Sabtu, Agustus 23, 2014

Suluban Beach, Surga Peselancar yang Dibalut dengan Kegagahan Tebing Menjulang

Sudah bukan rahasia lagi bila Pulau Bali menjadi salah satu destinasi favorit para turis untuk berlibur.
Jangan tanyakan tentang keindahan alamnya, mulai dari pantai tempat untuk berjemur, gunung yang membawa hawa sejuk, hingga suasana pedesaan yang jauh dari hingar bingar kota dan dilingkupi hektaran sawah hijau sejauh mata memandang, semuanya ada di Bali.

Dari puluhan pantai yang ada, Suluban Beach menjadi destinasi favorit para turis. Mau tahu alasan Suluban Beach tmenjadi destainasi favorit? Yuk, simak cerita saya dan keluarga saat berkunjung ke Bali, April 2013 lalu.

Three in One ala Suluban Beach
Siang itu, hari kedua bagi kami (saya, suami, tiga kakak, dan tiga keponakan umur 5 dan 7 tahun) berada di Bali. Cuaca Bali yang panas memang sangat cocok dengan landscape alamnya yang notabene pantai. Setelah hari pertama mengelilingi kota Denpasar dan sekitarnya, hari kedua kami ingin bermain di pantai sepuasnya.

Suluban Beach terletak di kawasan Uluwatu, arah selatan Pulau Bali, Desa Pecatu. Dari kota Denpasar, Anda akan membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk sampai di Uluwatu. Sebenarnya, di daerah Uluwatu ada empat pantai yang layak dikunjungi, yakni Balangan, Dreamland, Padang-padang, dan Suluban. Namun, keeksotisan alam dan ombak di Suluban bak surga yang membuat para turis lebih senang berkunjung ke sini. Mereka kerap menggunakan Suluban Beach untuk berselancar. Tak pelak, sejumlah eksibisi selancar bertaraf internasional sering dilaksanakan di pantai yang memiliki arti pantai dengan pemandnagan biru.

Oya, pantai ini punya dua nama. Suluban Beach adalah nama lokalnya, sedangkan Uluwatu Beach adalah nama versi turis asing.

Suluban Beach dilihat dari tebing tinggi (dok. Marischkaprue).


Siapkan stamina Anda, terutama kaki saat hendak ke Suluban Beach. Setibanya di lokasi parkir (retribusi parkir mobil sebesar Rp 5.000 saat itu), Anda harus menuruni ratusan anak tangga hingga mendekati bibir Suluban Beach.

Namun, Anda juga tak perlu khawatir, sebab ratusan anak tangga ini tersusun rapi. Di sepanjang perjalanan anak tangga, Anda juga bisa membeli oleh-oleh khas Suluban Beach dan Bali, lho. Kalau tidak punya pakaian salinan, Anda bisa membelinya di sini. Separuh dari perjalanan ini terdapat deretan kamar mandi yang disewakan untuk turis. Fungsinya bisa untuk buang hajat atau tempat bilas (mandi) bagi turis yang ingin mengganti pakaian setelah diterpa deru ombak Suluban Beach.

Selama perjalanan itu pula, Anda akan berpapasan dengan para turis yang umumnya berasal dari mancanegara. Mengenakan pakaian setengah telanjang, mereka berjalan sambil membawa papan seluncur. Hhhm, benar-benar surga peselancar sepertinya Suluban Beach ini, pikir saya kala itu.

Suasana agak gelap menyelimuti kami saat tiba di tangga terakhir menuju Suluban Beach. Bila Anda bertemu tangga bebatuan yang curam dan diapit oleh tebing tinggi nan kokoh, hal itu menandakan bahwa Anda telah mendekati bibir pantai. Lelah perjalanan menuruni ratusan anak tangga pun terbayar dengan panorama alam si surga peselancar. Sekitar pukul 15.00 WITA, kami tiba di Suluban Beach.

Saya berada di anak tangga paling akhir menuju bibir Suluban Beach.

Pemandangan bule berjemur menyambut kami begitu sampai di bibir Suluban Beach. Ya, melepas penat berselancar, banyak turis wanita yang berjemur di tengah teriknya matahari, mengenakan two pieces. Karena Suluban Beach ini dikelilingi oleh tebing, Anda bisa meletakkan barang bawaan di pinggir tebing. Selanjutnya, biarkan alam memanjakan tubuh Anda bersama deburan ombak.

Betapa senangnya keponakan saya saat bertemu Suluban Beach. Tanpa ragu, mereka langsung bermain air. Kewaspadaan harus dimiliki setiap pengunjung karena bibir pantai ini memiliki banyak karang. Kaki Anda bisa tersangkut karang hingga luka karena kecerobohan. Selain itu, deburan ombak yang besar juga bisa membuat badan Anda kuyup. Jadi, tetap waspada, ya terlebih lagi bila membawa anak kecil!

Keberataan Tebing yang tinggi seolah-olah ikut menjaga keaslian dari Suluban Point 

Sementara itu, saya dan kakak saya hanya duduk-duduk di pinggir goa sambil menikmati suasana Suluban Beach. Saya melihat banyak turis berseliweran membawa papan selancar. Yang istimewa, ada turis dengan kaki satu tetap semangat untuk berselancar di Suluban Beach. Rupanya, hal itu tidak mengecilkan hatinya untuk bermain bersama ombak di Suluban Beach.

