberikan pelayanannya di berbagai aspek kehidupan. Disesuaikan dengan kondisi keluarga, saya bisa juga nih mengambil Allisya Usaha dan Mobil. Namun, karena keterbatasan finansial, saya berencana mengambil yang prioritas saja dulu. Mudah-mudahan lainnya bisa menyusul segera. Aamiin!

Jika Anda seorang wirausahawan, memiliki tempat sendiri untuk bekerja, Anda bisa mengasuransikan tempat usaha di Allianz Indonesia dengan menggunakan produk asuransi Allisya Usaha.

Pernah kepikiran nggak sebelumnya untuk mengasuransikan usaha Anda? Pernah terbayang jika suatu saat hal buruk, misal kebakaran atau kebanjiran menimpa kantor Anda, apakah sudah punya back up-nya? Apakah Anda sudah siap menanggung kerugiannya seorang diri sebagai pemilik usaha? Kalau Anda punya asuransi Allisya Usaha, kesulitan ini ditanggung bersama Allianz. Allianz Indonesia menemani para nasabahnya untuk memproteksi segala aspek kehidupan yang dimiliki.

Ada dua paket Allisya Usaha: paket Allisya Usaha untuk perlindungan terhadap kantor, toko, atau gudang pribadi. Paket Allisya Kantor untuk perlindungan terhadap kantor yang berlokasi di gedung-gedung tinggi perkantoran, apartemen, atau rukan. Selain bangunan, melalui Allisya Usaha, Allianz Indonesia juga menanggung perabot, persediaan, bahan baku, serta mesin-mesin. Lengkap paketnya, kan? 

Allianz Indonesia, asuransi yang luas, lengkap, ekonomis, dan praktis untuk semua nasabah daan aspek kehidupan (http://blog.yourcoverinsurance.co.uk/)

Bagaimana dengan Allisya Mobil? Allisya Mobil adalah produk asuransi syariah Allianz Indonesia untuk kendaraan mobil, baik mobil pribadi maupun angkutan umum. Produk ini memberikan dua jenis pilihan tingkat perlindungan, yaitu Silver dan Gold. Silver memberikan pilihan asuransi komprehensif (all risk) atau total lost only (TLO), sedangkan Gold memberikan fasilitas asuransi komprehensif.  Adapun syarat mobil dengan paket Gold harus milik pribadi dan bernilai antara Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar. 

Asyiknya, semua produk asuransi Allisya Mobil juga dilengkapi dengan layanan medical hotline yang selalu siap 24 jam serta memiliki cakupan perlindungan fitur inti comprehensive yang luas. Jadi, tidak hanya mobilnya yang diobati saat ada kecelakaan, si pemilik (jika saat kejadian berada di lokasi) juga akan diobati oleh Allianz Indonesia. Oooh.. Andaikan saya memiliki uang yang lebih banyak lagi, ingin rasanya mengasuransikan kendaraan saya. Maklum, saya masih tergolong baru bisa mengemudi. Jadi, antisipasi kendaraan suami kalau ada apa-apa di jalan.

Lalu, apa sih Allisya Maxi Fund Plus itu? Allisya Maxi Fund Plus adalah produk unitlink premi tunggal dari Allianz Indonesia. Produk ini juga memberikan manfaat perlindungan jiwa hingga usia 100 tahun. Mengenai waktu pembayaran premi, silakan Anda tentukan sendiri. Pun begitu dengan waktu untuk menikmati dana nilai investasi, silakan Anda tentukan sendiri.

Dari penjelasan di atas, jelas terlihat kalau Allianz Indonesia memang menawarkan perlindungan asuransi yang luas, lengkap, dan ekonomis untuk semua nasabah. Hhhm, seandainya finansial keluarga kami memungkinan, kami bisa ambil tiga paket yang sudah disebut di atas. Meski demikian, Allisya Protection Plus juga tidak kalah bagus kok prospek ke depannya. Uang kami bisa bertambah lebih cepat dibandingkan dengan menabung plus diiringi dengan manfaat kesehatan yang bisa dinikmati bersama keluarga. Alhamdulillaah.. Ini merupakan #1yangterpenting dalam hidup kami.

