Senin, Mei 19, 2014

Yuk, Ramaikan Festival Hari Museum Internasional!

Assalaamu'alaikum..

Temans, pernahkah Anda mengajak anak atau adik atau keponakan untuk jalan-jalan ke  museum? Saya rasa jarang yang sudah melakukannya. Hehee, sotoy. Berkaca pada kakak-kakak saya yang sudah memiliki anak, mereka jarang sekali (cenderung tidak pernah) mengajak anak-anak pergi ke museum dan memperkenalkan sejarah. Mostly, kalau liburan mereka ajak anak-anak untuk berenang atau bermain di play park.

Nah, selama sepekan ini giliran adik-adik yang duduk di bangku SD (kelas 1-5) libur sekolah. Kira-kira selama libur ini dikasih kegiatan apa yah yang manfaat untuk mereka? Saya sarankan Anda untuk ajak mereka ke Museum. Selama sepekan (17-27 Mei 2014) ini pula ada Festival Hari Museum Internasional! Ada apa saja selama festival tersebut? Ikuti terus cerita saya, ya :)

Hari Sabtu (17/5) lalu, saya mengajak keponakan saya untuk hadir dalam pembukaan Festival Hari Museum Internasional dan Memperingati 236 Tahun Museum Nasional Iindonesia di Museum Nasional Indonesia (alias Museum Gajah), Jalan Medan Merdeka Barat No. 12, Jakarta Pusat. Tujuan saya sederhana, wisata murah meriah plus menambah pengetahuan keponakan tentang museum.

Penggung Pembukaan Festival Hari Museum Internasional dan Memperingati 236 Tahun Museum Nasional Indonesia di Museum Nasional Indonesia (Museum Gajah), Sabtu (17/5). 

Acara dibuka dengan permainan gamelan yang diirngi dengan sinden lagu Kebo Giri oleh sekelompok anak. Acara  dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh paduan suara SMPN 29 Jakarta.

Dalam sambutannya, Kepala Dirjen bidang Kebudayaan Kemendiknas, Kacung Marijan, mengingikan masukan dari masyarakat untuk meningkatkan kunjungan museum-museum di Indonesia. Marijan berharap agar museum-museum di Indonesia menjadi milik masyarakat, tidak hanya Dirjen Kebudayaan. 

Khusus untuk Museum Nasional Indonesia, lanjut Marijan, rencananya akan ada pemugaran fungsi dan bangunan. Tahun 2017 nanti, Museum Nasional Indonesia tidak hanya menjadi tempat menaruh benda-benda kuno, tetapi juga menjadi tempat penerimaan tamu negara.

Tak hanya acara seremonial belaka, dalam kesempatan ini turut pula ditampilkan ragam kebudayaan Indonesia melalui penampilan tari-tari dan musik daerah. Yup, acara pembukaan ini memang menjadi ajang yang pas untuk memasukkan ragam kebudayaan Tanah Air sebab di sinilah para hadirin dari berbagai kalangan usia berkumpul dalam satu forum. 

Penampilan Tari Piring dan Tokecang dari murid-murid SMA 70 menambah ramai suasana pembukaan Festival Hari Museum Internasional. Penonton dibuat semakin kagum dengan penampilan grup musik tradisional nusantara Archipelago. Keponakan saya yang tadinya rada bosan selama acara langsung semangat tatkala terbuai oleh kepiawan grup Archipelago bermain alat-alat musik daerah serta mengaransemen lagu daerah. 

Penampilan Tari Piring oleh SMAN 70 Jakarta.


Penampilan grup musik Archipelago saat membawakan lagu Manuk Dadali dari Jawa Barat - dok. pribadi

Acara ditutup dengan sesi kunjungan ke pameran "Potret Museum Nasional Dulu, Kini, dan Akan Datang". Hal ini tentu sesi yang paling diitunggu-tunggu oleh keponakan. Dia bisa melihat benda-benda sejarah yang tadinya hanya ada di buku, ia bisa melihat langsung pada saat itu. Pssst, dalam pemikiran awalnya, ia berpikir kalau museum Gajah adalah museum yang di dalamnya terdapat berbagai macam gajah. Hehehe, rupanya bukan yah. Keseruan saya dan keponakan saat melihat ruang pameran bisa dinikmati dalam gambar-gambar berikut ini.

Nampang duluuuu ^.^

Keponakan yang sedang asyik membaca informasi dari lukisan yang menurutnya aneh

Pengunjung lain juga asyik membaca informasi di ruang pameran

Keponakan saya penasaran sama kalung yang besar banget. Rupanya itu temuan emas di Wonosobo.

Tidak hanya pameran dan pameran yang menampilkan informasi satu arah, dalam kesempatan itu juga ada demo bati. Siapa pun bisa mencoba dan menggali informasi di sana.

Demo wayang. Yuk, cari tahu bagaimana pembuatan wayang dan sejarah di balik tokoh-tokoh wayang tersebut di pojok Demo Wayang. 

Bagaimana? Seru bukan? Apakah Anda sudah punya rencana untuk mengisi luang waktu adik-adik? Jika belum, yuk ramaikan Festival Hari Museum Internasional! Nggak rugi deh kalau Anda mengajak adik-adik ke sana. Selain gratis, tentu banyak pengetahuan yang mereka peroleh :)

Untuk jadwal acara di Festival Hari Museum Internasional bisa simak di bawah ini.
  • 18 Mei >> Pentas Dongeng Teater Koma Raksasa Bhairawa Pengasah Parang di Museum Nasional
  • 23 Mei >> Seminar "Kekunaan Singhasari" di Museum Nasional
  • 24 Mei >> Puncak Gebyar Festival Hari Museum Internasional dan Memperingati 236 Tahun Museum Nasional Iindonesia di Museum Nasional
  • 25 Mei >> Pentas Dongeng Teater Koma Mona Lisa dari Singhasari di Museum Nasional
  • 31 Mei >> Partisipasi Pameran di Taman Fatahilah
  • Ikuti juga lomba kreativitas Penulisan Esai dan Membuat Komik, ya!
Nah, pasca dari Museum Gajah, temans bisa ajak adik/anak/keponakan untuk nikmatin bus city tour. Naiknya persis dari depan Museum Gajah. Sayang, waktu itu kami tidak berkesempatan naik. Keponakanku ingin naik bis di lantai 2, tapi karena sudah penuh kami lebih memilih bis yang akan datang saja. Selang 45 menit menunggu, kantuk menyerang, akhirnya kami putuskan untuk pulang saja. Heheheh..

2 komentar:

  1. Waah, seru yaa :) kalo aku kemaren bawa anakku Mbak, aku inget nih liat ponakan Mbak, kalo gak salah duduknya deretan no2 dari depan ya, tapi krn blm kenal ya jadi gak nyapa, maaf :)

    BalasHapus
  2. Hai, Mba Helda.
    Duh, maap baru dibalas komennya :)

    Iyessss, bener banget! Kita duduk di deretan nomer dua dari depan. Itu juga keponakanku yang minta duduk depan. Katanya, biar keliatan nanti tarian di panggungnya. Dia excited banget pas tau ada tari piring yang pernah dia nariin :D

    Yuuuk, kapan2 kl ketemu lagi kita sapa2an.
    Aku juga belum kenal mbak nih. Liat mukanya aja baru sekarang :(
    Mudah-mudahan ada waktu kita kopdaran lagi yahh :*

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkomentar dengan sopan :)