Memiliki satu kaki bukan penghalang bagi turis ini untuk bercengkrama bersama ombak Blue Point Beach.

Tak puas hanya menikmati wisatawan berselancar, saya pun sedikit mengeksplor kawasan Suluban Beach. Dari tepi tebing yang menyerupai goa--tempat saya berteduh, ternyata ada celah kecil yang mengantarkan pengunjung menikmati luasnya Suluban Beach. Di sini tebing-tebing yang mengelilingi Suluban Beach semakin tereksplor kegagahannya. Bak bodyguard, tebing ini seolah-olah ikut menjaga keaslian panorama Suluban Beach. Dari tempat ini pula, Anda bisa merekam keindahan Suluban Beach dengan bidikan kamera secara leluasa.

Salah satu keponakan saya.. Bergaya di balik tebing Suluban Beach

Suluban Beach.. Surganya peselancar


Panorama Suluban Beach kala menjelang senja



Karena dikelilingi oleh tebing dan karang, keponakan saya ternyata sangat betah bermain di sini. Mereka bisa menangkap ikan-ikan kecil yang ada di pinggir karang.

Keponakan saya yang antusias menangkap ikan-ikan kecil di antara karang Suluban Beach

Naah, menambah keromantisan saya bersama suami yang baru saja menikah, kami mengabadikan momen kebersamaan kami di pantai ini dengan adegan mencium kening *tsaaaahh Eits, jangan salah loh! Dahsyatnya, ciuman suami di kening saya ini memancarkan cahaya yang menerangi Suluban Beach menjelang senja. Hohhohoo..

Mmmmuach! :* 


Dari pengalaman saya, ibarat kata, three in one keasyikan yang Anda rasakan bila berkunjung ke Suluban Beach, yakni berselancar, menangkap ikan, dan tentunya narsis :D Perlu diketahui juga bahwa suasana pantai di sini tidak seramai di Pantai Kuta atau Nusa Dua. Kebersihan pantai pun masih terjaga. Mungkin karena letaknya yang jauh dari perkotaan. Pokoknya nggak rugi deh kalau berkunjung ke sini. Meski harus menuruni ratusan anak tangga, tapi semuanya terbayar dengan panorama alamnya yang masih bersih, tenang, dan damai, apalagi pancaran ciuman di kening oleh suami saya :P

Bawa Liang Teh Cap Panda saat Piknik ke Pantai!
Oh ya, berbicara tentang jalan-jalan ke pantai, saya sarankan untuk membawa minuman sendiri. Cuaca panas menyengat bikin kita, wisatawan, cepet haus. Selain menghemat biaya perjalanan, biasanya kita cenderung jajan dan membeli minuman dingin. Ya siih, rasa haus hilang pasca mengonsumsi air dingin. Namun kondisi setelahnya, radang tenggorokan kerap menyapa. Kalau udah sakit kayak gini, nggak enak kan? Memangnya mau, habis liburan, kondisi tubuh malah ngedrop alias sakit?

Oleh karena itu, saya sarankan ke teman-teman untuk membawa minuman sendiri, khususnya Liang Teh Cap Panda. Kenapa Liang Teh Cap Panda? Karena minuman ini bukan sembarang teh. Minum ini diramu khusus dengan bahan-bahan alami yang bersifat 'mendinginkan', sehingga bila dikonsumsi langsung (tanpa proses pendinginan), tetep bikin nyeeeess di tenggorokan.

Kemasan Liang Teh Cap Panda pun simple dan mudah dibawa ke mana-mana. Meski dikemas dalam kaleng, tetapi minuman ini diproses secara higienis, tanpa pemanis buatan, pengawet, apalagi pewarna. Minuman ini aman dikonsumsi untuk mencegah atau mengobati panas dalam.

Jadi, siapa yang mau menikmati keeksotisan pantai sambil menangkap ikan kecil dan melihat para peselancar beraksi? Datanglah ke Suluban Beach,. Jangan lupa bawa Liang Teh Cap Panda, ya sebagai konsumsi minumnya.

Salam jalan-jalan sehat dari Suluban Beach,! ;)

Liang Teh Cap Panda, peneman perjalanan sekaligus mencegah dan mengobati panas dalam. Pssst, sudah ada label Halal dari MUI, lho!



*1.042 kata

8 komentar:

  1. keren sekali tuh pantai.. banyak bulenya... he he he. btw. kunjungi punya saya juga ya http://fxmuchtar.blogspot.com/2014/08/serasa-memiliki-pantai-pribadi-di-liang.html trima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. yess, namanya juga surgaa peselancarrr. banyak bule buleeeee. hihihihih..

      siap! saya ke TKP :)

      Hapus
  2. Balasan
    1. Nggak perlu diragukan lagi, Mas.
      Kalau ke Bali jangan lupa ke sana ya. Pantai ini jg terkenal dengan Pantai Suluban (bahasa Balinya)

      Hapus
  3. cantiknya pantainya
    mampir juga kemari gan
    http://gubugkecilsangentung.blogspot.com/2014/08/17-agustusan-di-pantai-klayar-banyu.html

    BalasHapus
  4. makasi yaa udah mampir.
    siapp mampir ke sanaa

    BalasHapus
  5. Nama pantainya Uluwatu beach ( versi bule) /suluban beach (versi local), blue point nama hotel deket di sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ooo gitu ya..
      Terima kasihh atas koreksinyaa :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkomentar dengan sopan :)