Menjawab Pesan Kedua Suami, Agen dan Klaim Tidak Lagi menjadi Momok bagi Calon Nasabah Asuransi Allianz Indonesia

Salah satu hal yang menjadi momok saat memiliki polis asuransi adalah keberadaan agen, mulai dari cermat memilih agen hingga antisipasi bila agen tidak lagi bertugas. Padahal Anda tahu sendiri, begitu memutuskan memiliki polis asuransi, seumur hidup Anda akan berkaitan dengan asuransi. Kondisi akan lebih repot bila agen yang telah menangani Anda dari awal, tiba-tiba keluar di tengah jalan. Itulah yang dikhawatirkan oleh suami saya.

Bersamaan dengan raibnya sang agen, bisa siih di tengah jalan Anda memutuskan berhenti alias tidak membayarkan premi lagi. Akan tetapi, manfaat berasuransinya belum bisa dirasakan oleh Anda dan keluarga. Sayang bukan jika sudah investasi, tapi tidak mendapatkan hasil yang maksimal?

Nah, begitu pula dalam hal pemilihan agen asuransi. Menurut dr. Ginawati Djuandi, Chief Agency Officer Allianz Indonesia, hal pertama kali yang harus Anda cermati dari seorang agensi adalah lisensi. Tanyakan padanya, apakah ia memilik lisensi sebagai agen asuransi? Jika ya, paling tidak informasi yang diberikannya bisa dipercaya dan dia serius menekuni dunia asuransi.

 Agen asuransi juga ada lisensinya, lho. Tanyakan pada si agen, apakah dia punya lisensi sebagi wujud keseriusannya menawarkan dan mengawal produk asuransi kepada calon nasabah? (dok. AAJI)

Kedua, usahakan agar mengenal leader agen asuransi Anda. Ini memudahkan Anda bila terjadi hal-hal yang tidak dipahami dari agen asuransi, termasuk berhenti bertugas. Benar, secara sistem, setiap perusahaan asuransi memberlakukan orphan policy. Artinya, begitu ada agen yang keluar, perusahaan segera memerintahkan sang leader untuk memberikan agen pengganti.

Nasabah dan agen pasti butuh waktu beradaptasi kembali. Oleh karena itu, berhubungan baiklah dengan leader agen agar memudahkan Anda mengurus tetek-bengek asuransi pasca "ditinggal" agen asuransi. Meski demikian, di Allianz Indonesia, agen, leader, juga costumer service dengan senang hati membantu nasabah bila ada hal-hal yang perlu dibantu.

Bagaimana dengan klaim asuransi? Ini yang paling banyak dikeluhkan nasabah di perusahaan asuransi lain. Banyak nasabah yang mengeluhkan lambannya proses persetujuan klaim hingga berujung penolakkan. Hal ini memaksa nasabah menunggu reimburse yang dikeluarkan perusahaan asuransi hingga waktu yang tidak ditentukan. Ada pula yang terpkasa membayar penuh biaya yang seharusnya tidak dikeluarkan karena pengajuan klaimnya ditolak.

Sistem pengajuan klaim tampak berbeda pada Allianz Indonesia. Mereka telah membangun sistem yang user friendly dan sesuai perkembangan teknologi. Memanfaatkan situsnya yang bisa diakses dari mana pun, Allianz Indonesia menjelaskan syarat-syarat apa saja yang harus dilengkapi saat pengajuan klaim, mulai dari hal-hal yang harus diperhatikan, alur pengajuan klaim, formulir klaim, hingga cek status klaim nasabah. Nah, kalau sudah begini, nasabah tidak akan cerewet apalagi marah-marah meminta kejelasan status klaim. Semuanya bisa dipantau melalui internet.

