Selasa, Mei 15, 2012

Ke Singapura Via Malaysia? Ini Caranya!

Ada berbagai cara untuk Anda yang ingin bepergian ke Singapura dari Indonesia, bis melalui darat (misal via Malaysia atau negara-negara ASEAN lainnya yang berbatsan langsung dengan Singapura), laut (menyeberang dengan kapal fery via Batam), dan udara (pesawat). Kali ini, saya akan sharing salah satu caranya sesuai dengan pengalaman saya, yakni melaui darat (via Malaysia), tepatnya dengan bus.



Awal April 2012 lalu, saya berkesempatan untuk mengunjungi Malaysia dan Singapura. Ke Malaysia menggunakan pesawat dengan tarif murah. Lalu, melanjutkan perjalanan ke Singapura menggunakan bus dari Malaysia (transit dahulu di Johor Baru).

Perlu Anda ketahui bahwa saat ini pusat terminal bus di Malaysia terbagi menjadi dua, yakni Terminal Bus Puduraya (khusus melayani jalur-jalur perjalanan di wilayah utara) dan Terminal Bersepadu Selatan-TBS (khusus melayani jalur-jalur perjalanan di wilayah selatan. Khusus untuk bepergian ke Singapura, sebenarnya Anda tetap busa naik bus dari Terminal Puduraya. Namun, di terminal tersebut hanya tersedia satu armada bus, yakni bus Transnasional dan hanya ada pada jam-jam tertentu. Namun, bagi Anda yang menginginkan keberangkatan paling akhir (seperti saya gitu), di TBS lebih lengkap baik dari segi armada maupun jam keberangkatan.

Berhubung saya tela booking hostel di Singapura hanya untuk satu malam, kami (saya dan abang saya) telah merencakan untuk bermalam di perjalanan menuju Singapura. Hasil dari pencarian di mesin Google sebelum keberangkatan, perjalanan Malaysia-Singapura memakan waktu 5 jam. Oleh karena itu, mau tidak mau kami harus mencari bus yang berangkat dari Malaysia pada jam paling akhir, yakni jam 00.00.
Masih berdasarkan literatur dari mesin pencari Google, salah satu caranya adalah menggunakan bus Transnasional. Oleh karena itu, setibanya di Malaysia, kami pun berinisiatif untuk membeli tiket ke Singapura terlebih dahulu, baru kegiatan eksplor Malaysia dilakukan. Kami pun pergi ke KL Sentral. Di sana, kami mendapat informasi bahwa jam keberangkatan terakhir perjalanan ke Singapura menggunakan bus Transnasional adalah 05.30 PM. Wooow, masih terlalu dini bagi kami untuk sampai di sana. Kami pun menanyakan moda transportasi lain selain bus Transnasional, jawabnya tidak ada.

Setelah itu, kami beralih ke Puduraya sebagai salah satu pusat terminal/stasiun di Malaysia. Namun, apa daya. Jawaban yang kami dapatkan sama saja. Jam keberangkatan terakhir perjalanan ke Singapura menggunakan bus Transnasional adalah 05.30 PM dan hanya ada armada bus Transnasional yang melayani. Kami pun sempat putus asa.


“Huhhuhuu, bagaimana kehidupan kami di Singapura nanti. Di sana, negeri yang sangat ketat. Tidur pun tidak busa sembarangan. Lantas, kami harus bermalam di mana? Tentunya dengan tujuan menghemat biaya perjalanan yang telah kami susun.”


Kami memutar otak kembali, hingga akhirnya diputuskan bahwa kami akan pergi ke Johor Baru. Dari sana baru sambung naik bus ke Singapura. Bertanya kembali tentang bus yang melayani jalur ke Johor Baru, ternyata tidak ada sama sekali di Puduraya. Oh noooo! Harus bagaimana ini?

Di tengah kebingungan yang melanda, akhirnya, sebuah pertolongan datang. Kami sempat mengobrol dengan salah satu pegawai pejaga tiket di Puduraya. Darinya, kami mendapat penjelasan yang mencerahkan! Kurang lebih wanita itu memberikan penjelasannya seperti ini (dengan bahasa Malaysia), “Oooh.. kalau mau ke Johor harus naik dari TBS sebab di sana pusat bus untuk jalur selatan. Kalau di sini kan utara. Nah, kalau mau ke Singapura juga mending ke sana aja. Di sana armadanya lebih banyak, jamnya juga busa pilih. Yaa busa juga dari sini, tapi nanti tetep ke sana dulu karena pusatnya dari sana. Kalau dari sini, naik LRT menuju stasiun Tasik Selatan.”

