Jumat, Mei 11, 2012

Ke Orchard, Liat Apa Aja?


Orchard Road, siapa yang tak kenal dengan nama itu? Setiap orang yang berkunjung ke Singapura, Orchard Road menjadi suatu tempat yang wajib dikunjungi, terutama para pencinta belanja. Bisa dibilang, nggak ke Singapur, kalau nggak ke Orchard Road. 
Nah, ada apa aja si di sana? 
Bagaimana bisa Singapur menjadikan Orchard Road sebagai tempat yang wajib dikunjungi? 
Trus bagaimana suasana di sana? 
Yuk, ikutin ceritanya :-)



Santai Siang Menikmati Orchard Rd., Singapura
Siang itu, Selasa 10 April 2011, matahari Singapura benar-benar bersinar dengan terangnya. Pukul 11 AM saya tiba di Stasiun Kranji MRT. Perjalanan yang cukup melalahkan sebelumnya di Malaysia via darat. Kemudian, saya melanjutkan perjalanan menuju hostel kami di Singapur, tepatnya di Lavender Street.

Tidak punya banyak waktu. Setelah memberihkan diri di hostel kami, jarum jam telah menunjukkan pukul 00.45 PM. Baiklah, ini saatnya untuk eksplor Singapura di hari pertama. Dari tempat menginap, kami berjalan kaki ke MRT terdekat (Boon Keng MRT). Tujuan kami siang ini adalah Orchard, Bugis, China Town, Marina Bay Sands, Merlion, Esplanade, Clark Quay. Termasuk membeli oleh-oleh sebab besok kami berniat untuk menghabiskan satu hari full di Universal Studio Singapore (USS), lalu kembali ke Jakarta.

So here we go.. This is our first destination, Orchard Rd. Jalan kaki sekitar 2 menit dari hostel, kami naik MRT menuju Dhoby Gaut. Kami pun keluar ke arah Plaza Singapura yang letaknya berseberangan dengan Park Mall.

Singapur adalah surga bagi para pejalan kaki. Memiliki taman kota yang lebih banyak dari Jakarta dan trotoar yang luas sangat mendukung bagi para pejalan kaki. Perlu Anda ketahui pula bahwa pejalan kaki di Singapura merupakan raja di jalan. Pengemudi kendaraan akan memprioritaskan pejalan kaki terlebih dahulu untuk lewat. Pada saat menyeberang, turut pula didukung dengan adanya lampu lalu lintas bagi pejalan kaki. Warna dan artinya sama dengan lampu lalu lintas bagi kendaraan.

Berbekal itu, kami pun menikmati siang ini dengan berjalan kaki ke arah Orchard meskipun kaki kami pegelnya minta ampun gara-gara kejar-kejaran waktu pada saat di KL kemarin. Berbekal petunjuk peta MRT, dari Dhoby Gaut akan melewati 2 stasiun MRT. Namun, Orchard dapat Anda tempuh dengan jalan kaki dengan jarak yang tidak terlalu jauh. 

Keluar dari Dhoby Gaut, pilhlah ke jalur Plaza Singapura. Dari sini, Anda bisa langsung belok kanan. Berjalan lurus terus melewati Istana Negara Singapur dan Anda akan sampai di Orchard Rd. Sementara itu, kami memilih untuk berjalan sembari menikmati taman-taman kota di Singapura. Kami pun menyeberang dari Plaza Singapura, melewati Doby Ghaut Park Green, Botanic Garden, Istana Park (berseberangan dengan Istana Negara Singapur), dan akhirnya sampai ke Orchad Rd.


Masyarakt Singapura dengan tertib menyeberang di tempat yang telah disediakan. (dok. pribadi)


Sayangnya, saat kami berkunjung ke sini, semua pusat perbelanjaan di Orchard Rd. sedang tidak menyelenggarakan Sale program. Harga barang-barang terbilang mahal dan mall pun rada sepi dari pengunjung orang Indonesia. Siang yang terik saat saya sampai di Singapura tiba-tiba saja hujan mengguyur. Kami pun menghabiskan waktu dengan keluar-masuk mall yang ada di Orchard Rd. Memasuki Orchard Centre, OG, Plaza Orchad, Takashimaya, Paragon, Lucky Plaza, ION, dll., semua yang dilihat sama seperti mall pada umumnya. Hanya saja kelas dari barang yang diperdagangkan berbeda. OG dan Lucky Plaza menjual barang-barang dengan harga yang lebih terjangkau (menurut dompet saya). Sisanya high class.