Nah, yang lebih keren lagi, Allianz Indonesia telah mengembangkan jalur klaim ini dalam sebuah aplikasi yang bisa diunggah oleh pengguna Android (Google Play) dan iOS (Apple Store). Ini bukti kalau Allianz Indonesia menomersatukan para nasabahnya yang telah mempercayai Allianz untuk mengurus sebagian kehidupan mereka. Sebuah inovasi yang patut diacungi jempol! Dengan begini, nasabah dan Allianz bisa lebih leluasa menganalisa klaim yang diajukan/diterima dengan waktu yang lebih simpel, tanpa harus bulak-balik ke kantor asuransi. Hemat tenaga juga hemat waktu :)

Aplikasi pengajuan klaim Allianz Indonensia (eAZy Claim) yang bisa diunggah di Google Play atau Apple Store menjadi bukti bahwa Allianz sangat menomersatukan para nasabahnya. (dok. pribadi)  
Adanya eAZy Claim membuat pengajuan klaim dari nasabah menjadi hemat tenaga dan waktu. (dok. pribadi)


Dari ilustrasi di atas, di zaman media sosial ini, asuransi sangat penting digunakan. Bersama Allianz, pikiran saya semakin terbuka tentang asuransi, bahwasannya asuransi itu penting untuk segala aspek dan benda yang kita miliki dalam hidup. Karena keterbatasan finansial, maka saya memilih satu yang menjadi prioritas. Satu produk tapi tetap banyak merangkul kebutuhan dan keinginan keluarga kami.

Ini bukan hanya soal materi, tetapi juga waktu dan kesempatan yang kita miliki bersama orang terkasih. Selain menawarkan produk, Allianz juga memberikan kemudahan jasa, yakni mempermudah sistem klaim yang didampingi oleh para agen profesional. Allianz Indonesia, asuransi yang luas, lengkap, ekonomis, dan praktis untuk semua nasabah dan aspek kehidupan.


sumber:
  • http://www.allianz.co.id/index.php 
  • http://myallisya.com/produk/allisya-protection-plus-premi-berkala/
  • http://www.allisyakita.blogspot.com/  
  • http://www.dompetpintar.com/product/p1le/asuransi/asuransi-mobil-allisya-mobil-gold 

    Fakta klaim asuransi yang telah dilakukan Allianz Indonesia (dok. Allianz Indonesia)




7 komentar:

  1. bener...bener...Asuransi itu perlu. Uang sebulan saya udah habis buat asuransi hihihi....:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hohoohoo.. kalau buat invest ke depan plus kesejahteraan keluarga gpp ya, Mak. Insyaa Alloh nanti ada rejeki lebih lagiiii, aamiin :)

      Hapus
  2. Asuransi memang mutlak diperlukan setiap manusia ya mak.
    Karena kita ga pernah bisa memprediksi apa yg akan terjadi
    Good luck mama cantik :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bettuuull..
      Sehabis cari referensi sana-sini, menurutku asuransi sudah menjadi kebutuhan primer keluarga untuk saat ini, mak.

      Good luck juga yaahh buat mama yang luar biasaa :)

      Hapus
  3. Aku udah 4 tahun mak ikutan asuransi allisya protection plus dr Allianz. Emang flexible bgt mulai dr cara pembayaran sampe pengalihan dana investasi, perubahan paket flexicare semuanya bisa. Financial consultannya jg ok banget.Allianz Top Bgt lah:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener kaaan.. very recommended!
      Trims maaak buat sharing-nyaa. Berasuransi sambil ibadah ya karena menggunakan sistem syariah.

      Hapus
  4. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Asuransi. Asurasi merupakan salah satu elemen penting dalam perencanaan keuangan, namun dikarenakan rendahnya kesadaran masyarakat dan mitos miring yang beredar di masyarakat seputar asuransi membuat masyarakat enggan untuk membeli produk asuransi.
    Pertanyaan yang sering muncul di masyarakat adalah, seberapa penting asuransi di dalam kehidupan? Jawabnya adalah sangat penting. Untuk mengetahui seberapa penting asuransi, Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Asuransi yang bisa anda kunjungi di Informasi Seputar Asuransi

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkomentar dengan sopan :)