Terminal Bersepadu Selatan, Malaysia (do. pribadi)


TBS, Pusat Terminal Bus Jalur Selatan di Malaysia
Oalaaahh, seperti itu jadinya. Dengan semangat ‘45 mengejar waktu yang tersisa, kami pun segera menaiki LRT menuju TBS. Hhhm, rupanya perjalanan ini cukup lama. Dengan menggunakan LRT dari Puduraya busa memakan waktu sekitar 20 menit untuk sampai di stasiun Tasik Selatan. Setelah itu, Anda harus berjalan sekitar 5 menit untuk sampai di TBS. Cukup buang waktu bagi bacpacker seperti kami yang memiliki waktu sedikit.

Sesampainya di TBS, kami segera menuju loket pembelian tiket. Di TBS tersedia banyak loket. Meski begitu, calon penumpang yang antre juga banyak. Tidak ada calo tiket di sini. Petugas loketnya pun dengan siap melayani dengan ramah dan memberikan penjelasan mengenai arah dan tujuan kita.

Seperti yang sudah dikatakan di atas, di sini tersedia lebih banyak armada untuk keberangkatan ke Singapura (termasuk Johor Baru dan tempat-tempat di utara Malaysia lainnya) dibandingkan di Puduraya. Berhubung kami akan pergi ke Johor baru, pada saat itu, selain bus Transnasional yang ternyata juga melayani keberangkatan ke Johor Baru, tersedia pula bus Five Star Express, Konsortium, City Express, Mayang Sari, dll. Oiya, bagi Anda yang ingin langsung ke Singapura, jangan lupa tanyakan di mana pull bus itu berhenti di Singapura. Info lebih lengkap untuk TBS bisa dilihat di sini.

Di dalam bus Konsortium menuju Johor Baru (dok. pribadi)


Lanjut.. Pengaruh jadwal yang tersedia dan juga harga, akhirnya kami memutuskan untuk menaiki bus Konsortium pukul 11.55 PM dengan tarif RM 21 per orang. Tiket sudah dibeli, kami pun siap menuju Johor Baru.

Perlu diketahui bahwa di tiket tersebut, terdapat nama terminal di mana kami harus menaiki bus tersebut. Kebetulan, saat itu kami berada di Terminal 1. Pukul 11 PM, kami sudah tiba di TBS. Sambil beristirahat dahulu, kami duduk-duduk di ruang tunggu TBS. Kedatangan bus di sini tepat waktu. Pukul 11.55 PM bus yang menuju Johor Baru telah tiba. Di depan pintu terminal keberangkatan, akan ada petugas yang megecek tiket para penumpang. Berikan tiket yang sudah Anda beli ke petugas tersebut, lalu masuklah ke dalam bus. Kami sudah berada di bus Konsorsium dan bersiap meuju Johor Baru. Hingga pukul 00.20 bus baru berangkat menuju Singapura. Hal ini dikarenakan bus menunggu dua orang penumpang (kebetulan mash ada seat kosong) yang datang terlambat.

Tanpa ba-bi-bu, saya pun mempersiapkan diri untuk tidur selama perjalana. Seharian keliling di Malaysia membuat kaki ini terasa pegal. Berhubung perjalanan yang kami tempuh lumayan lama dan jauh (TBS-Johor memakan waktu 4 jam), kondisi tempat duduk di-setting senyaman mungkin. Busnya sangat pewe. Bersih juga, AC-nya menyala. Bangku penumpang, busa dikebelakangi untuk di-setting jika Anda ingin rebahan. Eits, kalau yang ini, Anda perlu memperhatikan penumpang di belakang Anda. Untuk bagian kakinya juga busa di-setting, sehingga posisi kaki Anda dibiarkan menggantung. Hal ini bagus untuk peredaran darah bagi saya yang lama berjalan.