Di kawasan Orchard, saya sempat membeli sepatu di OG. Belanja yang tidak terencana sebenarnya. Begitu melihat sepatu yang kece, lucu, warnanya unik dan saya belum punya, terbuat dari kulit plus harganya murah (USG 19.9 atau sekitar Rp 140.000,00). Oiya, di depan Lucky Plaza, untuk meredam rasa haus atau sekedar nyobain es kirim abang2 di Singapura, Anda bisa mencicipi es potong Singapura. Es nya berbentuk kotak. Ada berbagai macam rasa: raspberry, durian, mmm apalagi yaa.. Saya lupa rasanya selain yang kami beli. Hehehee.. Nah, es potong ini dimakan dengan roti/wafer/cone. Harganya USG 1.

Waktu sudah menunjukkan pukul 2.45 PM, tandanya sholat zuhur telah tiba. Lalu, kakak saya menunjukkan satu-satunya masjid yang berada di area Orchard Rd. Woow, saya kira tidak ada masjid di sini. Mushola pun sudah lbh dari cukup di negara yang minoritas muslim.

Masjid Alfalah, Satu-satunya Masjid yang Ada di Orchard Rd., Singapura
Masjid Al-Falah, adalah satu-satunya masjid yang berada di kawasan Orchard Road.  Keberadaan masjid ini yang terletak di sebelah Mall Paragon, tepatnya Bideford Rd. semakin meyakinkan saya bahwa nafas Islam ada dimana-mana, meskipun di negara yang minoritas umat muslimnya, sekalipun berada di antara gedung-gedung pertokoan dan perkantoran yang mewah. Hhhhm, setelah saya lihat-lihat dari prasasti yang ada di tembok depan masjid, rupanya masjid ini telah lama berdiri, yakni sejak tahun 1987 dan diresmikan oleh …. Dengan bangunan yang didominasi berwarna hitam, memang dari luar kita tidak akan pernah menyangka bahwa ada masjid di sekitar Orchard Rd. Bangunan masjid ini menjadi satu dengan gedung perkantoran. Artinya, tidak berdiri secara terpisah dengan kubah megahnya yang dapat menjadi penanda bahwa itu adalah masjid. Meski begitu, dalam masjid ini sangat luas dan mampu menampung 1500 orang (data dari Wikipedia) dan tidak mengurangi kenyamanan umat muslim dalam beribadah.

Masjid Al-Falah, satu-satunya masjid di Orchard Road. (dok. pribadi)

Selayaknya masjid, pintu masuk untuk pria dan wanita dipisah. Wanita berada di sebelah kiri gedung.  Sementara pria bisa masuk di melalui pintu utama. Salah satu ciri kebersihan adalah toilet. Di Masjid Al-Falah, toilet dan tempat wudhunya sangat nyaman dengan desain yang sangat modern. Jika masuk ke dalam WC, akan disediakan sandal khusus yang hanya boleh digunakan selama di dalam WC. Pengunjung dilarang membawa keluar sandal tersebut, sekalipun ke tempat wudhu yang letaknya berdekatan. WC pun kering, tidak becek, bersih, wangi. Ada pula wastafel dan tentunya beberapa buah keran wudhu.

Khusus wanita, ruang sholat disediakan di atas. Namun, ada beberapa juga yang sholat di bawah, di dekat pintu masuk khusus wanita. Angan takut jika Anda lupa bawa mukena, di masjid ini juga disediakan. Untuk mengaji? Masjid ini juga menyediakan banyak kitab suci Al-Quran. Nah, bagi yang ingin sekedar membaca dan menambah ilmu agama, di masjid ini juga disediakan semacam perpustakaan mini. Disediakan pula brosur-brosur yang isinya berupa penjelasan berbagai macam zakat beserta kegunaannya.


Tidak hanya menyediakan tempat sholat, masjid ini juga memiliki kegiatan untuk pemuda-pemudanya. Pastinya, kepengurusan masjid ini tersusun secara formal. Plusnya lagi, di masjid ini juga menyediakan air minum gratis. Mmm.. jujur, selama saya di Singapura, saya jarang banget menemukan keran-keran air minum. Padahal, dari yang saya baca-baca di blog lain, soal minum jangan khawatir kalau di Singapura. Kenyataannya, kami sering menahan haus. Lumayan, kalau beli minuman memakan ongkos sekitar USG 2. Jadi, kalau masih bisa ditahan yaa ditahan deh.. Okei, akhirnya kami kembali mengisi botol minuman yang sengaja kami bawa dari hostel. Di keran yang telah disediakan, ada dua jenis air, yakni panas dan dingin. Tinggal pilih saja, Anda mau refil yang mana botol minuman Anda.
Selesai menjamak sholat Zuhur dan Ashar, mari kita ke destinasi selanjutnya..



Ps: Foto-foto saya upload menyusul ya. Inetnya lemoooootttt ><

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkomentar dengan sopan :)