Kamis, September 18, 2014

Ini 6 Tips Berkah Berdagang ala Ustadz Fatih Karim

Assalaamu'alaikum..

Sahabat, pernah nggak sih terlintas dalam pikiran Anda, kira-kira bisnis yang selama ini dijalankan membawa keberkahan atau tidak. Anda merasakan omzet yang selama ini dihasilkan besar, tapi mengapa otak masih terasa mumet ya?

Anda masih dipusingkan dengan memikirin cicilan, urusan internal dengan pegawai, atau ditipu milyaran rupiah, hingga hancurnya hubungan keluarga juga kerabat akibat urusan bisnis. Hhhm, jangan-jangan itu pertanda jika bisnis Anda tidak berkah.

Sebelum lebih jauh nge-judge, sebenarnya apa sih arti kata "berkah" itu? Kita sering mengucapkan "baarokallloh (semoga Alloh memberkahi)" atau "biar berkah ya.." saat menerima pemberian dari orang lain. Namun, beberapa dari kita pasti ada yang bingung bila ditanya arti kata "berkah".

"Berkah adalah bertambahnya kebaikan," kata Ustadz Fatih Karim saat mengisi Seminar 6 Kunci Berkah Berdagang, Sabtu (13/9/2013) lalu, di Graha Sucofindo, Jakarta.

Anda memiliki bisnis, lanjut Ustadz Fatih menjelaskan, di rumah Anda juga memiliki isteri yang sholehah dan anak yang berbakti. Itu namanya berkah.

Lalu, tips-tips apa yang bisa dijalankan agar bisnis kita berkah? Untuk menjawab pertanyaan ini, simak enam tips berkah berdagang ala Ustadz Fatih Karim yang sudah saya rangkum dari seminar tersebut.

Fatih Karim, seorang ustadz yang juga CEO dan Founder dari @cintaquranID, @majelisCQ, dan @satekabayan (dok. http://senyumparainsan.wordpress.com)


#1 Pahami Hukum Syara' dalam Berbisnis

Islam merupakan agama yang rinci dan mendetail. Umat Islam dituntut untuk mengetahui hukum-hukum syariat atas apa yang dilakukannya, termasuk berdagang.
"Sudahkah kita kaji, sebelum berbuat sampai tentram bahwa hukum yang diambil adalah hukum yang paling shawab?" tanya ustadz yang juga CEO dan Founder @cintaquranID kepada para peserta seminar. 
Jangan sampai, bisnis dijalankan selama ini tidak kita ketahui halal atau haramnya. Karena bisnis terkait perbuatan, maka hukumnya bisa halal atau haram. Karena bisnis terkait benda, maka hukumnya mubah, selama tidak ada dalil yang mengharamkan. Karena bisnis untuk mendapat maslahat, apabila ada hukum syara' diterapkan, maka akan ada kemaslahatan.

Ustadz Fatih mengambil contoh seorang pedagang pakaian dalam wanita. Apakah perbuatannya termasuk haram? Seseorang berdagang pakian dalam hukumya halal. Namun, cara berdagang ini bisa menyebabkan haram bila cara berdagangnya tidak benar, misal si pedagang memegang payudara wanita yang bukan muhrimnya untuk mencocokkan ukuran bra yang dijual.

#2 Sempurnakan Ikhtiar

Ada seorang teman ingin pergi ke Bandung, cerita Ustadz Fatih. Yang ia lakukan hanyalah berdoa agar bisa sampai ke Bandung tanpa ada ikhtiar. Teman itu pergi ke terminal bis. Di sana ia berdoa, "Ya Alloh, saya ingin pergi ke Bandung". Sementara itu, bis-bis jurusan ke Bandung lewat di hadapannya, tetapi diabaikan. Pun begitu dengan mobil-mobil travel yang berseliweran di hadapannya.
Nabi bersabda, "Ada dosa yang tidak bisa dihapus oleh pahala shaum dan haji, yakni bersungguh-sungguh mencari yang halal".
Pertanyaan dari kejadian yang diicontohkan Ust. Fatih, apakah bisa teman itu tiba di Bandung? Di sinilah kunci dari ikhtiar. Ikhtiar harus maksimal. Ikhtiar juga tidak boleh salah.