Tertidur pulas, jam 04.40 kami sudah tiba di Terminal Larkin-Johor Baru. Kondisi terminalnya amat berbeda dengan TBS. Kalau di Indonesia, busa dibayangkan ini mirip dengan Terminal Lebak Bulus. Saat kami tiba, loket-loket belum ada yang buka. Kami pun menunggu waktu sholat Subuh, yakni pukul 6 AM, lalu sarapan. Pukul 6.30, terminal mulai ramai. Para penjaga tiket mulai membuka loketnya. Untuk pergi ke Singapura, bus yang melayani adalah SBS Transit 170. Di loket SBS Transit 170, di situ tertera dengan jelas tempat pemberhentian di Singapura beserta tarif busnya. Pada saat itu kami memilih  Stasiun MRT Kranji sebagai tempat pemberhentian kami dengan taris RM 1.9. Saya pun mengantre. Siapkan uang pas karena tidak akan ada kembalian.

SBS Transit 170, armada yang mengantarkan kami dari Johor Brau ke Stasiun Kranji (dok. pribadi)



Hal yang Penting pada Saat Menyeberang ke Singapura
Pada saat masuk ke dalam bus, masukkan uang sejumlah tarif yang diperlukan, lalu Anda akan mendapatkan karcis untuk penumpang. Simpan baik-baik karcis ini hingga Anda sampai di tempat tujuan di Singapura. Jangan sampai hilang!


Kala itu hari semakin siang. Bus dipenuhi oleh karyawan yang akan bekerja di Singapura. Perjalanan begitu lancar hingga akhirnya macet melanda saat kami sampai di jembatan penyeberangan antara Malaysia dan Singapura. Hal ini juga menjadi pertanda bahwa Anda akan segera tiba di Kantor Imigrasi Malaysia. Nah, kalau sudah begini siap-siap deh. Sediakan segera paspor dan pulpen. Letakkan di tempat yang mudah Anda jangkau. Bawa semua barang-barang yang Anda bawa karena bus tidak akan menunggu Anda. Oiya, jangan foto2 di dalam keimigrasian ya.. Dilarang!

Saat masuk ke imigrasi Malaysia, hanya dilakukan pemeriksaan paspor. Kemudian, paspor kita diberi cap oleh petugas imigrasi. Setelah selesai di imigrasi Malaysia, Anda menuju tempat naik bus. Jangan lupa nama bus yang Anda tumpangi sebagai panduan Anda untuk antre bus. Sebenarnya, gerakan pda saat di imigrasi itu harus cepat karena bus yang kita tumpangi tadi tidak akan menunggui kita. Meski begitu,bagi Anda yang ketinggalan bus, terpaksa Anda menunggu kedatangan bus selanjutnya sekitar 2-3 menit. Itu pun belum tentu antreannya pendek. Di sinilah fungsi Anda menjaga karcis bus yang Anda dapatkan pada saat masuk bus pertama kali.

Hahaha pengalaman kami kala itu, kami tidak bergerak terlalu cepat, sehingga kami ketinggalan rombongan pada saat pergi dari Terminal Johor Baru. Selain itu, kami juga salah antre. Jalur antre bus kurang jelas, sehingga kami mengantre di line yang salah. Akhirnya kami terpaksa mengantre ulang di line Bus SBS Transit 170 dan antreannya pun panjaaaaaanngg.. Ingat! Dimana pun Anda berada, budayakan antre!
Akhirnya bis SBS Transit 170 tiba, kami pun naik dan menunjukkan karcis yang kami miliki ke sopir bus. Jika Anda kehilangan karcis, Anda terpaksa membeli tiket bus lagi. Kali ini Anda akan menuju kantor imigrasi Singapura. Tetap sediakan pulpen dan paspor. Pada saat tiba di kantor imigrasi Singapura, isi form identitas untuk orang asing di tempat yang telah disediakan. Isi form berbahasa inggeris tersebut dengan huruf kapital dan jangan sampai salah. Jika ada yang salah, ambil kertas yang baru. Setelah itu, antre di loket untuk mendapatkan cap kedatangan di Singapura dari imigrasi Singapura. Nanti, Anda akan diberikan sobekan dari form yang telah Anda isi. Simpan potongan ini karena akan berguna pada saat Anda berada di keimigrasian Singapura dan meninggalkan Singapura.

Selanjutnya, kembali ke tempat naik bus. Ingat kembali bus yang seharusnya Anda naiki, persiapkan tiket, dan antre di tempat yang benar. Selanjutnya Anda tinggal melanjutkan perjalanan Anda ke tempat pemberhentian akhir bus SBS Transit 170 (Stasiun MRT Kranji) dan Selamat datang di Singapura! =)

Daftar tarif bus SBS Transit 170 per 10 April 2012



2 komentar:

Terima kasih sudah berkomentar dengan sopan :)