#3 Mantapkan Tawakkal

"Tawakkal adalah mewakilkan semua urusan hanya kepada Alloh," jelas Ustadz Fatih. Adapun ciri-ciri bertawakkal di antaranya:
  • tidak meninggalkan "sebab-akibat"
  • bersamaan dengan azzam
  • adanya di awal
Tawakkal adalaah mewakilkan semua urusan hanya kepada Alloh
Ustadz Fatih memberi contoh. Pada saat memasuki waktu sholat, Nabi mengikatkan untanya ke batang pohon kurma. Setelah itu ia bertawakkal kepada Alloh, menyerahkan keselamatan dan keberadaan unta hanya kepada Alloh.

Dalam hal ini, Nabi telah menyempurnakan ikhtiarnya. Agar unta tidak hilang atau kabur, Nabi mengikat unta pada sebatang pohon kurma. Selanjutnya Nabi sholat dan menyerahkan untanya kepada Alloh.

Akan berbeda halnya bila Nabi tidak mengikat unta di pohon kurma, lalu sang unta hilang. Inilah yang disbeut makna sebab-akibat. Tawakkal tidak meninggalkan makna sebab-akibat. Sebab unta diikat, akibatnya unta tidak hilang.

#4 Menafkahkan Harta di Jalan Alloh

Islam telah mengatur berbagai macam cara agar umatnya mau menafkahkan hartanya di jalan Alloh, seperti zakat, infak, dan sedekah. Dalam hadits pun urusan harta sampai ditanya dua kali saat manusia dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak.
"Dua telapak kaki manusia akan selalu tegak (di hadapan Allāh) hingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya untuk apa ia pergunakan, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan untuk apa ia pergunakan, dan tentang tubuhnya untuk apa ia korbankan". (HR. At-Tirmidzi dari Abu Barzah r.a.)
#5 Perbanyak Tali Ukhuwah dan Silaturrahmi

Sudah bukan rahasia lagi bila kita membicarakan manfaat silaturrahmi. Selain memperpanjang umur, rezeki juga bertambah banyak. Dengan bertemu sesama pebisnis, tentunya peluang melebarkan sayap bisnis lebih besar. Kita bisa bertukar pikiran, termasuk mengadakan join atas bisnis yang digerakkan masing-masing pihak.
Rasululloh SAW bersabda, "Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan persaudaraan (HR Bukhori dan Muslim)
Dari pengalaman Ust. Fatih yang gemar bersilaturrahmi, beliau mendapatkan ruang kerja seluas satu lantai di kawasan Sudirman Central Building District, kawasan berniaga yang diimpikannya untuk bekerja.

"Saya paling senang bersilaturrahmi. Dari silaturrahmi juga saya punya kantor di SCBD," cerita ayah satu anak ini.


#6 Bersegera Melaksanakan Syariah secara Kaffah 

Yup, setelah mengetahui lima poin di atas, poin terakhir yang paling penting ... ACTION! Jangan sampai kita menjadi NATO (no action, talking only).

Itulah enam tips berkah  berdagang ala Ust. Fatih Karim. Saya sendiri belum punya bisnis apa pun. Selepas mengikuti seminar ini, mudah-mudahan ada jalan untuk membuka bisnis dengan hasil yang berkah. Kan tips-tipsnya sudah diberi tahu oleh Ustadz Fatih :)

Ingat, melakukan amal sholeh ada dua caranya, yaitu niatnya baik dan caranya benar!


Suasa seminar saat sesi Ustadz Fatih Karim berbicara (dok. @GeraiHawa)

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkomentar dengan sopan :)